Tampilkan postingan dengan label story. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label story. Tampilkan semua postingan

18.2.11

i'm so sorry, akan kutebus besok

Sudah sekitar 2 minggu ini, suasana pagi rumahku agak sedikit berbeda, ada 3 orang anak sekitar umur 8-10 tahun datang kerumah dari jam 7 sampai jam 9 pagi untuk belajar dengan ibuku. Mereka bertiga merupakan murid baru di sekolah kejar paket yang di asuh oleh ibuku, mereka baru saja daftar paket A (Setara SD)dan mereka bertiga datang dari Madura, berhubung mereka telah tertinggal agak jauh, (Belum lancar baca Tulis dan mengaji) maka ibu menyuruh mereka datang kerumah untuk privat, (Sekolah Paket masuk setelah maghrib, dan hanya setiap Senin - Rabu saja). Pada awal -awal pertemuan hanya ibu saja yang mengajar mereka, dan sesekali saja aku ikut nimbrung ngasih soal matematika atau dikte menulis. pada suatu hari aku sedang main laptop di ruang sebelah mereka belajar, ibu sedang di kamar mandi dan tiba2 mereka datang kearahku dan bertanya,

"mbak opo iku mbak ?" (mbak apa itu?) mereka bertanya
" ini laptop, kalian bisa nulis2 disini" kataku

lalu mereka mulai memencet - mencet keyboard ingin tahu ,

"iki lo, koyok sing ndek upin ipin,, sing iso telpon .. iso ndelok resep.. " kata salah satu dari mereka
(itu lo, kayak yang di Upin ipin.. yang bisa dipake nelpon , sama liat resep masakan)

mereka tidak segera beranjak, tambah duduk dan mengelilingiku, pnasaran dengan laptopku, mereka terus mencoba mencet mencet keyboard laptop ku. mereka berebut mencoba, berteriak teriak, saling meneriaki minta duluan, suasana agak kurang terkendali, aku mulai terganggu...

" iya iya, gini wes, ayo nulis nama kalian satu-satu disini... "

mereka suit, mereka mencoba satu satu, mereka senang dan.. ketagihan ..
akhirnya, thank God, ibu keluar kamar mandi , dan kusuruh mereka kembali belajar..

besoknya, pas mereka datang , aku langsung keatas , biar ga di ganggu maksudnya (jahat banget ya) awalnya semua normal sampai akhirnya,,,,,,,

jreng, mereka ke atas =="

kata ibu, mereka nyari aku, minta main laptop, ya uda disuru ibu keatas, alamaaakkk, pas diatas mata mereka tertuju ke mini organ ku , dan terjadilah lagi, mereka minta aku ngidupin organ dan mainin organnya. yassalamm.. yaudah aku turutin
" do re mi fa so la si do..., do re mi fa so la si do " gituuu terus,
"teng tong teng tong treng treng, jreng ting tung ting tung" mereka memencet tuts tuts nya dengan liar.. ,
akhirnya biar suasana terkendali kumainin lagu ibu kita kartini, dan apa yang terjadi kawan ?
mereka ga tau lagu ibu kita kartini tuh gimana.. OMAIGod...... (miris ) :(

hari hari berikutnya, aku ga di rumah , aku ke sby ngurus krs, dan setiap ada mereka ,mereka selalu minta main laptop atau organ, dan selalu aja ku jawab, "besok yaa, besok yaaa" dan aku malah menghindar, sebenarnya aku kasian sih, tapi ga tau kenapa sebel aja , mereka lucu lucu sebenarnya tapi menurutku mereka mengganggu... =="

akhirnya beberapa hari terakhir aku terus menghindar, pura2 tidur lah, pura2 sakit gigi lah... sampai ibuku bertanya ,
"kenapa mbak? kasian itu mereka nanyain kamu, senengno dikit lah.. "

setelah ibu bilang begitu, aku merasa begitu jahat, sangat jahat... setelah mereka pulang tadi , langsung kutulis post ini, YaAllah.. bukan apa apa, aku hanya ngerasa sumpek aja kemarin sama mereka, minta ini, itu, mainin ini mainin itu.., tapi oke, besok akan kutebus, semoga setelah ini mereka jadi anak yang lebih manis dan bisa diatur,,,
aminnnnn

" Paragraf Pertama
Semua Paragrap yang di sembunyikan

8.2.11

Catatan perjalanan: exploring Ambarawa :)) part 2

Foto foto perjalanan dapat dilihat di semarang-ambarawa (2)

Rasa Penasaran yang tertinggal Benteng Willem (Pendem)
Rintikan hujan tidak menghalangi niat kami untuk terus berjalan menyusuri jalanan ambarawa untuk tujuan selanjutnya, setelah berjalan sekitar 500 meter, akhirnya kami sampai di sebuah tempat, kata orang2 sekitar sini, nama benteng ini, benteng pendem, tapi dari beberapa sumber di web, sebenarnya nama benteng ini adalah benteng Willem. Jadi menurut kami, masih ada hubungannya dengan museum kereta api yang tertera tulisan Willem 1800 berapa ya?1800an pokoe, Dibagian depan bangunannya. Pertama kali sampai, semuanya serba tak meyakinkan, kami (atau hanya aku) berasa aneh, merinding disko pokoknya, tapi kita tetep terus masuk aja ... dan wow ! benteng bagian dalamnya lawasss bangett, asli, semuanya tambah semakin artistik ketika fenomena benteng ini di rekam di video atau di jepret pake kamera, tapi sayang kotor, banyak coretan, sampah dan dedaunan berserakan. Suasana disana sepi banget, hanya ada kita, tetapi ternyata, setelah kami naik ke lantai atas benteng itu, wow, surprise !! ada rumahnya orang guys, jadi, satu blok tingkat atas benteng itu jadi rumah penduduk, lengakap dengan palang RT/RW, tapi walu pintu-pintu nya terbuka, rumahnya kosong, hanya ada kursi yang bergoyang. Akhirnya kami memilih cabut, tapi masih tersisa banyak pertanyaan ketika kami berjalan meninggalkan kompleks benteng itu, sebenarnya itu dulu tempat apa? Buat apa? Sekarang jadi apa? Mau tanya siapa?

Budget = 0 rupiah, jalan kaki



Wisata Religi : Menepis tabu, Meluaskan Cakrawala 

- Gua Maria Kerep
Saat sampai disana, cuaca masih gerimis, Suasana di tempat ziarah umat katholik ini begitu tenang, di halaman depan tampak tempat parkir, kantin dan beberapa toko souvenir yang menjual pernak pernik peribadatan umat katholik, mirip kayak tempat ziarah wali-wali yang ada di Jawa, Disana terdapat 1 Gereja Utama, Altar untuk misa, tempat tempat lilin, dan yang paling menarik perhatian kami adalah diorama yang menceritakan kisah penyaliban Yesus sampai dimakamkan di bukit Golgota, diorama tersebut dinamakan jalan salib. Dari sana kami bisa mengetahui urutan kejadiannya, arti beberapa simbol umat katholik, filosofi 5 roti dua ikan, dan banyak sejarah sejarah lainnya. Tiba- tiba ada seorang pekerja yang mendekati kami, beliau mengaku telah bekerja disini sejak awal temoat ziarah ini berdiri. Menariknya, beliau ternyata seorang muslim, dan bercerita bahwa arsitek Gua Maria Kerep ini juga merupakan seorang Muslim yang berasal dari Tuban, sayang, kami lupa namanya. kami jadi teringat pula, kalau arsitektur masjid istiqlal juga bukan muslim, senangnya, bisa saling membantu.. 

- Klenteng Hok Tien Bian
Agak kecewa, ketika kami sampai di kuil ini, yang pertama, karena ternyata tempatnya ga begitu besar, masih kalah jauh sama klenteng Sam Poo Kong yang di Semarang atau klenteng kuno yang pernah kami kunjungi di jalan dukuh, yang kedua, kami tidak diperbolehkan masuk kedalam, padahal di klenteng2 lain biasanya kami boleh masuk, yah, tapi paling tidak kami bisa berfoto di depan plataran klenteng itu, jadi sekedar saran , kuil ini bisa di skip dari target bila terburu-buru, better ke Sam Poo Kong di Semarangnya. 

Budget : Getting around berangkot di Ambarawa cukup terjangkau, hanya 2000 rupiah, PP 4000
Malah kalau mau jalan lebih hemat, Klenteng- Tentrem, Museum, letaknya deket banget



Hotel Tentrem : Rain Rain go Away, come again another day. .
Hujan masih saja terus mengguyur, jarak hotel tentrem dan klenteng sebenarnya sangat dekat, karena hujan, maka kami putuskan berangkot. Kami memang tidak membuat plan B, bagaimana jika hujan turun, jadi kami terus berdoa biar hujan cepat berhenti , dalam hati, saya terus berdoa dan membatin Rain Rain go Away, come again another day. .
Hotel tentrem, hotel tipe Melati II, cukup strategis, berada di depan terminal ambarawa, walau ketika pertama masuk suasana agak spooky, lawas kabeh soalnya, tapi hotel ini murah, murah banget, sekamar Cuma 40.000 , 2 bed besar dan kamar mandi dalam, lumayannnn

Budget : kita sewa 2, total 80.000, buat cewek 1 kamar ber 5, cowok 1 ber 2 , semua di bagi rata so @10.000/cewek 15.000/cowok


Huwooo, Jauh- Jauh ke Ambarawa Buat Makan Pizza !
Kami menungggu hujan reda di kamar, istirahat sambil berbenah, malamnya kami berencana ke tempat pemancingan ikan di Muncul, tetepi setelah dipertimbangkan kita cancel karena takut kemalaman dan budget membengkak, karena menurut info tempat pemancingan itu jaraknya hampir 1 jam dari tempat kita, lagian klo mancing ikan biasanya mahal, so, kita putusin buat cari makan di daerah sekitar ambarawa, sambil jalan2 .. , ceritanya tadi pagi kami lewat dapur pizza, trus mupeng pengen nyobain, dan akhirnya kita jalan kesana dan nyobain pizza ambarawa, hahahahha, ”cukup” terjangkau kita cuman habis 68.000 ber tujuh, pizza nya lumayan enaakkkk , walau ga kenyang2 amat, coz porsinya dikit. Lama kita disana soalnya sambil ngobrol n becanda ngalor ngidul, ya begitulah kami, jauh jauh ke Ambarawa buat makan Pizza, hahahahha


Candi Songo, far far away
Kita checkout hotel sekitar jam 7 pagi, kenapa begitu lama? Karena keran air hotel tentrem baru bisa dinyalakan pukul 5 pagi, ya bgitu jadinya, kita buang waktu buat nunggu air dan mandi. Yasudah, sebelum capcus ke candi songo, kita mampir ke museum n monumen PALAGAN AMBARAWA, icon kota Ambarawa, stelah poto2 kita langsung go ke candi songo. Kita berangkat pake mobil umum daihatsu merah, dengan membayar 8500/orang, kita diantar paknya sampai pintu depan candi songo. Perjalanan memakan waktu skitar 1 jam, Beh, adoh pek, ndukur gunung tempatnya. Sesampainya disana kamipun menyusuri kompleks candi tersebut, perlu diketahui di kompleks ini ada 9 candi yang tersebar (jadi tidak dalam 1 spot) dan jarak dari satu candi ke candi lain sungguh amat sangat jauh, medannya nanjak, ada 2 hal yang bikin perjalanan yang sebenarnya indah jadi gak mood, pertama tas ransel kami yang segede gaban, dan harus di bawa kemana-mana di jalan yang nanjak, kedua, lagi lagi hujan rintik2 , bikin males, harusnya tas itu dititipin ke ibu ibu toilet, agar jalannya bisa nyantai, tapi kita baru kepikiran pas pulang. Sebenarnya ada kuda yang bisa di sewa, tergantung jarak, dari 20.000 – 70.000an klo mau sepaket (sampe candi nomer 9) tapi ya taulah, budget udah menipis, ntar aja klo udah jadi orang kaya raya, dermawan , dan baik hati, gue mau ksini lagi jalan2 naik kuda hahahahaha, tapi impas lah sama eksotika pemandangan pegunungan, terasering, jurang, bukit bukit, yang seru pas liat areal persawahan dari atas tebing, mirip crop circle, hhaha, selain candi, di kompleks ini juga ada kawah belerang, pemandian air panas, dan sayangnya, jika mau berendam, harus ngeluarin kocek 3000, tapi kalo cuman mau “kecek” di bawah belerangnya gratis, hhe. seperti biasa, perjalanan diakhiri dengan foto session di beberapa spot, makan jagung manis , dan pipis.

Budget : Masuk museum palagan ambarawa : 2500
Transport ambarawa – candi songo (sampe depan) : 60.000/7 = 8500/person (wes nawar sampek elek)
Tiket Masuk candi songo : 5000
*klo mau naik kuda : 20000 – 70.000/orng tergantung jarak



Umbul Sidomukti : Marine Bridge, uji nyali membawa remek
Setelah tragedi tawar menawar dengan bapak supir (kita pakai mobil yang bawa kita berangkat tadi) FYI- angkot bolak – balik ke umbul sidomukti jarang sekali alias ada klo kita beruntung, so, dengan terpaksa kita bayar 140.000 alias 20rb /orang buat carter mobil (dianterin ke umbul, di tunggu, dianterin turun, terus dianterin ke per3an ambarawa buat nyegat bus) ya sudahlah. Umbul sidomukti ini letaknya juga diatas gunung, gila, tempatnya jauh , jalannya ga layak buat obyek wisata, harusnya pemkot semarang hirau dengan masalah ini dong *halah , jalannya nanjak banget, sempit, cuman bisa dilewati 1 mobil, ngeri pokoe.
Menurut Informasi, tempat wisata ini baru ada tahun 2007 kemarin, masih sangat baru rupannya, selain wisata alam, yang paling menarik adalah kolam renang di atas gunung, yang airnya asli dari gunung. Jadi airnya naik keatas gitu, trus ada juga fasilitas outbound yang bisa dicoba, ada flying fox, atv, rappelling, marine bridge, dll pada saat itu kami nyoba flyng fox, yang bikin keren lintasannya ngelewatin tebing tebing dan pohon2 di atas gunung, asik tenann, tapi sensasinya ga begitu terasa, walau tinggi banget tapi lintasannya kurang panjang, jadi Cuma swing bentar aja..
Nahhh, yang paling fantastic itu pas kita nyoba marine bridge, dengan tampang sok kuat , kita (aku, maygy dan pakde) bersemangat buat nyoba wahana yang satu itu, jadi ceritanya kita disuruh ngelewati jaring super gede yang dibentangkan dari satu bukit ke bukit lain, yassalammm., bener bener pengalaman sing ora iso dilalekne, hampir putus asa ketika kaki terperosok ke lubang jaring, dan dibawah itu sudah jurang guys, aku, yang harusnya meniti tali dengan berjalan, dengan amat sangat pasrah gulung gulung di jaring super gede tadi, sampek pengen nangis, berbeda keadaannya dengan double dinar yang melihat “aksi” kami dari atas tebing sambil ngguyu ngakak , hey guys, kalian gat au betapa merananya kami disana, hha, at least kami udah nyoba, dan mugkin ga mau mencoba marine bridge untuk keduakalinya.

Budget :
Dari Candi Songo – Umbul PP : 140.000/7 = 20000/orang
Tiket masuk hari biasa = 5000 (weekend 7000)
Flying Fox : 12.000 Marine Bridge : 8000
*lainnya : ATV : 25.000 Rappelling : 8000


Kecewa Lawang Sewu
Setelah Umbul sidomukti, kami segera bergegas ke semarang, menuju lawang sewu, kami naik bus jurusan Ambarawa- Semarang, wuih, busnya rock n roll guys, kita kayak liat sirkus, gimana aksi bang supir yang ngambil jalur berlawanan, banting setir, aksi heroik kernet yang kakinya sampai terseret-seret di aspal pas bus lagi jalan dengan kecepatan tinggi, koyok sulapan, koyok numpak roller coaster hha (jare arek2 sh, aku tidur soalnya). Menurut info yang kami dapat lawang sewu bisa dikunjungi kapan aja, jadi kami optimis ketika sampai semarng pukul 5 sore. Ternyata oh ternyata, buka fulltimenya itu cuman dari kamis – minggu aja, senin –rabu, tutup jam 5, yassalammm, sungguh, kami sedih tiada tara kawan , walau sudah mengemis pada satpam tetep aja ga dibukain… ya.. sudahlahhh… , kapan kapan kan masih bisaaaa. jadinya kami menghabiskan malam menunggu kereta dengan menyusuri jalan pandanaran, beli oleh-oleh, trus makan dan jalan lagi ,,
Budget : Bus Ambrwa – Smg : 6000 , angkot semarang : 2500an , tiket lawang sewu (klo jadi) : 5000 , masuk bawah tanah (klo jadi) : 5000



Bye bye Semarang
Akhirnya, rangakaian perjalanan kami berakhir , kami menghabiskan malam dengan nyamik di mushola stasiun poncol, menunggu kereta ke Surabaya yang datang jam 12.30 pagi dengan harga sama kayak pas berangkat 37.000. Sekedar info, tukang loket di stasiun poncol agak nakal, dia narik duit seribu dari tiap orang , alasannya gak ada kembalian, *mungkin klo ada petugas yang baca blog ini, oknum tersebut bisa ditindak (zzzzzzz), Byeee Semarang Ambarawa….


P.S :
What a Trip, Thanks a lot for this experience, though it ain’t flawless, it’’s still worth doing it, Let’s do it again some other time, :D
(Putra n Cecil)

Thanks to
Our beloved God for his mercy n blessing, Our parents buat sangunya, pak wibowo dan istri, pak penjaga hotel ganesha, mas andra n the backbone yang ngasih aku tempat duduk pas pulang, orang-orang yang mbantu ngasih petujuk arah, dan semua pihak yang telah membantu apapun pada kami yang tidak bisa kami sebutkan satu persatu, matur suwun,, Gusti pengerang sing mbales . N the last thanks for the team, klo ga ada kalian, ga rame, hha


Mohon maaf bertele tele, gak bisa nyingkat sh, hhehe

Paragraf Pertama
Semua Paragrap yang di sembunyikan

Catatan perjalanan: exploring Ambarawa :)) part 1

Foto2 perjalanan bisa dilihat di album foto semarang-ambarawa (2)

Time: Senin 31 Januari – Rabu 2 Februari 2010
Team: Tsabita, Dinar Prisca, ,Putra, Pakde ,Cecil, Dinar Okti, Maygy

Perjalanan Surabaya - Semarang (otomatis romantis eksotis)
Kereta kami berangkat dari stasiun pasar turi pukul 15.30 Sore, tetapi kami sudah stand by di sana sejak jam 2 siang, hal itu bukan semata karena kami “kerajinan”, kami sengaja datang lebih awal agar dapat tiket kereta ekonomi dengan tempat duduk, dan thanks God, kita dapat tempat super pewe, satu blok ujung gerbong pertama yang emang pas buat ber lima, (Dinar dan Maygy menyusul dari kotanya masing2, blitar dan kertosono) . jadi, suasana begitu privat, hanya kami. 5 jam perjalanan yang diwarnai awan mendung, panas terik,hujan badai, petir menyambar dan gerbong bocor pun tidak begitu terasa, kita lewatkan waktu dengan ngemil, denger lagu, main A,B, C an bertema GJ, ngisi TTS, ngobrol banyak hal, dari film korea Kim Tak gu sampai Thomas Taw dan Francesca Fusco, *alamaaaakk

Budget: tarif kereta ekonomi, sby – semarang Rp. 37.000


Suatu Malam di Temaram Kota Semarang
Tribute to: Mr Wibowo and Wife
Jam 20.30 kita sampai di Stasiun Poncol, setelah ritual buang hajat, kami pun bergegas menuju penginapan. sebenarnya di hape sudah ada banyak sekali daftar penginapan, tujuan kami adalah wisma BAPELKES milik dinas kesehatan, tetapi letaknya di sekitar simapang lima, akhirnya iseng2 saya nanya ke mas2 petugas di stasiun, kali aja ada penginapan yang lebih murah dari list saya disekitar stasiun, dan mas2 itu menjawab dengan tatapan (sedikit) aneh klo disekitar situ memang banyak “penginapan” murah. Sejurus kemudian ada bapak baik hati menyela pembicaraan kami dan menanyai kami macam2, mau kemana dan cari apa, dan dari bapak tersebut itulah kami mengetahui kalau penginapan disekitar poncol itu “BPB” alias Bukan penginapan Biasa, alias penginapan es*k-es*k (u know what). Akhirnya setelah kami mengatakan Wisma Bapelkes sebagai alternatif tadi, dengan sangat menyesal beliau berkata kalau wisma tersebut sedang di renovasi. Yassalammmmm, dan singkat cerita beliau mengantar kami menyusuri kota Semarang untuk mencari penginapan yang aman dan sesuai budget kami

“ Ayo, kalau mau saya antar, semarang ga seperti jogja mbak,, yang banyak penginapan murahnya, disini kalau tidak hati-hati mencari, bisa gawat sampeyan, tenang saja saya bukan makelar .. “ tegas pak Wibowo

Kami menunggu lama bersama bu dewi, istrinya, sedangkan pakde dan pak wibowo muter2 semarang cari penginapan yang pas, Lamaaa sekali, sampai ga enak sama ibu dewi, Akhirnya setelah pencarian lama, akhirnya Pak wibowo dan pakde membawa Good News, hasilnya Penginapan GANESHA di jalan cipto yang menjadi pelabuhan terakhir kami malam itu *ceileee Setelah berterima kasih yang sebesar besarnya ke pak Wibowo, kami pun berangkot ke GANESHA, sesampainya disana kami pun ber “ sekongkol “dengan pegawainya . ..
“ Yaaa, sama-sama tau lah mas,,, mbak,,,” kata pegawainya
Well, akhirnya kita bisa istirahat semalam disana bed lumayan, kamar bersih, ber AC dan surprise.. ada Tvnya pula, hanya dengan 20.000/ orang
Alhamdulillahhhhhh (Kata Kami) :D
PenyertaanMu sempurna atas kami (kata Pakde) :D
Thanks to God, for sending Mr wibowo and negotiable hotel’s keeper to us 

Budget : Angkot ke ganesha 2500, Nginep Ganesha 20.000/person



Menyusuri Hiruk Pikuk Semarang di Awal Pagi
Jam 6.30 kami berlima sudah siap berangkat, tapi kami bisa keluar skitar jam 7 lebih, menunggu BOS besar yang punya penginapan berangkat kerja .

“Besok, keluarnya di atas jam 7 ya mas, biar bos saya berangkat kerja dulu, bisa berabe klo di catatan saya bayarnya segini,, tapi yang keluar gerudukan” kata pak pegawainya

Hha, lucu deh klo inget,jadi kucing2an kita,, Setelah itu kami pun keluar dan berjalan menyusuri Semarang menuju Masjid Baiturrahman Simpang Lima, kami janjian ketemu sama Dinar dan Maygy disana, Jalanan semarang bersih, rapi gak seribet Surabaya,jarak dari Ganesha ke simpang lima lumayan jauh, tapi karena jalan sama-sama jadi gak kerasa, Jam setengah delapan kami sampai, Maygy dan Dinar sudah ada disana lebih dulu, wajah mereka terlihat tetap segar walau semalam mereka “menginap” dan “mandi” di Mushola stasiun, hihihihihi
Nb : kereta Dinar dan Maygy sampai stasiun jam 3 pagi, so daripada keluar dan ga aman, alternatifnya ya “menunggu pagi” di stasiun, :p



Soto Ambarawa : Sensasi bening, murah mengenyangkan
Tim kami akhirnya lengkap, sudah pas 7 orang dan kami pun langsung bergegas ke tujuan utama kami, ”Ambarawa!!!” Setelah naik angkot menuju Java mall dan oper bus 2 kali, akhirnya setelah perjalanan sekitar satu jam, kita nyampai juga di Ambarawa. Sebelum ke tujuan pertama, yaitu Museum Kereta, kami memutuskan makan dulu, di per3an sebelum museum kereta ada warung soto enak, dengan kuah bening dan sambel ijo yang ajibbb, dan kamu tahu berapa harganya guys? Cuman 3000 semangkok, wuih udah murah, enak pisan, ckckckc, sangar!!

Budget : Simpang Lima – Java Mall = 2500
Bus Java Mall – per3an Poli = 5000
Per3an Poli – Ambarawa = 6000
Rute diatas bukan yang paling murah, salah strategi dan buang waktu, harusnya bus Java Mall ke Per3an poli ga perlu, langsung saja semarang –Ambarawa Rp 6000, 



Meretas Sejarah : Berpetualang dengan Kereta Kelinci di atas rel :p
Setelah berjalan sekitar 500m kami pun sampai di Museum Kereta, wow, berasa balik ke masa lalu, dinding dinding bangunannya klasik banget, gaya art deco eropa eropa gitu, Sejarah perkereta apian akhir abad 19 tersirat dari semua pameran perlengkapan kereta kuno, dari mesin pencetak karcis, telepon, alat hitung, jajaran loko-loko uap yang hitam gagah, kerenn pokoknya, setelah puas foto foto kita naik lori wisata, di luar ekspektasi sih sebenarnya, kereta lori yang kita naiki ini satu tingkat mirip sama kereta kelinci, bedanya, kereta ini jalan di atas rel, Di atas kereta lori itu kami heboh kegirangan, menyusuri perkampungan, deket banget jaraknya, sampe jemuran warga pun bisa kami sentuh, hhe, rumah rumah penduduk, ayam peliharaan yang bebas ga di kandangin, pemandangan gunung. Hamparan hijau sawah, dan yang paling cool, pemandangan rawa pening yang berkilauan tertimpa matahari, sebagian rawa yang menghijau tetutup eceng gondok, beberapa rumah sungai dan perahu nelayan yang menjala ikan, amazing ! yang kata dinar prisca mirip banget kaya landskap lukisan, bener bangett, subhanallahhh, eksotis sekali. Total perjalanan tersebut 13 km pulang pergi, di tempuh sekitar satu jam plus berhenti sekitar 10 menit di stasiun tuntang, stasiun kuno ambarawa yang sudah tidak dipakai lagi, what an exotic trip, kami benar-benar tidak menyesali naik kereta kelinci ini.

Budget :
Tiket Musum KA : 5000
Wisata Kereta Lori : 200.000 sekali jalan, kuota 20 orang, saat itu hanya ada 10 orang yang berangkat, jadi dengan terpaksa kami merogoh kocek 20.000/ orang untuk ini, padahal sebelumnya ada rombongan anak2 TK, kalau kita agak lebih cepat datang, pasti lebih murah.
Sebenarnya ada wisata kereta uap yang lebih keren dan eksotis melintasi gunung, tapi untuk naik itu, kita harus sewa, trus minimal ada 100 orang yang naik, coz sekali jalan tuh kereta butuh duit skitar 3,5 jeti, yassalamm... >,<

bersambung ke episode 2 .... cekidott

Paragraf Pertama
Semua Paragrap yang di sembunyikan

5.1.11

Tahun Baru ? : Tertawa (Miris) Melihat Daftar Resolusi Tahun Lalu

Tahun Baru ? : Tertawa (Miris) Melihat Daftar Resolusi Tahun Lalu


Wow, cepat sekali rasanya, sudah berganti tahun, tak terasa, Tahun 2011 ini merupakan tahun terakhrku menyandang status TEENager, dan April besok alias 4 bulan lagi, aku sudah kepala dua, Yassalammm sudah tua ya,

Oh iya, Tahukah kawan ? Tahun lalu, Aku membuat daftar resolusi –semacam daftar target, capaian, atau perubahan- yang harus ditepati tahun ini. Tidak tanggung-tanggung, aku membaginya menjadi beberapa pasal dan ayat untuk daftar target itu, yaitu masalah RELIGI, KULIAH, KARIR ,KEUANGAN, KELUARGA (ayah,ibu,adek maksudnya..), ASMARA (ehm, aneh ga sih) hhaa, dan Target tujuan BACKPACKING. Sebenarnya saya sudah lupa, dengan target2 tadi, gara-gara engga kutempel, dan tergerus oleh kesibukan (ngerjain jurnal, maksudnya) tetapi berhubung banyak yang ngomongin Resolusi akhir tahun , saya jadi ingat klo saya juga pernah nulis ini tahun lalu dan malah sudah saya post di blog (bisa diliat di Arsip awal tahun, klo mau lihat sh), fiuhhh, setelah kuliat dan kubaca aku benar benar jadi ketawa sendiri, ketawa miris lebih tepatnya, merasa bodoh, tolol, dan cuman buang buang waktu aja, setelah kuitung-itung mungkin ga ada 55% Resolusi yang kubuat tercapai , alias (agak) GATOT. Berkaca dari sana saya jadi sedikit ragu buat nulis RESOLUSI untuk tahun depan (tahun ini), takut cuman jadi tulisan aja, but Show must Go On,,


Yah, Sebenarnya ini merupakan hal yang bikin aku mulai capek bermimpi, dulu, aku selalu, bahkan mungkin terlalu memuja-muja kata-kata itu, mengapa? Ya memang dengan itu banyak hal yang ingin kucapai tercapai, saat itu dari kelas 2, bahkan sejak kelas 1 malah, mimpiku sudah sungguh amat sangat jelas yaitu LULUS dan MASUK HI UNAIR, Well, aku senang banget, dengan kerja keras dan fokus pada mimpi akhirnya we can see, i passed the exam, n i’m an IR student UNAIR, now. But ... Setelah kujalani sampai semester 3 ini, aku merasa kehilangan arah, lalu, setelah ini apa? Well, aku benar-benar ngga tau mau dibawa kmana tujuan hidupku, semuanya terasa berbenturan, ini semuanya tentang benturan ”kepentingan” menurutku, semuanya mbulet, kuset kayak benang antara tradisi, keegoisan pilihan, tanggung jawab, kebiasaan dan balas budi. Sedih rasanya, marlin menanyaiku tentang mimpiku tahun ini, dia bercerita tentang mimpi-mimpinya tahun lalu yang hampir semua tercapai, danaku ragu menjawabnya, atau lebih tepatnya tidak tahu.


YA Allah, i’ll do my best untuk semua yang kuhadapi tahun ini, but please, Tunjukin dong, gimana baiknya, apa yang harus kupilih untuk tahun ini dan tahun2 berikutnya,,

Wish Me Luck,. God Bless !

Paragraf Pertama
Semua Paragrap yang di sembunyikan

11.12.10

curcol : i'm askin GOd, why me?

i prefer to write on my daily book than on this page just because there's no one can read inside, so private n ekslusif. No lie, free without secret. I can't tell any pRoblem or what happen on me or how my feeling to other easily. I can't share it. I usually wrote in my diary, just my diary, me and GOD, i just share it with HIM, even i know, HE can't change our destiny before we (want) to (try) and do the change by ourselves. I regard just HE can solve my pRoblem instanly. Without doing nothing. Like magic. Simsalabim. And the pRoblem is i dont know how to change. Sound weird, huh? This year so hard. Full of tears. I'm powerless. Degradation in many aspect. I know that Allah loves me, by give me many problems to make me more matUre. But i have not mature yet by now. I'm askin GOD, why me?
*mobile blogging
sat 111210 8h45 Paragraf Pertama
Semua Paragrap yang di sembunyikan

10.12.10

Short Track - FK & CCCL






This day so.... well, undefined. Our lecture has been cancelled just now, so we’re free today. To kill our “free day” me, double dinar, trully, ratna, wulan and unyil wanna do short traveling, we went to Medical Museum at campus A (FK) and we see a lot of medical prototype and old photo , but unfortunately we didn’t take picture there (maybe, saking terpesonanya) although the place is not really wide, Just small place. There’s a history about this prestigious major “medicine faculty” that follow medical faculty at Indonesia University before. There’s Soekarno, Dr.Sutomo and the other Indonesian Playmaker"s history there, and I just know that Dr.Soetomo’s wife was Nederland nurse. after getting around old building, we take picture in front of the gate, me and dinar o continue our trip to CCCl (pusat budaya n bahasa), we'll we 'Full" with CCCL last semester (halah, ga bgitu ahli padahal). n i "borrow" faisal's password to use it wi-fi . (thank's to faisal, ;D) n now check our pictures out !!!!
sorry b. inggris nya ancur, harap maklum
Paragraf Pertama
Semua Paragrap yang di sembunyikan

9.12.10

mobile blogging *1st time

hey, this is my first time to write on my blog from my cellphone, that's litTle bit Difficult, but maybe this will be easier if i use qwerty mode. Yeah i just back from 3 days holiday, tuesday 7 dec was islamic new year, 1 muharram 1432, hope this year better than b4. and i'm at home till this morning. I'm so sleepy there's no class just now. I wanna sleep. oh ya, I've lost my bicycle :'(
maybe that's enough.
*sakit trnyata lama2 nh tangan kLO nulis pke hape. .
Paragraf Pertama
Semua Paragrap yang di sembunyikan

20.11.10

Semua yang bernyawa pasti kembali padaNya

Paragraf Pertama


New Message

Sender : +6281252588***

Innalillahi Wa Inna Ilaihi Rojiun

Ibuku sudah kembali kepada yang punya ba’da magrib tadi malam,

mohon doa smg amal dan ibadah beliau diterima

dan dosa2 nya di ampuni oleh Allah

17 November 2010

06.07 a.m


“Deg” aku baru membaca sms ini di kamar, sekitar jam delapan pagi, tepat setelah berjalan pulang sholat idul adha dari Alun-alun Gresik, euforia idul adha pun mendadak berubah, nomer siapa ini ? sepertinya ku kenal nomernya. Ingin kubalas sms nya dan bertanya, tapi ku merasa tak enak hati, kuputuskan bertanya pada beberapa kawan, kawan SMA, Organisasi, teman main dan kuliah, tak ada yang tahu, akhirnya kuputuskan langsung bertanya pada nomer tersebut


Innalillahi wa inna ilaihi Rojiunn, smg amal ibadah beliau diterima di sisi-Nya...., Maaf .. Ini siapa ya ?



Lama tak dibalas, semakin penasaran rasanya, tapi akhirnya hampir duhur isi sms yang masuk membuatku luar biasa shock


New Message

Sender : +6281252588***

Maulida bitha..


Innalillahi wa inna ilaihi Rojiunn... , aku benar benar kaget, sedih sekali aku mendengarnya, kalian tahu kawan ? Maulida adalah kawan SMAku di MAN 3 dulu, kami sekelas saat kelas satu dan seorganisasi sampai kelas 3, hal yang membuatku tidak tega mendengarnya adalah karena belum genap 3 tahun Ayahnya di panggil sang Kholiq dan sekarang Sang Ibu telah meninggalkannya. Saat itu ingat sekali, dia tidak bisa hadir dalam acara ”Muwadda’ah” – perpisahan anak asrama- karena harus kembali ke Banjarmasin, Ayahnya meninggal dunia. Aku menagis kawan, Maulida, temanku ke toko buku, Maulida yang meminjamkanku banyak buku,, Maulida yang begitu polos dan sangat baik hati, dia teguh sekali memegang prinsipnya.


Satu lagi cerita kawan, Maulida suka sekali menulis, pernah ku minta menulis cerpen untuk majalah asrama, dengan senang dia menerima, setelah ini akan ku posting naskahnya, Maulida juga pernah menjanjikan aku untuk menulis sebuah novel pendek yang didalamnya memakai namaku sebagai salah satu tokohnya, dan dia berhasil menulisnya, naskah novel 89 halaman itu sudah ada di tanganku dan dia sudah mengirimnya ke salah satu penerbit, tetapi sayangnya, belum ada kabar sampai sekarang. Walau begitu aku sudah sangat gembira sekali karena dia berhasil menulisnya.


Sekarang, dia telah yatim piatu kawan, tapi aku yakin, dia tak butuh dikasihani, Maulida anak yang patuh pada orang tua, aku percaya dia ikhlas, aku percaya dia kuat, Terdapat kekuatan besar dalam dirinya dan aku percaya dia bisa tegar.

Semoga Beliau di terima di sisi Allah

Semoga kamu bisa menjadi ladang pahala bagi kedua orang tuamu,

Kamu pasti bisa, mol. Kamu anak baik.

May Allah SWT always bless you, Aminn


Semua Paragrap yang di sembunyikan

15.7.10

Goes to Cobannn , part 1 (bapak koalisi 5 partai)

1st Episode
Goes to Coban , oentoek jang kesekian kalinja. . .
(Bapak koalisi 5 partai)


Salam ciyeeeeeeeeeeh.

Senin pagi, jadwalnya anak HI 2009 SEHAT akan melangsungkan survey untuk kemantaban acara IR FEST (baca: ospek jurusan buat maba ) yang kalau dipanjangkan jadi International Relation Fun Educative , ST nya apaan ya ? yo ngunu lah pokoe, hehe, koordinator survey ke Coban Rondo kali ini adalah teman kami yang bernama Gumilar Rahadyan yang biasa di panggil Handi, ok, Handi sudah mengatur jadwal bahwa keberangkatan kami akan dilangsungkan jam 8 tepat, dan parahnya saudara-saudara , saya Tsabita Shabrina, barusan berangkat dari Gresik jam setengah tujuh, bayangkan dengan berangkot paling ga butuh waktu hampir 2 jam buat sampe ke surabaya, ya , tapi bukan bita namanya klo ga santai, hahahaha

jam 8 kurang 10 , sms dari si ochik meraung meminta aku segera nyampe ke Galeri HI, ya tapi sepertinya akan mustahil terjadi kala itu, karena si angkot yang berjalan luambat, ya suda aku putusin naek kreta sendiri aja ke Malang , dan keputusanku semakin mendapat dukungan ketika ada sms dari si maygy yang mengabarkan bahwa dia tertinggal kereta subuh dari kertosono, so, dia harus naik bus yang bakal sampe sby jam 10, padahal klo dia pake kereta subuh, jam 7 pagi da nyampe di sby, yup, inti dari sms itu adalah aku suruh nunggu si maygy sampe datang ke surabaya, soalnya dia ga tau kota Malang. Dan..., Okelah, akhirnya temen-temen yang lain berangkat dulu jam 8 dengan konvoi motor, beberapa mobil dan 1 buah bison , sekitar 45 orang dari 80 orang temen-temen HI yang ikut, dan aku baru nyampe sby, jam setengah sembilan, dan nunggu maygy sampe jam 10.

Aku dan Maygy, jajnjian ketemu di Stasiun, aku berangkat terlebih dahulu, tentu saja berjalan dari kosan ku ke stasiun, sekitar 15 menit, melewati belakang kampung gubeng Airlangga dan menyusuri pasar, terlihat bapak-bapak yang ’njemur’ merpati nya, ibu-ibu yang nyuapin anaknya.., ibu-ibu yang belanja, ibu-ibu yang nyisir rambut anaknya, mmm.. ’’Mother, How Are you Today???” tiba-tiba aku teringat ibuku. Suasana mellow seketika.

Aku sampai di Stasiun, setelah membeli tiket aku masuk kedalam dan menunggu kereta di depan pintu deretan toko, akupun berselonjor ria di lantai karena tempat duduk yang disediakan sudah full terisi, sesaat pandanganku memutari area stasiun gubeng, bangunannya keren juga pikirku, pintu yang melengkung, bata merah, tiang –tiangnya, lawas dan artistik, wah gue bangett...,

”Mbak.. permisi,, ”

punggungku terasa terdorong sesuatu
Aku pun menoleh kebelakang,, wah, ternyata aku duduk di depan pintu toko yang kukira tutup, ada orang toh didalamnya, aku segera beranjak dan membalas kata permisi dari mas-mas tadi seperti biasa dengan senyum GJ.
Setelah tempat yang kusinggahi terasa PW (baca: Posisi Wenakk) aku ngeluarin majalah ”Reader Digest” keluaran tahun 1986 yang kubeli 2 tahun lalu saat SMA, majalah itu English Edition, aku membeli karena sugesti dari guru les bhs. Inggrisku di IDP dulu, Pak Firdaus namanya, yang sering nyuruh aku baca salah satu issuenya dan menceritakan kembali dengan bahasa inggris. Mengapa tahun 1986? Karena aku membelinya di toko buku bekas, kalau di Malang dulu, di daerah WILIS, mengapa bekas ? Karena bila membeli baru mahal 28.000 rupiah, klo yang bekas sepuluh ribu, bisa dapet tiga (tentunya setelah rayuan maut dilancarkan pada abang penjualnya, hehe) aku pernah sekali beli yang baru, tapi selanjutnya aku numpang baca aja di Gramedia, mumpung majalah itu ga ada segelnya,, thanks for Gramediaa hehehehe

Masih sekitar 20 menit lagi kereta datang, aku masih asik dengan reader digestku,belum satu halaman terbaca, ada sms dari misbah, sohibku di MAN 3 yang sekarang kuliah di FIA UB,

”bitttt, udah UAS ? ”

akhirnya waktu yang tersisa itu pun terisi dengan ber sms-an ria, salah satu berita yang di bawa si misbah adalah perihal muwaddah yang diadain lusa, wahh, boleh tuh, mugkin dari coban aku ke malang aja, ga usa ikut arek-arek balik ke sby buat lihat Muwaddaah, ok, muwaddaah itu semacam wisudanya anak anak ASRAMA, so, apa yang spesial dari muwaddaah? Pada malam itu Gedung Aula akan disulap jadi tempat yang lain, Penuh hiasan dan dekorasi, Saat aku kelas satu misalnya tema muwaddaah adalah ’ Heaven of Love” jadi aula diubah jadi kaya taman surga gitu ada tumbuhan rambat, kolam, air terjun dan lain sebagainya. Kelas dua, bertema ” Babylonia in Euphoria” yang menyajikan Babylonia abad pertengahan dengan taman gantung dan bangunan uniknya. Kelas tiga, saat aku yang di wisuda, temanya adalah ” Sugar Land” Aula jadi penuh hiasan berbentuk donat, ice cream, kembang gula dan banyak lagi,,

” Bitttt, Angkotnya jalannya kaya ulet, lama bangetttt”
kali ini sms maygi menginterupsi, Oh My God..., aku baru nyadar, kabar baik klo kereta 5 menit lagi akan datang, dan kabar buruknya Maygi masih di Angkot. .

aku pun membalas
”Nyampe mana?
Turun Meg, Lari, kereta 5 menit lagi, gak lucu klo kamu gak jadi survey lagi, gara-gara ketinggalan kereta, Run Megggg Runnn !!!! ”

Tak lama kemudian, terdengar pengumuman

”ting tung ting tung”
” Kereta Penataran tujuan Malang, akan segera datang, para penumpang di harapkan bersiap-siap di jalur dua”

oh my God..... Aku mulai cemas, aku telpon si maygy, ga di jawab, waduhh bingung aku kala itu,
Gak lama berselang maygy sms lagi,

” bitt, ke depaan dongg, ke tempat beli tiket, uangku seratus ribu nh, ga ada kembalinya, pinjem dulu. ., cpt..”

Oh maaaaan, aku pun berlari ke depan, telpon dari si maygy meraung-raung, aku tak peduli, aku tetap berlari dengan dihujani tatapan mata dari segenap pengunjung stasiun, ” tuuuutttt... tuuuuutttttt” dan kereta pun datang, semakin ku percepat lariku, seakan aku akan melakukan penyelamatan heroik, beruntung di jaketku sudah tersedia 4 lembar ribuan dan recehan limaratus perak, maygy sudah panik di depan,,
Dan akhirnya uang itu berhasil diterima si maygy, dan tiket kereta ekonomi yang keramat itu pun sudah ditangannya. Dan... oh no, itu berarti aku akan berlari kembali ke jalur satu, kita pun berlari mengejar kereta, aku berlari sambil mengomeli si maygy atas ’’perbuatannya” yang mengubahku seketika jadi atlet lari.

Beruntung, setelah kami menginjakkan kaki di kereta, keretapun berangkat, nafas kami tercekat, tersenggal-senggal, untung kereta tak begitu ramai,, dengan mudahnya kami mendapat tempat duduk. . . , Belum semua omelanku pada si maygy terlontarkan, maygy sudah mendahuluinya dengan ceritanya yang tragis, dari ketinggalan kereta, yang berakibat dia harus naik bus, bus yang lemot, sempet mogok dan terancam di oper ke bus lain pula, turun naik angkot dari terminal bungurasih ke kosannya ditambah dengan ketidakberpihakan cuaca yang panas mengganas.
Ya sudahlahhh,, aku mendengar sambil meluapkan perasaanku hari ini di tembok facebook.

Kereta terasa cepat sekali, pada stasiun Wonokromo seorang bapak-bapak berpakaian rapi, tiba-tiba duduk di depan kami. Kami hanya senyum dan menjawab seadanya waktu beliau menanyakan kami mau kemana, dari mana, kuliah dimana dan semester berapa, memang, tak ada niatan sama sekali untuk ngajakin ngobrol sang bapak, kami capek, dan sibuk, sibuk dengan hape di tangan masing-masing, kombinasi yang apik antara fesbukan dan sms-an membuat bapak di depan kami tercampakkan. Seketika teringat kata-kata Mas Joko, dosen mata kuliah Studi Strategis Indonesia dan Pengantar Globalisasi, iya, bener guys, dia Dosen, tapi masih ’agak muda’ jadinya manggilnya mas, Beliau pernah berkata, kira-kira begini , kira kira lho guys...

” Globalisasi dan Teknologi itu memudahkan, tapi men’dzolim’i hubungan sosial ... ”
(aku ngangguk-ngangguk)

”Banyak sekali contoh yang menarik, ini asli dari pengalaman bapak saya sendiri..”
(aku semakin ngangguk-ngangguk)

” Dulu, bapak saya kalau naik kereta, hampir setengah gerbong beliau kenal... ”
(waduhhh, gileee, setengah gerbong? Kali ini saya geleng-geleng,, takjub, walau sebenarnya merasa mulai mucul ke’lebay’an yang terdeteksi dalam ceritanya )

” itu karena memang tak ada hal yang bisa dilakukan dalam kereta kecuali berkenalan dan mengobrol dengan sesama penumpang.., dan apa yang terjadi pada masa sekarang??”

” semua sibuk dengan gadget di tangannya, bahkan yang duduk bersebelahan dan yang didepannya, belum tentu bisa menjadi kenal”

Well, i hear it ,, then i remember, i experience it, then i understand. . .
Benar sekali guys, penjelasan mas joko tersebut mewakili keadaanku kala itu di kereta. .
Paragraf Pertama

Teringat akan petuah mas Joko, Aku pun memasukkan hapeku ke dalam tas, dan mulai mengomentari hal-hal yang kulihat dari jendela kereta, Kereta pun hampir sampai di daerah semburan Lumpur Lapindo, lumpur yang muncrat tersebut belum juga terhenti sejak aku lulus kelas tiga SMP sampai sekarang,,

” Meg, aku pingin lo, liat lumpur LAPINDO dari dekat, aku belum pernah naik kesana”
Sambil menunjukkan jariku ke arah atas tanggul
” Aku juga pengen, ayok kapan-kapan yokk” Maygy menimpali

Bapak berpakaian perlente dan bersepatu rapi itu pun segera menimpali, Aku menerka beliau cukup well-educated, terlihat dari aura nya saat bertanya pada kami di awal tadi dan gaya bicaranya yang banyak memakai istilah-istilah yang tidak awam, (sok nyaaa akuuu, =p ) Pakaian Rapi, Membawa tas, semacam tas kerja, dan tampak di jaket hitamnya tersulam rapi tulisan ” KOALISI 5 PARTAI” bla bla bla, ada beberpa partai yang tertulis tapi sayangnya, aku lupa apa saja, beliau langsung saja memberitahu kami bagaimana caranya untuk sampai ke atas Tanggul tersebut bila dari surabaya, bila naik motor langsung saja, bial naik kereta dari surabaya kami bisa turun stasiun Tanggulangin dan berojek sampai tanggul yang sbelah kiri, serta posisi-posisi strategs tempat munculnya semburan. Tak berhenti sampai di situ saja, Bapak ini menceritakan bagaiman keadaan pengungsi – pengungsi yang masih ada di Pasar, yang tidak punya surat-surat lengkap agar ganti rugi rumahnya yang tenggelam bisa terbayar, dan tiba-tiba belok menceritakan Marsinah, pejuang Kaum Buruh yang ”di duga” di bunuh pada jaman ORBA yang pabriknya ikut tenggelam, Anggaran LAPINDO yang terbuang sia-sia, karena proyek pembuntuan sumber lumpur dengan bola-bola beton yang gagal tetapi tetap diteruskan saja, dan yang paling memilukan adalah dampak psikologis yang di derita oleh para pengungsi.

Mungkin kala itu kami tak sadar, bahwa kami benar-benar terperangah oleh cerita-cerita si Bapak ini, belum sempat kami bertanya-tanya tentang banyak hal dibalik LUMPUR LAPINDO, bahkan belum sempat kami tanya siapakah nama dan pekerjaan si Bapak ini, beliau mengakhiri ceritanya dengan

” Wah, Sudah Stasiun Porong, Maaf, saya berhenti disini !!!”
Kami hanya tetegun, tak berkata apa-apa
Setelah itu, si Bapak ini berdiri dan berkata

” Well, Can We Meet Again ?”
seraya melambaikan tangannya dan berlalu
Sekali lagi, kami tak menjawab hanya membalas dengan senyuman penyesalan,

YA, Kami menyesal melewatkan kesempatan emas untuk mendapatkan asupan pengetahuan yang langka dengan gratis.
Setelah bapak itu pergi, kami mengutuki diri kami masing-masing, Kenapa kami tak menanggapi bapak itu secara serius sejak awal tadi ? sejak bapak itu terlihat exited saat mengetahui kami dari UNAIR, FISIP dan kembali begitu exited saat tau kita dari HI, Seandainyaaa.... , hmmm, sekali lagi..., Ya Sudahlahhh.. ..., belajar dari pengalaman ya bittt

”Mr. Koalisi 5 partai, Can we meet again?? “
To be Continued . . .,

Semua Paragrap yang di sembunyikan