30.7.24
hello again
26.7.21
mood swing
13.12.19
Kevin
Hari ini Kevin dipindah setelah hampir 1 tahun tinggal di sini. Alasan kepindahannya karena kami kesulitan menangani anak dengan disabilitas. Bukan hanya di lingkungan panti dan sekolah saja, tapi tetangga sekitar juga sering terganggu dengan tingkah Kevin.
Aku paham, kenakalannya murni karena dia tidak tau dan memang keterbatasan dia tapi kenapa aku tetep ga bisa sabar, aku minta maaf ya Kevin,
semoga Kevin bisa berbahagia, punya banyak teman dan keluarga baru yg sayang sama Kevin. Semoga Kevin bisa memaafkan ya, maaf yaa kevin ðŸ˜
Parag Pertama
4.6.18
#
Pagi ini emosi sekali, mungkin ini puncak kemarahanku dalam mengurus anak anak. Ada satu anak panti asuhan, sebut saja R. Usianya 9 tahun, harusnya sudah kelas 3 atau 4 tapi masih kelas 2 karena waktu kesini tidak membawa dokumen sekolah lengkap sehingga dia harus mengulang kelas 1. R bukan yatim piatu sebenernya tapi dia datang dari keluarga broken home. Ibunya mengalami depresi dan ayahnya entah kemana, sehingga dia diasuh bude nya. Budenya menitipkan di panti karena bekerja seharian sehingga tidak bisa mengurus R.
Sejak kedatangannya berkali kali saya diuji dengan tingkah lakunya. Dia bukannya nakal, tapi nyebelin (bingung juga milih kata - kata yang tepat) intinya kelakuannya itu bikin gak habis pikir.. Kok bisa sih anak ini begini ?
R ini cengeng, cengengnya gak ketulungan. Berantem dikit sama temennya nangis, apa sedikit nangis, anu sedikit nangis.
R ini belum bisa manajemen diri, memang aku juga paham anak sekecil itu umur 9 tahun harus tinggal di asrama tanpa orangtua dan masa kecil dr keluarga broken mungkin mempengaruhi sifatnya. Aku maklum.. Maka harus sabar mengingatkan dan menasehati.. Tapi ini sudah 2 tahun dia disini manajemen dirinya masih kacau sekali padahal ada anak panti lain yang seumuran dia ya gak susah2 amat ngurusnya (terlepas memang tiap anak beda beda ya). Contohnya dia kalau ga di suruh ga bergerak, mandi, makan, bangun tidur, cuci baju kalau ga disuruh ga bergerak ga otomatis jalan sendiri. (FYI Kalau nyuci emang dilatih untuk nyuci sendiri untuk pakaian yg ringan2.. Kalau jaket celana jeans selimut dan sejenis di laundrykan) pernah saya nyuruh ngumpulin baju kotor untuk dilaundry udah selesai udah rapi masuk lemari.. Beberapa hari kemudian saya suruh nyuci sisa baju yg kotor sendiri, tau gak.. Waktu aku cek dia nyuci baju yang udah bersih yang udah aku laundry kan 😢😢😢😢. Masalah makan, kata ibu yg bagian masak dia paling males makan jadi sering sakit sehingga harus sering dikontrol makannya. Ditanya apa sudah makan apa belum.. Pernah siang lupa makan, aku nanya kenapa kok ga makan ? Jawabannya karena ga ada yg mengingatkan (jadi pusing jg kenapa nunggu diingatkan dulu kalo mau makan 😢😢)
Masalah tas, setahun si R udah ganti tas 4 kali bayangkan, ternyata kalau sekolah dia bawa semua buku pelajaran bawa semua kotak pinsil dan alat alat yang dia punya. Jadi tasnya berat.. Sudahbseringkali ku bilang bawa pelajaran sesuai jadwal aja.. Tetep aja diulangi .. Jadi harus bolak balik cek tasnya.. Belum lagi kalau ke rumah temen atau pas pulang ke budenya dalem tasnya diisi buku mainan baju dll sampe tasnya ga muat.. Hmm pokoknya banyaaak lagi kelakuan2nya yang bikin ga habis pikir. Padahal di kelas atau di sekolah ga ada masalah.. Termasuk yang diatas rata2 nangkep pelajarannya.
Bagian paling bikin jengkel adalah R sukanya kabur, main ga pamit sehingga kita bingung nyari dia dimana. Bolos sekolah main ke teman atau pulang ke rumah budenya naik angkot ( jaraknya sekitar 5/6km an dr panti) pernah ngambek terus jalan kaki dari panti pulang ke budenya, pernah juga naik sepeda.
Beberapa hari kemarin dia pulang ke rumah budenya tanpa pamit, jadi bolos sekolah langsung naik angkot ke rumah budenya 4 hari, kemudian kembali lagi kesini diantar mas nya dan malemnya pun masih tidur di rumah temennya.
Hari ini harusnya masuk sekolah, dari kemarin sudah aku antisipasi kutanya seragamnya apa sudah siap buat hari senin? Pagi2 sudah kubangunkan.. Mandi siap2 ternyata eh ternyata di ga jadi sekolah diem aja di kamar tak tanya lho kok belum berangkat? Katanya bajunya masih basah, bilangnya nyucinya udah dari kemarin tapi aku cek bajunya bener2 basah banget berasa airnya gak mungkin kalo udah kemarin nyuci. Jadi aku pinjamkan baju temennya yang hari ini pondok romadlon jadi pake baju bebas tak antar ke sekolah karena terlambat. Di tengah jalan dia malah nangis karena malu pake baju dan celana lengan panjang.. Padahal it's ok kok sekolahnya, malu kalau nanti di tertawakan temennya karena pake lengan panjang. Puasa dan pagi pagi udah dibikin sebel aku pun lost kontrol, aku pukul dia 4 atau 5 kali punggung sama tangannya sumpah geregetan sekali rasanya.
Habis mukul ku peluk ku elus2 punggungnya tak bikang aku mukul setan yang bikin kamu males.. aku jadi ikutan pingin nangis, gemeter.. nyesel banget kenapa aku pukul, aku udah usaha biar dia masuk sekolah biar ga terlambat karena di udah sering bolos kemarin pas kabur itu.
Akhirnya dia tetep kekeuh ga mau sekolah katanya malu pake baju lengan panjang, dia jongkok ga mau jalan. Yaudah akhirnya aku nyerah udah tas nya tak bawa balik dia kutinggal didepan gang aku udah terlambat mau ngurus toko.. Dan sekarang dia udah keliatan main sama temen kampung yang sekolahnya libur sudah ga nangis.
Aku nulis ini tujuannya bukan njelek2in si R, tapi lebih kepada instrospeksi buat aku.. Tujuannya sebenernya buat healing, healing aku sendiri yang emotionally dan phisically drained. Astaghfirullahaladzim smoga aku bisa sabar.
9.6.17
Sebagaimana teman teman ku yang kritis
Selama ini saya merupakan silent reader di hampir semua medsos dalam membahas topik topik tertentu. Memang, belakangan banyak sekali topik panas bergulir di semua lini medsos (walau sebenarnya dari dulu topik topik akan selalu ada dan bermunculan) perkembangan teknologi dan informasi lah yang membuat semuanya tumpah jadi satu dan bisa diakses tanpa batas. Jadi wajarlah semua medsos kini berubah jadi ladang "pertengkaran" dalam mendebat isu isu tersebut.
Menarik rasanya mengetahui posisi seseorang dan orang lainnya dalam memandang suatu perkara. Oh, si ini pandangannya konservatif, oh si ini agak liberal dst. Walau menurut pendapat saya bbrp argumen teman teman ga ada yang sepenuhnya benar atau sepenuhnya salah, karena kebenaran itu relatif dan ga ada kebenaran yang mutlak, iya ga sih? Saya berbicara begitu bukan karena saya sok tahu mana yang benar atau mana yang salah. Hal tersebut karena terlalu skeptisnya saya dalam menerima sebuah berita yang beredar di medsos dan keskeptisan tersebut membuat saya jarang sekali bisa berkomentar dan menjelaskan posisi saya dalam suatu isu.
Walaupun begitu, jangan dikira saya bangga dengan ke skeptisan saya, saya justru iri terhadap teman teman yang bisa dengan cepat, lugas dan jelas dalam menetukan posisi mereka pada suatu isu. Bukannya berada di tengah sebagai manusia pengamat yang setengah setengah tak berposisi dan tak memberi argumen pula.
Saya juga jadi penasaran, apa sebenarnya yang terlewati dalam proses pembelajaran saya hingga kini, sehingga belum bisa kritis terhadap suatu isu, takut untuk menuliskan pendapat karena khawatir sumber saya tak valid atau memang karena sayanya yang kurang membaca sumber?
Pada suatu twit oleh sebuah akun (yang saya lupa siapa?) mempertanyakan apakah kamu seorang intelektual atau hanya pengumpul pengetahuan?
Saya langsung bisa menjawab bahwa saya merupakan pengumpul pengetahuan yang cuma hobi mengumpulkan pengetahuan apapun tanpa bisa menelaah dan mengkritisi secara lanjut, namun jelas ingin suatu saat benar-benar bisa jadi intelektual. Berbeda halnya dengan berkomentar dan menulis catatan perjalanan ataupun resep masakan, karena semua dialami sendiri , maka tak ada kekhawatiran dalam penyampaiannya.
Ya, saya rasa saya ga punya talent atau minat spesifik pada suatu bidang namun pada banyak hal, sehingga saya tidak bisa tahu banyak mengenai sesuatu, namun sedikit sedikit tahu pada banyak hal. Itulah saya kira yang menjadi ganjalan kenapa saya ga terlalu percaya diri untuk memberikan posisi pada suatu isu yaitu karena sumber yang hanya sepotong sepotong dan kekhawatiran bahwa argumen saya ga berlandaskan sumber yang valid.
Terlebih medsos jaman sekarang menurut saya serem. Serem gimana? Serem karena kita ga tau mana berita yang benar mana yang salah, mana yang fakta mana yang rekayasa, mana yang asli mana yang konspirasi. Banyak sumber makin bingung sendiri. Saya selama ini juga memfollow banyak orang di twitter dari yang kanan sampai kiri, dari yang pro khilafah atau pro nkri semuanya saya ikuti dengan tujuan ingin tau masing masing dari semua sisi. Intinya pemaksimalan tabayyun.
Sekali lagi, saya bener bener salut sama teman teman yang selalu bisa memposisikan pendapat mereka dalam memandang suatu isu dan saya juga sedikit sedikit akan belajar untuk tak menjadi manusia setengah setengah.
Semua Paragrap yang di sembunyikanlv
13.1.17
Bangkok Street Food : Juaranya Kuliner Jalanan
Did yo know that Bangkok and street food is a same thing? It's a synonym !!
![]() |
| Bangkok Street Food (cr: tastythailand.com) |
![]() |
| Spring Roll (cr: dreamstime.com) |
![]() |
| mango sticky rice (cr : eatingthaifood.com) |
![]() |
| tom yum (cr:choodoris.blogspot.com) |
![]() |
| fried insect alias serangga goreng !! (doc.pribadi) |
| aneka jajanan unyuuuu ga tega makannya (doc.pribadi) |
16.6.16
22.12.15
Learning another way to conduct social research
Although sociology and international relations both come from social science but i find they have different type of research project.
My undergraduate thesis ( it's about e-waste trade) use literature review which is all of it use secondary data. Thus i had intimate relationship just with internet, journals and book.
On the other hand, my soon-to-be master thesis which is about radicalism and pesantren will use phenomenology and it's like new experience for me bcs i have to do some depth interview and observations beside tracking another literature.
I wish i could make that challenge and finish my thesis well, wish me luck
1.10.15
Mendefinisikan Fiddunya hasanah wa fil Akhiroti Hasanah (Baik di Dunia & baik di akhirat)
30.8.15
Kinda parenting goal
Scrolling thru facebook feeds and found this gem,
Langsung berdoa :
Dear my future children,
Semoga jadi anak sholeh sholehah dan suka membaca ya :)
24.8.15
Always keep this as my wish list
Halo, being married make me rarely to post something on my blog ? Not really, i have more free time tho. Cuma ga kepikiran mau nulis apa di blog hehehe
Jadi gini, daftar haji di indonesia antrinya udah panjang banget, it takes 18 years to wait, jumlah penduduk indonesia yg pingin berangkat haji ga sebanding dengan kuota yg tersedia.
Waktu SMA dulu pernah baca tentang haji backpacker yg berangkat lewat darat, jadi ga perlu pake antri lama dibanding ikut haji kuota nasional.
So, this is always be my wish list, walau berasanya serem kalau harus melintasi berbagai negara dan kantor imigrasi, belum lagi resiko keamanan tp siapa tahu Allah menakdirkan untuk bisa mengunjungi rumah Allah lewat jalan tersebut. alternatif lain, bisa juga pergi lewat negara minoritas muslim kayak bangkok atau jepang, sudah baca juga dr blog orang2 yg udah mengalami hal tersebut. Aku belum pernah ngobrolin ini sih sama mas ijad, and im gonna tell him about this soon :) Pada akhirnya, tugasku cuma selalu berdoa dan berusaha. Apapun jalannya, semoga selalu di mudahkan sama Allah.
Aaminn ya robbal alamin
This post is inspired by this pic
Ga nyambung yo hehe
14.4.15
What exactly interest me about
Here we go again on my never ending journey for redefining myself. On almost 24 years, i haven't found what exactly interest me, i'm still too random and out of focus. This post come out because i feel nothing and got nothing significant life lesson this far. I realize that mostly my lecturer have one focus that interest, on example prof. Edi as expert on maritime society, prof keppi on woman studies, prof widodo on social crime and law, and my undergraduate lecturer mr safril on globalization and terrorism. And they give all their effort to do some research or interest on their focus, so they then can be called as expert on their fields. Then i look at myself searching what really interest me , oh God i never can be focus. In other side one of my lecturer didn't choose to one major, he took unlinked major on his study from undergraduate till phd, but the way he teach is not as good as other. I'm not trying to make a generalization though, at first i thought that knowing everything is cool but i know that you can't know everything as a whole expertly, or it called setengah setengah, tidak membumi. I've tried to focus in something but other thing distract me. Ya Tuhan aku butuh ilham
24.3.15
Mas ijad said : Olahraga > make up
I hope it's not too late for me to make "sport" as my new lifestyle. Recently I felt so weak and easy to feel tired. Mas ijad told me i dont have to put too much make up for daily, even i just put bedak and lipgloss for attending some event such as wedding party or friend's graduation. Lucky me bcs basically im not to interest with make up thingy, and that's why i can't do that LOL. Mas ijad just advice me to doing sport, yoga, senam or another thing like that than push me to do make up. He can be so angry if i just too busy with my phone, and push me to do some sport, or take me to play badminton with him. He often drive me to campus but only till in front of gate, not to FISIP building in order to make me walk :D "make up is not everything, if you're healthy, you automatically looks bright and beautiful, so make sport as a part of your lifestyle"
Oke deh kakaaaak :)
XOXO
7.2.15
Teguran
Permulaan dari suatu tahap memang ga pernah mudah. Trial and error lumrah jadi lakuan. Aku mau cerita nih, jadi aku sama mas ijad lagi merintis suatu usaha, kami mencoba membuat super mini market, kenapa super mini ? Ya karena emang barang2nya belum lengkap hehehe
Beberapa bulan terakhir kami fokus nyiapin persiapan toko, kayak bikin rak, nge cat sama ngumpulin item2 buat ngisi toko.
Singkat cerita, pada tanggal 31 januari kemarin, toko-yg-belum-ada-namanya-ini akhirnya buka, bismillah
Ya memang respon pasar masih belum memuaskan, padahal kami sudah pasang banyak promo lhooo yatapi namanya juga awal buka, masih perkenalan,
Namun, selama seminggu buka toko, belum ada halangan yg berarti, hingga hari ini, tadi pagi tepatnya, kami dapat teguran dari Allah melalui sales barang yg abal abal alias tipu2 entah gimana caranya berhasil mempengaruhi kami untuk membeli item2 yg ditawarkan dengn harga yang ga wajar, jumlahnya memang ga bombastis, tapi besar untuk ukuran kami yg baru saja buka toko.
Ya mungkin tiap bisnis memang harus ngalamin gini dulu kali ya, buat pengalaman, ga ada yg langsung mulus, jdi inget dulu aku jg pernh ketipu paa jual pulsa nih jadinya.
Semangat ya mbak bita dan mas ijad, maju terusss
18.1.15
Rumput Tetangga dan lukisan crayon
"Rumput tetangga memang selalu tampak lebih hijau" begitu memang kata banyak orang.
Mudah sekali rasanya untuk terpukau dan kagum ketika melihat pencapaian seseorang, ingin rasanya berada pada posisi tersebut.
Namun, kita tidak pernah tau apa yang sebenarnya tidak tampak. Sesuatu yang terlihat dari jauh mgkn saja tak terlihat rapuhnya.
Ketika masih di sekolah dasar dulu, karya gambar crayonku selalu tampak bagus ketika dipajang atau dilihat dari kejauhan, namun bnyk sekali kekurangan ketika dilihat dengan detail, seperti bagian yg warnanya tidak rata, atau warna yang tidak blend. Nah, begitu pula dengan rumput tetangga, bukan? Mungkin saja.
Boleh saja mengagumi pencapaian seseorang, namun jangan dibutakan, dijadikan sebagai motivasi untuk lebih baik saja, oke
Semoga senantiasa menjadi hamba yang pandai bersyukur ya, bita :)
23.10.14
New stage of life
It's been so long that I didn't hit this blog, sinceI stepped to new stages of life in these recent 3 month. Yap, I am a postgrad student now and already taken by a man from malang as his wife.
Really I never expect for taking master degree in malang, and majoring sociology. Its like you guys have been know that I've been dreaming about taking overseas scholarship program. These lately years are full of lesson, I made big decision for marry a man whom I just know for about a year and choose to taking master in malang rather than struggling to reach my overseas study dream.
Everybody is asking why I decide to take sociology because Its not linear with my major before, but for me its not about linear or not linear, everybody has their own reason behind their decision, i like social studies nand I found that sociology seems more match with my background. I am not saying that I regret my previous major, indeed I am really thankful for feel the international relation atmosphere for past 4 years.
Now I am enjoying my life both as a wife and postgrad student, wish me luck :)
11.10.14
Let say that you've been fell the satisfied feeling about get lost, about taking long journey, seeking experiences and so on. And you said that it's not interesting anymore to pack a backpack, wear a shoes and travel again.
Let say that she's not fulfilled a perfect criteria for never-ending "life-traveling" mate, because she always fells inferior and afraid with you, rather than respect to you.






