30.7.24

hello again

sempat lupa pasword, tapi alhamdulillah masih rejeki bisa masuk tanpa drama gonta ganti pasword. 
tiba tiba pingin nulis di blog lagi setelah berapa tahun hiatus karena belakangan sering nulisnya di twitter atau instagram, eh kalau di twitter tuh lebih ke sambat sih ya. 

lucu juga, buka blog sambil random baca tulisan lama, its the proof that people is changing. Bita yang lama tentu banyak perubahan dengan bita yang sekarang. Persamaannya cuman nih orang masih kebingungan. masih bingung aja, bahkan bingung apa yang dibingungkan, atau sebenarnya udah tau,tapi bingung nulisnya gimana (tuh kan)

berkali kali meyakinkan diri that " youre strong, youre worth" but mostly still feeling weak and unmotivated. 

diulang lagi "you are strong, you are worth, you can be better" 

you can be better. 


Paragraf Pertama
Semua Paragrap yang di sembunyikan

26.7.21

Astaghfirullahaladzim innahu kaaana ghoffaro

mood swing

Entah kenapa kalau mau mens itu emosi bisa rapuh sekaligus meledak ledak walau kesentil problema kehidupan yang kalau dipikir pikir ya biasa aja kan, namanya hidup. Butuh Konsul ke psikiater deh aku kayaknya atau banyak yg gini kalo pas pms?

13.12.19

Kevin

Entah siapa ibu-nya, bapaknya, keluarga nya, darimana dia berasal ga ada yg tau. Seorang sopir menitipkannya padapkami hampir setahun yg lalu. Postingan ini kubuat khusus untuk Kevin, anak yg dianugerahi Allah tidak bisa bicara dan mendengar.

Hari ini Kevin dipindah setelah hampir 1 tahun tinggal di sini. Alasan kepindahannya karena kami kesulitan menangani anak dengan disabilitas. Bukan hanya di lingkungan panti dan sekolah saja, tapi tetangga sekitar juga sering terganggu dengan tingkah Kevin.

Aku paham, kenakalannya murni karena dia tidak tau dan memang keterbatasan dia tapi kenapa aku tetep ga bisa sabar, aku minta maaf ya Kevin,

semoga Kevin bisa berbahagia, punya banyak teman dan keluarga baru yg sayang sama Kevin. Semoga Kevin bisa memaafkan ya, maaf yaa kevin 😭



 Parag Pertama
Semua Paragrap yang di sembunyikan

4.6.18

#

Pagi ini emosi sekali, mungkin ini puncak kemarahanku dalam mengurus anak anak. Ada satu anak panti asuhan, sebut saja R. Usianya 9 tahun, harusnya sudah kelas 3 atau 4 tapi masih kelas 2 karena waktu kesini tidak membawa dokumen sekolah lengkap sehingga dia harus mengulang kelas 1. R bukan yatim piatu sebenernya tapi dia datang dari keluarga broken home. Ibunya mengalami depresi dan ayahnya entah kemana, sehingga dia diasuh bude nya. Budenya menitipkan di panti karena bekerja seharian sehingga tidak bisa mengurus R.
Sejak kedatangannya berkali kali saya diuji dengan tingkah lakunya. Dia bukannya nakal, tapi nyebelin (bingung juga milih kata - kata yang tepat) intinya kelakuannya itu bikin gak habis pikir.. Kok bisa sih anak ini begini ?
R ini cengeng, cengengnya gak ketulungan. Berantem dikit sama temennya nangis, apa sedikit nangis, anu sedikit nangis.
R ini belum bisa manajemen diri, memang aku juga paham anak sekecil itu umur 9 tahun harus tinggal di asrama tanpa orangtua dan masa kecil dr keluarga broken mungkin mempengaruhi sifatnya. Aku maklum.. Maka harus sabar mengingatkan dan menasehati.. Tapi ini sudah 2 tahun dia disini manajemen dirinya masih kacau sekali padahal ada anak panti lain yang seumuran dia ya gak susah2 amat ngurusnya (terlepas memang tiap anak beda beda ya). Contohnya dia kalau ga di suruh ga bergerak, mandi, makan, bangun tidur, cuci baju kalau ga disuruh ga bergerak ga otomatis jalan sendiri. (FYI Kalau nyuci emang dilatih untuk nyuci sendiri untuk pakaian yg ringan2.. Kalau jaket celana jeans selimut dan sejenis di laundrykan) pernah saya nyuruh ngumpulin baju kotor untuk dilaundry udah selesai udah rapi masuk lemari.. Beberapa hari kemudian saya suruh nyuci sisa baju yg kotor sendiri, tau gak.. Waktu aku cek dia nyuci baju yang udah bersih yang udah aku laundry kan 😢😢😢😢. Masalah makan, kata ibu yg bagian masak dia paling males makan jadi sering sakit sehingga harus sering dikontrol makannya. Ditanya apa sudah makan apa belum.. Pernah siang lupa makan, aku nanya kenapa kok ga makan ? Jawabannya karena ga ada yg mengingatkan (jadi pusing jg kenapa nunggu diingatkan dulu kalo mau makan 😢😢)
Masalah tas, setahun si R udah ganti tas 4 kali bayangkan, ternyata kalau sekolah dia bawa semua buku pelajaran bawa semua kotak pinsil dan alat alat yang dia punya. Jadi tasnya berat.. Sudahbseringkali ku bilang bawa pelajaran sesuai jadwal aja.. Tetep aja diulangi .. Jadi harus bolak balik cek tasnya.. Belum lagi kalau ke rumah temen atau pas pulang ke budenya dalem tasnya diisi buku mainan baju dll sampe tasnya ga muat.. Hmm pokoknya banyaaak lagi kelakuan2nya yang bikin ga habis pikir. Padahal di kelas atau di sekolah ga ada masalah.. Termasuk yang diatas rata2 nangkep pelajarannya.
Bagian paling bikin jengkel adalah R sukanya kabur, main ga pamit sehingga kita bingung nyari dia dimana. Bolos sekolah main ke teman atau pulang ke rumah budenya naik angkot ( jaraknya sekitar 5/6km an dr panti) pernah ngambek terus jalan kaki dari panti pulang ke budenya, pernah juga naik sepeda.
Beberapa hari kemarin dia pulang ke rumah budenya tanpa pamit, jadi bolos sekolah langsung naik angkot ke rumah budenya 4 hari, kemudian kembali lagi kesini diantar mas nya dan malemnya pun masih tidur di rumah temennya.
Hari ini harusnya masuk sekolah, dari kemarin sudah aku antisipasi kutanya seragamnya apa sudah siap buat hari senin? Pagi2 sudah kubangunkan.. Mandi siap2 ternyata eh ternyata di ga jadi sekolah diem aja di kamar tak tanya lho kok belum berangkat?  Katanya bajunya masih basah, bilangnya nyucinya udah dari kemarin tapi aku cek bajunya bener2 basah banget berasa airnya gak mungkin kalo udah kemarin nyuci. Jadi aku pinjamkan baju temennya yang hari ini pondok romadlon jadi pake baju bebas tak antar ke sekolah karena terlambat. Di tengah jalan dia malah nangis karena malu pake baju dan celana lengan panjang.. Padahal it's ok kok sekolahnya, malu kalau nanti di tertawakan temennya karena pake lengan panjang. Puasa dan pagi pagi udah dibikin sebel aku pun lost kontrol, aku pukul dia 4 atau 5 kali punggung sama tangannya sumpah geregetan sekali rasanya.
Habis mukul ku peluk ku elus2 punggungnya tak bikang aku mukul setan yang bikin kamu males.. aku jadi ikutan pingin nangis, gemeter.. nyesel banget kenapa aku pukul, aku udah usaha biar dia masuk sekolah biar ga terlambat karena di udah sering bolos kemarin pas kabur itu.
Akhirnya dia tetep kekeuh ga mau sekolah katanya malu pake baju lengan panjang, dia jongkok ga mau jalan. Yaudah akhirnya aku nyerah udah tas nya tak bawa balik dia kutinggal didepan gang aku udah terlambat mau ngurus toko.. Dan sekarang dia udah keliatan main sama temen kampung yang sekolahnya libur sudah ga nangis.
Aku nulis ini tujuannya bukan njelek2in si R, tapi lebih kepada instrospeksi buat aku.. Tujuannya sebenernya buat healing, healing aku sendiri yang emotionally dan phisically drained. Astaghfirullahaladzim smoga aku bisa sabar.

1.12.17

9.6.17

Sebagaimana teman teman ku yang kritis

Selama ini saya merupakan silent reader di hampir semua medsos dalam membahas topik topik tertentu.  Memang,  belakangan banyak sekali topik panas bergulir di semua lini medsos (walau sebenarnya  dari  dulu topik topik akan selalu ada dan bermunculan) perkembangan teknologi dan informasi lah yang membuat semuanya tumpah jadi satu dan bisa diakses tanpa batas. Jadi wajarlah semua medsos kini berubah jadi ladang "pertengkaran" dalam mendebat isu isu tersebut.

Menarik rasanya mengetahui posisi seseorang dan orang lainnya dalam memandang suatu perkara.  Oh,  si ini pandangannya konservatif,  oh si ini agak liberal dst. Walau menurut pendapat saya bbrp argumen teman teman ga ada yang sepenuhnya benar atau sepenuhnya salah,  karena kebenaran itu relatif dan ga ada kebenaran yang mutlak,  iya ga sih? Saya berbicara begitu bukan karena saya sok tahu mana yang benar atau mana yang salah.  Hal tersebut karena terlalu skeptisnya saya dalam menerima sebuah berita yang beredar di medsos dan keskeptisan tersebut membuat saya jarang sekali bisa berkomentar dan menjelaskan posisi saya dalam suatu isu.  

Walaupun begitu,  jangan dikira saya bangga dengan ke skeptisan saya,  saya justru iri terhadap teman teman yang bisa dengan cepat, lugas dan jelas dalam menetukan posisi mereka pada suatu isu. Bukannya berada di tengah sebagai manusia pengamat yang setengah setengah tak berposisi dan tak memberi argumen pula. 

Saya juga jadi penasaran,  apa sebenarnya yang terlewati dalam proses pembelajaran saya hingga kini,  sehingga belum bisa kritis terhadap suatu isu,  takut untuk menuliskan pendapat karena khawatir sumber saya tak valid atau memang karena sayanya yang kurang membaca sumber?  

Pada suatu twit oleh sebuah akun (yang saya lupa siapa?) mempertanyakan apakah kamu seorang intelektual atau hanya pengumpul pengetahuan?  

Saya langsung bisa menjawab bahwa  saya merupakan pengumpul pengetahuan yang cuma hobi mengumpulkan pengetahuan apapun tanpa bisa menelaah dan mengkritisi secara lanjut,  namun jelas ingin suatu saat benar-benar bisa jadi intelektual. Berbeda halnya dengan berkomentar dan menulis catatan perjalanan ataupun resep masakan, karena semua dialami sendiri , maka tak ada kekhawatiran dalam penyampaiannya. 

Ya, saya rasa saya ga punya talent atau minat spesifik  pada suatu bidang namun pada banyak hal, sehingga saya tidak bisa tahu banyak mengenai sesuatu,  namun sedikit sedikit  tahu pada banyak hal.  Itulah saya kira yang menjadi ganjalan kenapa saya ga terlalu percaya diri untuk memberikan posisi pada suatu isu yaitu karena sumber yang hanya sepotong sepotong dan kekhawatiran bahwa argumen saya ga berlandaskan sumber yang valid. 

Terlebih medsos jaman sekarang menurut saya serem.  Serem gimana?  Serem karena kita ga tau mana berita yang benar mana yang salah, mana yang fakta mana yang rekayasa, mana yang asli mana yang konspirasi. Banyak sumber makin bingung sendiri.  Saya selama ini juga memfollow banyak orang di twitter dari yang kanan sampai kiri,  dari yang pro khilafah atau pro nkri semuanya saya ikuti dengan tujuan ingin tau masing masing dari semua sisi. Intinya pemaksimalan tabayyun.  

Sekali lagi,  saya bener bener salut sama teman teman yang selalu bisa memposisikan pendapat mereka dalam memandang suatu isu dan saya juga sedikit sedikit akan belajar untuk tak menjadi manusia setengah setengah. 

Semua Paragrap yang di sembunyikanlv

13.1.17

Bangkok Street Food : Juaranya Kuliner Jalanan


Did yo know that Bangkok and street food is a same thing?  It's a synonym !! 

Mencari kota wisata yang tidak hanya menyuguhkan deretan destinasi indah namun juga surga bagi pecinta makanan? Jelas, Bangkok juaranya! Bangkok dan Surga Makanan merupakan sinonim bak 2 sejoli, yang tak dapat terpisahkan.  Tidak hanya di titik wisata , namun tenda tenda street food di Bangkok bertebaran dari jalan utama hingga ke gang gang kecil. Kadang buka hanya saat siang,  atau hanya saat malam ada juga yang seharian. Dengan aneka bentuk rupa, rasa dan bau - bau an yang khas. Sungguh menarik seluruh panca indra untuk tidak melewatkannya. 

Jajanan-jalanan yang mainstream di Bangkok di dominasi oleh bahan makanan yang digoreng atau ditumis tumis, yang terkenal seperti spring roll,  pad thai, aneka ikan, dumpling atau daging yang ditusuk seperti sate lalu yang kuah-kuah seperti tom yum.  Kemudian ada yang di bakar - bakar biasanya seperti udang,  ikan, cumi -cumi hingga baby gurita yanh disajikan dengan saus yang rasanya aduhai menggoda iman.  Ada juga jajanan yang manis - manis segar seperti thai iced tea,  som tam, mango sticky rice dan banyak lagi. 

Bangkok Street Food (cr: tastythailand.com)


Spring Roll (cr: dreamstime.com)

mango sticky rice (cr : eatingthaifood.com)
tom yum (cr:choodoris.blogspot.com)



Yang menarik,  Selain pilihan yang melimpah dan rasa yang enak,  kuliner jalanan di Bangkok juga menawarkan pengalaman makan yang penuh sensasi. Yaitu momen ketika kamu menemukan makanan yang lezat , rasa rempah khas,  tampilan unik sekaligus memberi perasaan deg-deg an atau heboh saking excitednya.

Nah, salah satu highlight kuliner jalanan Bangkok yang harus dicoba yaitu aneka macam makanan atau camilan ekstrim dimana makanan tersebut tidak terlalu banyak dijumpai daripada primadona jenis kuliner lain yang sudah disebutkan diatas.  Cemilan ekstrim ini berupa fried insect atau serangga goreng yang tidak lazim di makan sehari- hari seperti belalang, belatung, kalanjengking bahkan kecoa, ewww !! Penulis sendiri hanya pernah mencoba belalang goreng, karena ragu apa yang lainnya halal apa engga hehe. Walau awalnya deg deg an tapi saat dicoba rasanya emang enak banget mirip mirip udang goreng. Uniknya jika ingin memotret makanan ini kita dikenai biaya 10 bath atau sekitar 4 atau 5 ribu rupiah. 

fried insect alias serangga goreng !! (doc.pribadi)

Jika kurang bernyali untuk mencoba jenis ekstrim food,  bisa juga banting setir berburu kuliner unyu unyu,  ada jajanan tradisional,  pastry,  donat yang berukuran mini dengan berbagai topping ada juga aneka jenis jajanan tusuk seperti sosis goreng, ikan, fish cake,  bakso dan lainnya yang eyegasm banget. 


aneka jajanan unyuuuu ga tega makannya (doc.pribadi)


Oh ya,  bagi kawan - kawan muslim jangan ragu untuk bertanya pada penjual apakah makanan yang dijual halal? Berdasarkan pengalaman penulis sendiri, rata - rata penjual kuliner jalanan di Bangkok ramah ramah lho, pernah mengalami sebelum bertanya penjualnya malah yang memberitahu lebih dulu kalau makanannya mengandung babi (karena penulis memakai jilbab) kalau masih ragu, penjual street food yang muslim juga cukup banyak ditemui, biasanya ada label muslim food atau halal food. Pokoknya kuliner jalanan di Bangkok TOP BGT deh.

Yuuk pada main ke Bangkok, yuuk !!

22.12.15

Learning another way to conduct social research

Although sociology and international relations both come from social science but i find they have different type of research project.
My undergraduate thesis ( it's about e-waste trade) use literature review which is all of it use secondary data. Thus i had intimate relationship just with internet, journals and book.
On the other hand, my soon-to-be master thesis which is about radicalism and pesantren will use phenomenology and it's like new experience for me bcs i have to do some depth interview and observations beside tracking another literature.
I wish i could make that challenge and finish my thesis well, wish me luck

1.10.15

Mendefinisikan Fiddunya hasanah wa fil Akhiroti Hasanah (Baik di Dunia & baik di akhirat)

Bagaimana jika sesuatu yang kau yakini dan kau perjuangkan tiba tiba menjadi tanpa makna sama sekali ? mungkin saya tak pandai menulis sebuah intro tulisan yang bagus, tak pandai juga dalam memuat sebuah logic tulisan secara utuh dan terstruktur sehingga tulisan saya sering kali susah untuk dipahami karena fokusnya kemana mana, namun jelaslah saat ini saya sedang mengalami kebingungan perihal perubahan pandangan hidup karena beberapa peristiwa yang saya alami belakangan ini. 
Bahasan tentang ilmu hakikat, ma'rifat, syariat menjadi suguhan yang sering saya "nikmati". Saya memang baru dan tidak mengetahui banyak perkara ini sehingga seringkali saya dibuat galau dengan ketiga hal tersebut karena beberapa hal menjadi bertentangan antara satu sama lain. 
Garis besar yang saya tangkap bahwa ilmu hakikat intinya adalah menyatu dengan Allah, semua yang terjadi di Dunia ini sejatinya ya Allah, kita tidak usah terlalu bigung memikirkan dunia karena toh kehidupan yang sebenarnya adalah di Akhirat, selamat di Akhirat.  
Lalu bagaimana dengan definisi selamat di Dunia ? Selama ini saya mendefinisikanya sebagai berbuat hal hal yang baik dan bermanfaat di dunia. intinya, mengerjakan perintahnya dan menjauhi larangannya, giat belajar, patuh pada orang tua, beraklaqul karimah, mengasilkan karya, berbuat baik dan memberi kemanfaatan bagi orang lain. saya sendiri merupakan anak yang suka penasaran dan memiliki impian seabrek yang menuntut saya untuk selalu berusaha keas utuk mewujudkan impian impian tersebut satu persatu.
Namun, melalui sumber "pelajaran" saya terkait ilmu hakikat tersebut saya sering diingatkan bahwa buat apa jadi orang yang berhasil, diuwongke oleh orang lain, diperhatikan oleh orang lain namun tidak diperhatikan oleh Allah ? Syariatnya, memang kita diharuskan untuk berdakwah, berjuang untuk agama Allah namun hakekatnya lebih baik jadi orang biasa biasa saja, yang ga diperhatikan manusia.
semangat saya pun perlahan jadi runtuh, mimpi mimpi yang saya bangun mendadak terlihat kabur, seperti tidak ingin diwujudkan lagi. Sikap tersebut belakangan saya ketahui dinamakan sikap zuhud, mungkin mirip dengan sufisme yang secara garis besar menghindari kepopuleran dan puja puji manusia, dan hanya berharap perhatian dari Allah.  yang jadi pertanyaan kemudian, apakah fiddunnya hasanah itu berarti mengamalkan sikap zuhud? Bagaimana jika sikap zuhud mempengaruhi dan atau merubah semangat kita untuk meraih sesuatu? Please tell me
to be continued
Mengapa  Paragraf Pertama
Semua Paragrap yang di sembunyikan

30.8.15

Kinda parenting goal

Scrolling thru facebook feeds and found this gem,
Langsung berdoa :
Dear my future children,
Semoga jadi anak sholeh sholehah dan suka membaca ya :)

24.8.15

Always keep this as my wish list

Halo, being married make me rarely to post something on my blog ? Not really, i have more free time tho. Cuma ga kepikiran mau nulis apa di blog hehehe
Jadi gini, daftar haji di indonesia antrinya udah panjang banget, it takes 18 years to wait, jumlah penduduk indonesia yg pingin berangkat haji ga sebanding dengan kuota yg tersedia.
Waktu SMA dulu pernah baca tentang haji backpacker yg berangkat lewat darat, jadi ga perlu pake antri lama dibanding ikut haji kuota nasional.
So, this is always be my wish list, walau berasanya serem kalau harus melintasi berbagai negara dan kantor imigrasi, belum lagi resiko keamanan tp siapa tahu Allah menakdirkan untuk bisa mengunjungi rumah Allah lewat jalan tersebut. alternatif lain, bisa juga pergi lewat negara minoritas muslim kayak bangkok atau jepang, sudah baca juga dr blog orang2 yg udah mengalami hal tersebut. Aku belum pernah ngobrolin ini sih sama mas ijad, and im gonna tell him  about this soon :) Pada akhirnya, tugasku cuma selalu berdoa dan berusaha. Apapun jalannya, semoga selalu di mudahkan sama Allah.
Aaminn ya robbal alamin

This post is inspired by this pic
Ga nyambung yo hehe

14.4.15

What exactly interest me about

Here we go again on my never ending journey for redefining myself. On almost 24 years, i haven't found what exactly interest me, i'm still too random and out of focus. This post come out because i feel nothing and got nothing significant life lesson this far. I realize that mostly my lecturer have one focus that interest, on example prof. Edi as expert on maritime society, prof keppi on woman studies, prof widodo on social crime and law, and my undergraduate lecturer mr safril on globalization and terrorism. And they give all their effort to do some research or interest on their focus, so they then can be called as expert on their fields. Then i look at myself searching what really interest me , oh God i never can be focus. In other side one of my lecturer didn't choose to one major, he took unlinked major on his study from undergraduate till phd, but the way he teach is not as good as other. I'm not trying to make a generalization though, at first i thought that knowing everything is cool but i know that you can't know everything as a whole expertly, or it called setengah setengah, tidak membumi. I've tried to focus in something but other thing distract me. Ya Tuhan aku butuh ilham

11.4.15

Jadikanlah sholat dan sabar sebagai penolongmu

Sabar yaaaaa bitaaaaa :)

24.3.15

Mas ijad said : Olahraga > make up

I hope it's not too late for me to make "sport" as my new lifestyle. Recently I felt so weak and easy to feel tired. Mas ijad told me i dont have to put too much make up for daily, even i just put bedak and lipgloss for attending some event such as wedding party or friend's graduation. Lucky me bcs basically im not to interest with make up thingy, and that's why i can't do that LOL. Mas ijad just advice me to doing sport, yoga, senam or another thing like that than push me to do make up. He can be so angry if i just too busy with my phone, and push me to do some sport, or take me to play badminton with him. He often drive me to campus but only till in front of gate, not to FISIP building in order to make me walk :D "make up is not everything, if you're healthy, you automatically looks bright and beautiful, so make sport as a part of your lifestyle"
Oke deh kakaaaak :)
XOXO

7.2.15

Teguran

Permulaan dari suatu tahap memang ga pernah mudah. Trial and error lumrah jadi lakuan. Aku mau cerita nih, jadi aku sama mas ijad lagi merintis suatu usaha, kami mencoba membuat super mini market, kenapa super mini ? Ya karena emang barang2nya belum lengkap hehehe
Beberapa bulan terakhir kami   fokus nyiapin persiapan toko, kayak bikin rak, nge cat sama ngumpulin item2 buat ngisi toko.
Singkat cerita, pada tanggal 31 januari kemarin, toko-yg-belum-ada-namanya-ini akhirnya buka, bismillah
Ya memang respon pasar masih belum memuaskan, padahal kami sudah pasang banyak promo lhooo yatapi namanya juga awal buka, masih perkenalan,
Namun, selama seminggu buka toko, belum ada halangan yg berarti, hingga hari ini, tadi pagi tepatnya, kami dapat teguran dari Allah melalui sales barang yg abal abal alias tipu2 entah gimana caranya berhasil mempengaruhi kami untuk membeli item2 yg ditawarkan dengn harga yang ga wajar, jumlahnya memang ga bombastis, tapi besar untuk ukuran kami yg baru saja buka toko.
Ya mungkin tiap bisnis memang harus ngalamin gini dulu kali ya, buat pengalaman, ga ada yg langsung mulus, jdi inget dulu aku jg pernh ketipu paa jual pulsa nih jadinya.
Semangat ya mbak bita dan mas ijad, maju terusss

18.1.15

Rumput Tetangga dan lukisan crayon

"Rumput tetangga memang selalu tampak lebih hijau" begitu memang kata banyak orang.
Mudah sekali rasanya untuk terpukau dan kagum ketika melihat pencapaian seseorang, ingin rasanya berada pada posisi tersebut.
Namun, kita tidak pernah tau apa yang sebenarnya tidak tampak. Sesuatu yang terlihat dari jauh mgkn saja tak terlihat rapuhnya.
Ketika masih di sekolah dasar dulu, karya gambar crayonku selalu tampak bagus ketika dipajang atau dilihat dari kejauhan, namun bnyk sekali kekurangan ketika dilihat dengan detail, seperti bagian yg warnanya tidak rata, atau warna yang tidak blend. Nah, begitu pula dengan rumput tetangga, bukan? Mungkin saja.
Boleh saja mengagumi pencapaian seseorang, namun jangan dibutakan, dijadikan sebagai motivasi untuk lebih baik saja, oke
Semoga senantiasa menjadi hamba yang pandai bersyukur ya, bita :)

23.10.14

New stage of life

It's been so long that I didn't hit this blog, sinceI stepped to new stages of life in these recent 3 month. Yap, I am a postgrad student now and already taken by a man from malang as his wife.
Really I never expect for taking master degree in malang, and majoring sociology.  Its like you guys have been know that I've been dreaming about taking overseas scholarship program. These lately years are full of lesson, I made big decision for marry a man whom I just know for about a year and choose to taking master in malang rather than struggling to reach my overseas study dream.
Everybody is asking why I decide to take sociology because Its not linear with my major before, but for me its not about linear or not linear, everybody has their own reason behind their decision,  i like social studies nand I found that sociology seems more match with my background. I am not saying that I regret my previous major, indeed I am really thankful for feel the international relation atmosphere for past 4 years.
Now I am enjoying my life both as a wife and postgrad student, wish me luck :)

11.10.14

Let say that you've been fell the satisfied feeling about get lost, about taking long journey, seeking experiences and so on. And you said that it's not interesting anymore to pack a backpack, wear a shoes and travel again.
Let say that she's not fulfilled a perfect criteria for never-ending "life-traveling" mate, because she always fells inferior and afraid with you, rather than respect to you.