4.6.18

#

Pagi ini emosi sekali, mungkin ini puncak kemarahanku dalam mengurus anak anak. Ada satu anak panti asuhan, sebut saja R. Usianya 9 tahun, harusnya sudah kelas 3 atau 4 tapi masih kelas 2 karena waktu kesini tidak membawa dokumen sekolah lengkap sehingga dia harus mengulang kelas 1. R bukan yatim piatu sebenernya tapi dia datang dari keluarga broken home. Ibunya mengalami depresi dan ayahnya entah kemana, sehingga dia diasuh bude nya. Budenya menitipkan di panti karena bekerja seharian sehingga tidak bisa mengurus R.
Sejak kedatangannya berkali kali saya diuji dengan tingkah lakunya. Dia bukannya nakal, tapi nyebelin (bingung juga milih kata - kata yang tepat) intinya kelakuannya itu bikin gak habis pikir.. Kok bisa sih anak ini begini ?
R ini cengeng, cengengnya gak ketulungan. Berantem dikit sama temennya nangis, apa sedikit nangis, anu sedikit nangis.
R ini belum bisa manajemen diri, memang aku juga paham anak sekecil itu umur 9 tahun harus tinggal di asrama tanpa orangtua dan masa kecil dr keluarga broken mungkin mempengaruhi sifatnya. Aku maklum.. Maka harus sabar mengingatkan dan menasehati.. Tapi ini sudah 2 tahun dia disini manajemen dirinya masih kacau sekali padahal ada anak panti lain yang seumuran dia ya gak susah2 amat ngurusnya (terlepas memang tiap anak beda beda ya). Contohnya dia kalau ga di suruh ga bergerak, mandi, makan, bangun tidur, cuci baju kalau ga disuruh ga bergerak ga otomatis jalan sendiri. (FYI Kalau nyuci emang dilatih untuk nyuci sendiri untuk pakaian yg ringan2.. Kalau jaket celana jeans selimut dan sejenis di laundrykan) pernah saya nyuruh ngumpulin baju kotor untuk dilaundry udah selesai udah rapi masuk lemari.. Beberapa hari kemudian saya suruh nyuci sisa baju yg kotor sendiri, tau gak.. Waktu aku cek dia nyuci baju yang udah bersih yang udah aku laundry kan 😢😢😢😢. Masalah makan, kata ibu yg bagian masak dia paling males makan jadi sering sakit sehingga harus sering dikontrol makannya. Ditanya apa sudah makan apa belum.. Pernah siang lupa makan, aku nanya kenapa kok ga makan ? Jawabannya karena ga ada yg mengingatkan (jadi pusing jg kenapa nunggu diingatkan dulu kalo mau makan 😢😢)
Masalah tas, setahun si R udah ganti tas 4 kali bayangkan, ternyata kalau sekolah dia bawa semua buku pelajaran bawa semua kotak pinsil dan alat alat yang dia punya. Jadi tasnya berat.. Sudahbseringkali ku bilang bawa pelajaran sesuai jadwal aja.. Tetep aja diulangi .. Jadi harus bolak balik cek tasnya.. Belum lagi kalau ke rumah temen atau pas pulang ke budenya dalem tasnya diisi buku mainan baju dll sampe tasnya ga muat.. Hmm pokoknya banyaaak lagi kelakuan2nya yang bikin ga habis pikir. Padahal di kelas atau di sekolah ga ada masalah.. Termasuk yang diatas rata2 nangkep pelajarannya.
Bagian paling bikin jengkel adalah R sukanya kabur, main ga pamit sehingga kita bingung nyari dia dimana. Bolos sekolah main ke teman atau pulang ke rumah budenya naik angkot ( jaraknya sekitar 5/6km an dr panti) pernah ngambek terus jalan kaki dari panti pulang ke budenya, pernah juga naik sepeda.
Beberapa hari kemarin dia pulang ke rumah budenya tanpa pamit, jadi bolos sekolah langsung naik angkot ke rumah budenya 4 hari, kemudian kembali lagi kesini diantar mas nya dan malemnya pun masih tidur di rumah temennya.
Hari ini harusnya masuk sekolah, dari kemarin sudah aku antisipasi kutanya seragamnya apa sudah siap buat hari senin? Pagi2 sudah kubangunkan.. Mandi siap2 ternyata eh ternyata di ga jadi sekolah diem aja di kamar tak tanya lho kok belum berangkat?  Katanya bajunya masih basah, bilangnya nyucinya udah dari kemarin tapi aku cek bajunya bener2 basah banget berasa airnya gak mungkin kalo udah kemarin nyuci. Jadi aku pinjamkan baju temennya yang hari ini pondok romadlon jadi pake baju bebas tak antar ke sekolah karena terlambat. Di tengah jalan dia malah nangis karena malu pake baju dan celana lengan panjang.. Padahal it's ok kok sekolahnya, malu kalau nanti di tertawakan temennya karena pake lengan panjang. Puasa dan pagi pagi udah dibikin sebel aku pun lost kontrol, aku pukul dia 4 atau 5 kali punggung sama tangannya sumpah geregetan sekali rasanya.
Habis mukul ku peluk ku elus2 punggungnya tak bikang aku mukul setan yang bikin kamu males.. aku jadi ikutan pingin nangis, gemeter.. nyesel banget kenapa aku pukul, aku udah usaha biar dia masuk sekolah biar ga terlambat karena di udah sering bolos kemarin pas kabur itu.
Akhirnya dia tetep kekeuh ga mau sekolah katanya malu pake baju lengan panjang, dia jongkok ga mau jalan. Yaudah akhirnya aku nyerah udah tas nya tak bawa balik dia kutinggal didepan gang aku udah terlambat mau ngurus toko.. Dan sekarang dia udah keliatan main sama temen kampung yang sekolahnya libur sudah ga nangis.
Aku nulis ini tujuannya bukan njelek2in si R, tapi lebih kepada instrospeksi buat aku.. Tujuannya sebenernya buat healing, healing aku sendiri yang emotionally dan phisically drained. Astaghfirullahaladzim smoga aku bisa sabar.

1.12.17

9.6.17

Sebagaimana teman teman ku yang kritis

Selama ini saya merupakan silent reader di hampir semua medsos dalam membahas topik topik tertentu.  Memang,  belakangan banyak sekali topik panas bergulir di semua lini medsos (walau sebenarnya  dari  dulu topik topik akan selalu ada dan bermunculan) perkembangan teknologi dan informasi lah yang membuat semuanya tumpah jadi satu dan bisa diakses tanpa batas. Jadi wajarlah semua medsos kini berubah jadi ladang "pertengkaran" dalam mendebat isu isu tersebut.

Menarik rasanya mengetahui posisi seseorang dan orang lainnya dalam memandang suatu perkara.  Oh,  si ini pandangannya konservatif,  oh si ini agak liberal dst. Walau menurut pendapat saya bbrp argumen teman teman ga ada yang sepenuhnya benar atau sepenuhnya salah,  karena kebenaran itu relatif dan ga ada kebenaran yang mutlak,  iya ga sih? Saya berbicara begitu bukan karena saya sok tahu mana yang benar atau mana yang salah.  Hal tersebut karena terlalu skeptisnya saya dalam menerima sebuah berita yang beredar di medsos dan keskeptisan tersebut membuat saya jarang sekali bisa berkomentar dan menjelaskan posisi saya dalam suatu isu.  

Walaupun begitu,  jangan dikira saya bangga dengan ke skeptisan saya,  saya justru iri terhadap teman teman yang bisa dengan cepat, lugas dan jelas dalam menetukan posisi mereka pada suatu isu. Bukannya berada di tengah sebagai manusia pengamat yang setengah setengah tak berposisi dan tak memberi argumen pula. 

Saya juga jadi penasaran,  apa sebenarnya yang terlewati dalam proses pembelajaran saya hingga kini,  sehingga belum bisa kritis terhadap suatu isu,  takut untuk menuliskan pendapat karena khawatir sumber saya tak valid atau memang karena sayanya yang kurang membaca sumber?  

Pada suatu twit oleh sebuah akun (yang saya lupa siapa?) mempertanyakan apakah kamu seorang intelektual atau hanya pengumpul pengetahuan?  

Saya langsung bisa menjawab bahwa  saya merupakan pengumpul pengetahuan yang cuma hobi mengumpulkan pengetahuan apapun tanpa bisa menelaah dan mengkritisi secara lanjut,  namun jelas ingin suatu saat benar-benar bisa jadi intelektual. Berbeda halnya dengan berkomentar dan menulis catatan perjalanan ataupun resep masakan, karena semua dialami sendiri , maka tak ada kekhawatiran dalam penyampaiannya. 

Ya, saya rasa saya ga punya talent atau minat spesifik  pada suatu bidang namun pada banyak hal, sehingga saya tidak bisa tahu banyak mengenai sesuatu,  namun sedikit sedikit  tahu pada banyak hal.  Itulah saya kira yang menjadi ganjalan kenapa saya ga terlalu percaya diri untuk memberikan posisi pada suatu isu yaitu karena sumber yang hanya sepotong sepotong dan kekhawatiran bahwa argumen saya ga berlandaskan sumber yang valid. 

Terlebih medsos jaman sekarang menurut saya serem.  Serem gimana?  Serem karena kita ga tau mana berita yang benar mana yang salah, mana yang fakta mana yang rekayasa, mana yang asli mana yang konspirasi. Banyak sumber makin bingung sendiri.  Saya selama ini juga memfollow banyak orang di twitter dari yang kanan sampai kiri,  dari yang pro khilafah atau pro nkri semuanya saya ikuti dengan tujuan ingin tau masing masing dari semua sisi. Intinya pemaksimalan tabayyun.  

Sekali lagi,  saya bener bener salut sama teman teman yang selalu bisa memposisikan pendapat mereka dalam memandang suatu isu dan saya juga sedikit sedikit akan belajar untuk tak menjadi manusia setengah setengah. 

Semua Paragrap yang di sembunyikanlv

13.1.17

Bangkok Street Food : Juaranya Kuliner Jalanan


Did yo know that Bangkok and street food is a same thing?  It's a synonym !! 

Mencari kota wisata yang tidak hanya menyuguhkan deretan destinasi indah namun juga surga bagi pecinta makanan? Jelas, Bangkok juaranya! Bangkok dan Surga Makanan merupakan sinonim bak 2 sejoli, yang tak dapat terpisahkan.  Tidak hanya di titik wisata , namun tenda tenda street food di Bangkok bertebaran dari jalan utama hingga ke gang gang kecil. Kadang buka hanya saat siang,  atau hanya saat malam ada juga yang seharian. Dengan aneka bentuk rupa, rasa dan bau - bau an yang khas. Sungguh menarik seluruh panca indra untuk tidak melewatkannya. 

Jajanan-jalanan yang mainstream di Bangkok di dominasi oleh bahan makanan yang digoreng atau ditumis tumis, yang terkenal seperti spring roll,  pad thai, aneka ikan, dumpling atau daging yang ditusuk seperti sate lalu yang kuah-kuah seperti tom yum.  Kemudian ada yang di bakar - bakar biasanya seperti udang,  ikan, cumi -cumi hingga baby gurita yanh disajikan dengan saus yang rasanya aduhai menggoda iman.  Ada juga jajanan yang manis - manis segar seperti thai iced tea,  som tam, mango sticky rice dan banyak lagi. 

Bangkok Street Food (cr: tastythailand.com)


Spring Roll (cr: dreamstime.com)

mango sticky rice (cr : eatingthaifood.com)
tom yum (cr:choodoris.blogspot.com)



Yang menarik,  Selain pilihan yang melimpah dan rasa yang enak,  kuliner jalanan di Bangkok juga menawarkan pengalaman makan yang penuh sensasi. Yaitu momen ketika kamu menemukan makanan yang lezat , rasa rempah khas,  tampilan unik sekaligus memberi perasaan deg-deg an atau heboh saking excitednya.

Nah, salah satu highlight kuliner jalanan Bangkok yang harus dicoba yaitu aneka macam makanan atau camilan ekstrim dimana makanan tersebut tidak terlalu banyak dijumpai daripada primadona jenis kuliner lain yang sudah disebutkan diatas.  Cemilan ekstrim ini berupa fried insect atau serangga goreng yang tidak lazim di makan sehari- hari seperti belalang, belatung, kalanjengking bahkan kecoa, ewww !! Penulis sendiri hanya pernah mencoba belalang goreng, karena ragu apa yang lainnya halal apa engga hehe. Walau awalnya deg deg an tapi saat dicoba rasanya emang enak banget mirip mirip udang goreng. Uniknya jika ingin memotret makanan ini kita dikenai biaya 10 bath atau sekitar 4 atau 5 ribu rupiah. 

fried insect alias serangga goreng !! (doc.pribadi)

Jika kurang bernyali untuk mencoba jenis ekstrim food,  bisa juga banting setir berburu kuliner unyu unyu,  ada jajanan tradisional,  pastry,  donat yang berukuran mini dengan berbagai topping ada juga aneka jenis jajanan tusuk seperti sosis goreng, ikan, fish cake,  bakso dan lainnya yang eyegasm banget. 


aneka jajanan unyuuuu ga tega makannya (doc.pribadi)


Oh ya,  bagi kawan - kawan muslim jangan ragu untuk bertanya pada penjual apakah makanan yang dijual halal? Berdasarkan pengalaman penulis sendiri, rata - rata penjual kuliner jalanan di Bangkok ramah ramah lho, pernah mengalami sebelum bertanya penjualnya malah yang memberitahu lebih dulu kalau makanannya mengandung babi (karena penulis memakai jilbab) kalau masih ragu, penjual street food yang muslim juga cukup banyak ditemui, biasanya ada label muslim food atau halal food. Pokoknya kuliner jalanan di Bangkok TOP BGT deh.

Yuuk pada main ke Bangkok, yuuk !!