13.1.17

Bangkok Street Food : Juaranya Kuliner Jalanan


Did yo know that Bangkok and street food is a same thing?  It's a synonym !! 

Mencari kota wisata yang tidak hanya menyuguhkan deretan destinasi indah namun juga surga bagi pecinta makanan? Jelas, Bangkok juaranya! Bangkok dan Surga Makanan merupakan sinonim bak 2 sejoli, yang tak dapat terpisahkan.  Tidak hanya di titik wisata , namun tenda tenda street food di Bangkok bertebaran dari jalan utama hingga ke gang gang kecil. Kadang buka hanya saat siang,  atau hanya saat malam ada juga yang seharian. Dengan aneka bentuk rupa, rasa dan bau - bau an yang khas. Sungguh menarik seluruh panca indra untuk tidak melewatkannya. 

Jajanan-jalanan yang mainstream di Bangkok di dominasi oleh bahan makanan yang digoreng atau ditumis tumis, yang terkenal seperti spring roll,  pad thai, aneka ikan, dumpling atau daging yang ditusuk seperti sate lalu yang kuah-kuah seperti tom yum.  Kemudian ada yang di bakar - bakar biasanya seperti udang,  ikan, cumi -cumi hingga baby gurita yanh disajikan dengan saus yang rasanya aduhai menggoda iman.  Ada juga jajanan yang manis - manis segar seperti thai iced tea,  som tam, mango sticky rice dan banyak lagi. 

Bangkok Street Food (cr: tastythailand.com)


Spring Roll (cr: dreamstime.com)

mango sticky rice (cr : eatingthaifood.com)
tom yum (cr:choodoris.blogspot.com)



Yang menarik,  Selain pilihan yang melimpah dan rasa yang enak,  kuliner jalanan di Bangkok juga menawarkan pengalaman makan yang penuh sensasi. Yaitu momen ketika kamu menemukan makanan yang lezat , rasa rempah khas,  tampilan unik sekaligus memberi perasaan deg-deg an atau heboh saking excitednya.

Nah, salah satu highlight kuliner jalanan Bangkok yang harus dicoba yaitu aneka macam makanan atau camilan ekstrim dimana makanan tersebut tidak terlalu banyak dijumpai daripada primadona jenis kuliner lain yang sudah disebutkan diatas.  Cemilan ekstrim ini berupa fried insect atau serangga goreng yang tidak lazim di makan sehari- hari seperti belalang, belatung, kalanjengking bahkan kecoa, ewww !! Penulis sendiri hanya pernah mencoba belalang goreng, karena ragu apa yang lainnya halal apa engga hehe. Walau awalnya deg deg an tapi saat dicoba rasanya emang enak banget mirip mirip udang goreng. Uniknya jika ingin memotret makanan ini kita dikenai biaya 10 bath atau sekitar 4 atau 5 ribu rupiah. 

fried insect alias serangga goreng !! (doc.pribadi)

Jika kurang bernyali untuk mencoba jenis ekstrim food,  bisa juga banting setir berburu kuliner unyu unyu,  ada jajanan tradisional,  pastry,  donat yang berukuran mini dengan berbagai topping ada juga aneka jenis jajanan tusuk seperti sosis goreng, ikan, fish cake,  bakso dan lainnya yang eyegasm banget. 


aneka jajanan unyuuuu ga tega makannya (doc.pribadi)


Oh ya,  bagi kawan - kawan muslim jangan ragu untuk bertanya pada penjual apakah makanan yang dijual halal? Berdasarkan pengalaman penulis sendiri, rata - rata penjual kuliner jalanan di Bangkok ramah ramah lho, pernah mengalami sebelum bertanya penjualnya malah yang memberitahu lebih dulu kalau makanannya mengandung babi (karena penulis memakai jilbab) kalau masih ragu, penjual street food yang muslim juga cukup banyak ditemui, biasanya ada label muslim food atau halal food. Pokoknya kuliner jalanan di Bangkok TOP BGT deh.

Yuuk pada main ke Bangkok, yuuk !!

22.12.15

Learning another way to conduct social research

Although sociology and international relations both come from social science but i find they have different type of research project.
My undergraduate thesis ( it's about e-waste trade) use literature review which is all of it use secondary data. Thus i had intimate relationship just with internet, journals and book.
On the other hand, my soon-to-be master thesis which is about radicalism and pesantren will use phenomenology and it's like new experience for me bcs i have to do some depth interview and observations beside tracking another literature.
I wish i could make that challenge and finish my thesis well, wish me luck

1.10.15

Mendefinisikan Fiddunya hasanah wa fil Akhiroti Hasanah (Baik di Dunia & baik di akhirat)

Bagaimana jika sesuatu yang kau yakini dan kau perjuangkan tiba tiba menjadi tanpa makna sama sekali ? mungkin saya tak pandai menulis sebuah intro tulisan yang bagus, tak pandai juga dalam memuat sebuah logic tulisan secara utuh dan terstruktur sehingga tulisan saya sering kali susah untuk dipahami karena fokusnya kemana mana, namun jelaslah saat ini saya sedang mengalami kebingungan perihal perubahan pandangan hidup karena beberapa peristiwa yang saya alami belakangan ini. 
Bahasan tentang ilmu hakikat, ma'rifat, syariat menjadi suguhan yang sering saya "nikmati". Saya memang baru dan tidak mengetahui banyak perkara ini sehingga seringkali saya dibuat galau dengan ketiga hal tersebut karena beberapa hal menjadi bertentangan antara satu sama lain. 
Garis besar yang saya tangkap bahwa ilmu hakikat intinya adalah menyatu dengan Allah, semua yang terjadi di Dunia ini sejatinya ya Allah, kita tidak usah terlalu bigung memikirkan dunia karena toh kehidupan yang sebenarnya adalah di Akhirat, selamat di Akhirat.  
Lalu bagaimana dengan definisi selamat di Dunia ? Selama ini saya mendefinisikanya sebagai berbuat hal hal yang baik dan bermanfaat di dunia. intinya, mengerjakan perintahnya dan menjauhi larangannya, giat belajar, patuh pada orang tua, beraklaqul karimah, mengasilkan karya, berbuat baik dan memberi kemanfaatan bagi orang lain. saya sendiri merupakan anak yang suka penasaran dan memiliki impian seabrek yang menuntut saya untuk selalu berusaha keas utuk mewujudkan impian impian tersebut satu persatu.
Namun, melalui sumber "pelajaran" saya terkait ilmu hakikat tersebut saya sering diingatkan bahwa buat apa jadi orang yang berhasil, diuwongke oleh orang lain, diperhatikan oleh orang lain namun tidak diperhatikan oleh Allah ? Syariatnya, memang kita diharuskan untuk berdakwah, berjuang untuk agama Allah namun hakekatnya lebih baik jadi orang biasa biasa saja, yang ga diperhatikan manusia.
semangat saya pun perlahan jadi runtuh, mimpi mimpi yang saya bangun mendadak terlihat kabur, seperti tidak ingin diwujudkan lagi. Sikap tersebut belakangan saya ketahui dinamakan sikap zuhud, mungkin mirip dengan sufisme yang secara garis besar menghindari kepopuleran dan puja puji manusia, dan hanya berharap perhatian dari Allah.  yang jadi pertanyaan kemudian, apakah fiddunnya hasanah itu berarti mengamalkan sikap zuhud? Bagaimana jika sikap zuhud mempengaruhi dan atau merubah semangat kita untuk meraih sesuatu? Please tell me
to be continued
Mengapa  Paragraf Pertama
Semua Paragrap yang di sembunyikan