Tampilkan postingan dengan label ambarawa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ambarawa. Tampilkan semua postingan

8.2.11

Catatan perjalanan: exploring Ambarawa :)) part 2

Foto foto perjalanan dapat dilihat di semarang-ambarawa (2)

Rasa Penasaran yang tertinggal Benteng Willem (Pendem)
Rintikan hujan tidak menghalangi niat kami untuk terus berjalan menyusuri jalanan ambarawa untuk tujuan selanjutnya, setelah berjalan sekitar 500 meter, akhirnya kami sampai di sebuah tempat, kata orang2 sekitar sini, nama benteng ini, benteng pendem, tapi dari beberapa sumber di web, sebenarnya nama benteng ini adalah benteng Willem. Jadi menurut kami, masih ada hubungannya dengan museum kereta api yang tertera tulisan Willem 1800 berapa ya?1800an pokoe, Dibagian depan bangunannya. Pertama kali sampai, semuanya serba tak meyakinkan, kami (atau hanya aku) berasa aneh, merinding disko pokoknya, tapi kita tetep terus masuk aja ... dan wow ! benteng bagian dalamnya lawasss bangett, asli, semuanya tambah semakin artistik ketika fenomena benteng ini di rekam di video atau di jepret pake kamera, tapi sayang kotor, banyak coretan, sampah dan dedaunan berserakan. Suasana disana sepi banget, hanya ada kita, tetapi ternyata, setelah kami naik ke lantai atas benteng itu, wow, surprise !! ada rumahnya orang guys, jadi, satu blok tingkat atas benteng itu jadi rumah penduduk, lengakap dengan palang RT/RW, tapi walu pintu-pintu nya terbuka, rumahnya kosong, hanya ada kursi yang bergoyang. Akhirnya kami memilih cabut, tapi masih tersisa banyak pertanyaan ketika kami berjalan meninggalkan kompleks benteng itu, sebenarnya itu dulu tempat apa? Buat apa? Sekarang jadi apa? Mau tanya siapa?

Budget = 0 rupiah, jalan kaki



Wisata Religi : Menepis tabu, Meluaskan Cakrawala 

- Gua Maria Kerep
Saat sampai disana, cuaca masih gerimis, Suasana di tempat ziarah umat katholik ini begitu tenang, di halaman depan tampak tempat parkir, kantin dan beberapa toko souvenir yang menjual pernak pernik peribadatan umat katholik, mirip kayak tempat ziarah wali-wali yang ada di Jawa, Disana terdapat 1 Gereja Utama, Altar untuk misa, tempat tempat lilin, dan yang paling menarik perhatian kami adalah diorama yang menceritakan kisah penyaliban Yesus sampai dimakamkan di bukit Golgota, diorama tersebut dinamakan jalan salib. Dari sana kami bisa mengetahui urutan kejadiannya, arti beberapa simbol umat katholik, filosofi 5 roti dua ikan, dan banyak sejarah sejarah lainnya. Tiba- tiba ada seorang pekerja yang mendekati kami, beliau mengaku telah bekerja disini sejak awal temoat ziarah ini berdiri. Menariknya, beliau ternyata seorang muslim, dan bercerita bahwa arsitek Gua Maria Kerep ini juga merupakan seorang Muslim yang berasal dari Tuban, sayang, kami lupa namanya. kami jadi teringat pula, kalau arsitektur masjid istiqlal juga bukan muslim, senangnya, bisa saling membantu.. 

- Klenteng Hok Tien Bian
Agak kecewa, ketika kami sampai di kuil ini, yang pertama, karena ternyata tempatnya ga begitu besar, masih kalah jauh sama klenteng Sam Poo Kong yang di Semarang atau klenteng kuno yang pernah kami kunjungi di jalan dukuh, yang kedua, kami tidak diperbolehkan masuk kedalam, padahal di klenteng2 lain biasanya kami boleh masuk, yah, tapi paling tidak kami bisa berfoto di depan plataran klenteng itu, jadi sekedar saran , kuil ini bisa di skip dari target bila terburu-buru, better ke Sam Poo Kong di Semarangnya. 

Budget : Getting around berangkot di Ambarawa cukup terjangkau, hanya 2000 rupiah, PP 4000
Malah kalau mau jalan lebih hemat, Klenteng- Tentrem, Museum, letaknya deket banget



Hotel Tentrem : Rain Rain go Away, come again another day. .
Hujan masih saja terus mengguyur, jarak hotel tentrem dan klenteng sebenarnya sangat dekat, karena hujan, maka kami putuskan berangkot. Kami memang tidak membuat plan B, bagaimana jika hujan turun, jadi kami terus berdoa biar hujan cepat berhenti , dalam hati, saya terus berdoa dan membatin Rain Rain go Away, come again another day. .
Hotel tentrem, hotel tipe Melati II, cukup strategis, berada di depan terminal ambarawa, walau ketika pertama masuk suasana agak spooky, lawas kabeh soalnya, tapi hotel ini murah, murah banget, sekamar Cuma 40.000 , 2 bed besar dan kamar mandi dalam, lumayannnn

Budget : kita sewa 2, total 80.000, buat cewek 1 kamar ber 5, cowok 1 ber 2 , semua di bagi rata so @10.000/cewek 15.000/cowok


Huwooo, Jauh- Jauh ke Ambarawa Buat Makan Pizza !
Kami menungggu hujan reda di kamar, istirahat sambil berbenah, malamnya kami berencana ke tempat pemancingan ikan di Muncul, tetepi setelah dipertimbangkan kita cancel karena takut kemalaman dan budget membengkak, karena menurut info tempat pemancingan itu jaraknya hampir 1 jam dari tempat kita, lagian klo mancing ikan biasanya mahal, so, kita putusin buat cari makan di daerah sekitar ambarawa, sambil jalan2 .. , ceritanya tadi pagi kami lewat dapur pizza, trus mupeng pengen nyobain, dan akhirnya kita jalan kesana dan nyobain pizza ambarawa, hahahahha, ”cukup” terjangkau kita cuman habis 68.000 ber tujuh, pizza nya lumayan enaakkkk , walau ga kenyang2 amat, coz porsinya dikit. Lama kita disana soalnya sambil ngobrol n becanda ngalor ngidul, ya begitulah kami, jauh jauh ke Ambarawa buat makan Pizza, hahahahha


Candi Songo, far far away
Kita checkout hotel sekitar jam 7 pagi, kenapa begitu lama? Karena keran air hotel tentrem baru bisa dinyalakan pukul 5 pagi, ya bgitu jadinya, kita buang waktu buat nunggu air dan mandi. Yasudah, sebelum capcus ke candi songo, kita mampir ke museum n monumen PALAGAN AMBARAWA, icon kota Ambarawa, stelah poto2 kita langsung go ke candi songo. Kita berangkat pake mobil umum daihatsu merah, dengan membayar 8500/orang, kita diantar paknya sampai pintu depan candi songo. Perjalanan memakan waktu skitar 1 jam, Beh, adoh pek, ndukur gunung tempatnya. Sesampainya disana kamipun menyusuri kompleks candi tersebut, perlu diketahui di kompleks ini ada 9 candi yang tersebar (jadi tidak dalam 1 spot) dan jarak dari satu candi ke candi lain sungguh amat sangat jauh, medannya nanjak, ada 2 hal yang bikin perjalanan yang sebenarnya indah jadi gak mood, pertama tas ransel kami yang segede gaban, dan harus di bawa kemana-mana di jalan yang nanjak, kedua, lagi lagi hujan rintik2 , bikin males, harusnya tas itu dititipin ke ibu ibu toilet, agar jalannya bisa nyantai, tapi kita baru kepikiran pas pulang. Sebenarnya ada kuda yang bisa di sewa, tergantung jarak, dari 20.000 – 70.000an klo mau sepaket (sampe candi nomer 9) tapi ya taulah, budget udah menipis, ntar aja klo udah jadi orang kaya raya, dermawan , dan baik hati, gue mau ksini lagi jalan2 naik kuda hahahahaha, tapi impas lah sama eksotika pemandangan pegunungan, terasering, jurang, bukit bukit, yang seru pas liat areal persawahan dari atas tebing, mirip crop circle, hhaha, selain candi, di kompleks ini juga ada kawah belerang, pemandian air panas, dan sayangnya, jika mau berendam, harus ngeluarin kocek 3000, tapi kalo cuman mau “kecek” di bawah belerangnya gratis, hhe. seperti biasa, perjalanan diakhiri dengan foto session di beberapa spot, makan jagung manis , dan pipis.

Budget : Masuk museum palagan ambarawa : 2500
Transport ambarawa – candi songo (sampe depan) : 60.000/7 = 8500/person (wes nawar sampek elek)
Tiket Masuk candi songo : 5000
*klo mau naik kuda : 20000 – 70.000/orng tergantung jarak



Umbul Sidomukti : Marine Bridge, uji nyali membawa remek
Setelah tragedi tawar menawar dengan bapak supir (kita pakai mobil yang bawa kita berangkat tadi) FYI- angkot bolak – balik ke umbul sidomukti jarang sekali alias ada klo kita beruntung, so, dengan terpaksa kita bayar 140.000 alias 20rb /orang buat carter mobil (dianterin ke umbul, di tunggu, dianterin turun, terus dianterin ke per3an ambarawa buat nyegat bus) ya sudahlah. Umbul sidomukti ini letaknya juga diatas gunung, gila, tempatnya jauh , jalannya ga layak buat obyek wisata, harusnya pemkot semarang hirau dengan masalah ini dong *halah , jalannya nanjak banget, sempit, cuman bisa dilewati 1 mobil, ngeri pokoe.
Menurut Informasi, tempat wisata ini baru ada tahun 2007 kemarin, masih sangat baru rupannya, selain wisata alam, yang paling menarik adalah kolam renang di atas gunung, yang airnya asli dari gunung. Jadi airnya naik keatas gitu, trus ada juga fasilitas outbound yang bisa dicoba, ada flying fox, atv, rappelling, marine bridge, dll pada saat itu kami nyoba flyng fox, yang bikin keren lintasannya ngelewatin tebing tebing dan pohon2 di atas gunung, asik tenann, tapi sensasinya ga begitu terasa, walau tinggi banget tapi lintasannya kurang panjang, jadi Cuma swing bentar aja..
Nahhh, yang paling fantastic itu pas kita nyoba marine bridge, dengan tampang sok kuat , kita (aku, maygy dan pakde) bersemangat buat nyoba wahana yang satu itu, jadi ceritanya kita disuruh ngelewati jaring super gede yang dibentangkan dari satu bukit ke bukit lain, yassalammm., bener bener pengalaman sing ora iso dilalekne, hampir putus asa ketika kaki terperosok ke lubang jaring, dan dibawah itu sudah jurang guys, aku, yang harusnya meniti tali dengan berjalan, dengan amat sangat pasrah gulung gulung di jaring super gede tadi, sampek pengen nangis, berbeda keadaannya dengan double dinar yang melihat “aksi” kami dari atas tebing sambil ngguyu ngakak , hey guys, kalian gat au betapa merananya kami disana, hha, at least kami udah nyoba, dan mugkin ga mau mencoba marine bridge untuk keduakalinya.

Budget :
Dari Candi Songo – Umbul PP : 140.000/7 = 20000/orang
Tiket masuk hari biasa = 5000 (weekend 7000)
Flying Fox : 12.000 Marine Bridge : 8000
*lainnya : ATV : 25.000 Rappelling : 8000


Kecewa Lawang Sewu
Setelah Umbul sidomukti, kami segera bergegas ke semarang, menuju lawang sewu, kami naik bus jurusan Ambarawa- Semarang, wuih, busnya rock n roll guys, kita kayak liat sirkus, gimana aksi bang supir yang ngambil jalur berlawanan, banting setir, aksi heroik kernet yang kakinya sampai terseret-seret di aspal pas bus lagi jalan dengan kecepatan tinggi, koyok sulapan, koyok numpak roller coaster hha (jare arek2 sh, aku tidur soalnya). Menurut info yang kami dapat lawang sewu bisa dikunjungi kapan aja, jadi kami optimis ketika sampai semarng pukul 5 sore. Ternyata oh ternyata, buka fulltimenya itu cuman dari kamis – minggu aja, senin –rabu, tutup jam 5, yassalammm, sungguh, kami sedih tiada tara kawan , walau sudah mengemis pada satpam tetep aja ga dibukain… ya.. sudahlahhh… , kapan kapan kan masih bisaaaa. jadinya kami menghabiskan malam menunggu kereta dengan menyusuri jalan pandanaran, beli oleh-oleh, trus makan dan jalan lagi ,,
Budget : Bus Ambrwa – Smg : 6000 , angkot semarang : 2500an , tiket lawang sewu (klo jadi) : 5000 , masuk bawah tanah (klo jadi) : 5000



Bye bye Semarang
Akhirnya, rangakaian perjalanan kami berakhir , kami menghabiskan malam dengan nyamik di mushola stasiun poncol, menunggu kereta ke Surabaya yang datang jam 12.30 pagi dengan harga sama kayak pas berangkat 37.000. Sekedar info, tukang loket di stasiun poncol agak nakal, dia narik duit seribu dari tiap orang , alasannya gak ada kembalian, *mungkin klo ada petugas yang baca blog ini, oknum tersebut bisa ditindak (zzzzzzz), Byeee Semarang Ambarawa….


P.S :
What a Trip, Thanks a lot for this experience, though it ain’t flawless, it’’s still worth doing it, Let’s do it again some other time, :D
(Putra n Cecil)

Thanks to
Our beloved God for his mercy n blessing, Our parents buat sangunya, pak wibowo dan istri, pak penjaga hotel ganesha, mas andra n the backbone yang ngasih aku tempat duduk pas pulang, orang-orang yang mbantu ngasih petujuk arah, dan semua pihak yang telah membantu apapun pada kami yang tidak bisa kami sebutkan satu persatu, matur suwun,, Gusti pengerang sing mbales . N the last thanks for the team, klo ga ada kalian, ga rame, hha


Mohon maaf bertele tele, gak bisa nyingkat sh, hhehe

Paragraf Pertama
Semua Paragrap yang di sembunyikan

Catatan perjalanan: exploring Ambarawa :)) part 1

Foto2 perjalanan bisa dilihat di album foto semarang-ambarawa (2)

Time: Senin 31 Januari – Rabu 2 Februari 2010
Team: Tsabita, Dinar Prisca, ,Putra, Pakde ,Cecil, Dinar Okti, Maygy

Perjalanan Surabaya - Semarang (otomatis romantis eksotis)
Kereta kami berangkat dari stasiun pasar turi pukul 15.30 Sore, tetapi kami sudah stand by di sana sejak jam 2 siang, hal itu bukan semata karena kami “kerajinan”, kami sengaja datang lebih awal agar dapat tiket kereta ekonomi dengan tempat duduk, dan thanks God, kita dapat tempat super pewe, satu blok ujung gerbong pertama yang emang pas buat ber lima, (Dinar dan Maygy menyusul dari kotanya masing2, blitar dan kertosono) . jadi, suasana begitu privat, hanya kami. 5 jam perjalanan yang diwarnai awan mendung, panas terik,hujan badai, petir menyambar dan gerbong bocor pun tidak begitu terasa, kita lewatkan waktu dengan ngemil, denger lagu, main A,B, C an bertema GJ, ngisi TTS, ngobrol banyak hal, dari film korea Kim Tak gu sampai Thomas Taw dan Francesca Fusco, *alamaaaakk

Budget: tarif kereta ekonomi, sby – semarang Rp. 37.000


Suatu Malam di Temaram Kota Semarang
Tribute to: Mr Wibowo and Wife
Jam 20.30 kita sampai di Stasiun Poncol, setelah ritual buang hajat, kami pun bergegas menuju penginapan. sebenarnya di hape sudah ada banyak sekali daftar penginapan, tujuan kami adalah wisma BAPELKES milik dinas kesehatan, tetapi letaknya di sekitar simapang lima, akhirnya iseng2 saya nanya ke mas2 petugas di stasiun, kali aja ada penginapan yang lebih murah dari list saya disekitar stasiun, dan mas2 itu menjawab dengan tatapan (sedikit) aneh klo disekitar situ memang banyak “penginapan” murah. Sejurus kemudian ada bapak baik hati menyela pembicaraan kami dan menanyai kami macam2, mau kemana dan cari apa, dan dari bapak tersebut itulah kami mengetahui kalau penginapan disekitar poncol itu “BPB” alias Bukan penginapan Biasa, alias penginapan es*k-es*k (u know what). Akhirnya setelah kami mengatakan Wisma Bapelkes sebagai alternatif tadi, dengan sangat menyesal beliau berkata kalau wisma tersebut sedang di renovasi. Yassalammmmm, dan singkat cerita beliau mengantar kami menyusuri kota Semarang untuk mencari penginapan yang aman dan sesuai budget kami

“ Ayo, kalau mau saya antar, semarang ga seperti jogja mbak,, yang banyak penginapan murahnya, disini kalau tidak hati-hati mencari, bisa gawat sampeyan, tenang saja saya bukan makelar .. “ tegas pak Wibowo

Kami menunggu lama bersama bu dewi, istrinya, sedangkan pakde dan pak wibowo muter2 semarang cari penginapan yang pas, Lamaaa sekali, sampai ga enak sama ibu dewi, Akhirnya setelah pencarian lama, akhirnya Pak wibowo dan pakde membawa Good News, hasilnya Penginapan GANESHA di jalan cipto yang menjadi pelabuhan terakhir kami malam itu *ceileee Setelah berterima kasih yang sebesar besarnya ke pak Wibowo, kami pun berangkot ke GANESHA, sesampainya disana kami pun ber “ sekongkol “dengan pegawainya . ..
“ Yaaa, sama-sama tau lah mas,,, mbak,,,” kata pegawainya
Well, akhirnya kita bisa istirahat semalam disana bed lumayan, kamar bersih, ber AC dan surprise.. ada Tvnya pula, hanya dengan 20.000/ orang
Alhamdulillahhhhhh (Kata Kami) :D
PenyertaanMu sempurna atas kami (kata Pakde) :D
Thanks to God, for sending Mr wibowo and negotiable hotel’s keeper to us 

Budget : Angkot ke ganesha 2500, Nginep Ganesha 20.000/person



Menyusuri Hiruk Pikuk Semarang di Awal Pagi
Jam 6.30 kami berlima sudah siap berangkat, tapi kami bisa keluar skitar jam 7 lebih, menunggu BOS besar yang punya penginapan berangkat kerja .

“Besok, keluarnya di atas jam 7 ya mas, biar bos saya berangkat kerja dulu, bisa berabe klo di catatan saya bayarnya segini,, tapi yang keluar gerudukan” kata pak pegawainya

Hha, lucu deh klo inget,jadi kucing2an kita,, Setelah itu kami pun keluar dan berjalan menyusuri Semarang menuju Masjid Baiturrahman Simpang Lima, kami janjian ketemu sama Dinar dan Maygy disana, Jalanan semarang bersih, rapi gak seribet Surabaya,jarak dari Ganesha ke simpang lima lumayan jauh, tapi karena jalan sama-sama jadi gak kerasa, Jam setengah delapan kami sampai, Maygy dan Dinar sudah ada disana lebih dulu, wajah mereka terlihat tetap segar walau semalam mereka “menginap” dan “mandi” di Mushola stasiun, hihihihihi
Nb : kereta Dinar dan Maygy sampai stasiun jam 3 pagi, so daripada keluar dan ga aman, alternatifnya ya “menunggu pagi” di stasiun, :p



Soto Ambarawa : Sensasi bening, murah mengenyangkan
Tim kami akhirnya lengkap, sudah pas 7 orang dan kami pun langsung bergegas ke tujuan utama kami, ”Ambarawa!!!” Setelah naik angkot menuju Java mall dan oper bus 2 kali, akhirnya setelah perjalanan sekitar satu jam, kita nyampai juga di Ambarawa. Sebelum ke tujuan pertama, yaitu Museum Kereta, kami memutuskan makan dulu, di per3an sebelum museum kereta ada warung soto enak, dengan kuah bening dan sambel ijo yang ajibbb, dan kamu tahu berapa harganya guys? Cuman 3000 semangkok, wuih udah murah, enak pisan, ckckckc, sangar!!

Budget : Simpang Lima – Java Mall = 2500
Bus Java Mall – per3an Poli = 5000
Per3an Poli – Ambarawa = 6000
Rute diatas bukan yang paling murah, salah strategi dan buang waktu, harusnya bus Java Mall ke Per3an poli ga perlu, langsung saja semarang –Ambarawa Rp 6000, 



Meretas Sejarah : Berpetualang dengan Kereta Kelinci di atas rel :p
Setelah berjalan sekitar 500m kami pun sampai di Museum Kereta, wow, berasa balik ke masa lalu, dinding dinding bangunannya klasik banget, gaya art deco eropa eropa gitu, Sejarah perkereta apian akhir abad 19 tersirat dari semua pameran perlengkapan kereta kuno, dari mesin pencetak karcis, telepon, alat hitung, jajaran loko-loko uap yang hitam gagah, kerenn pokoknya, setelah puas foto foto kita naik lori wisata, di luar ekspektasi sih sebenarnya, kereta lori yang kita naiki ini satu tingkat mirip sama kereta kelinci, bedanya, kereta ini jalan di atas rel, Di atas kereta lori itu kami heboh kegirangan, menyusuri perkampungan, deket banget jaraknya, sampe jemuran warga pun bisa kami sentuh, hhe, rumah rumah penduduk, ayam peliharaan yang bebas ga di kandangin, pemandangan gunung. Hamparan hijau sawah, dan yang paling cool, pemandangan rawa pening yang berkilauan tertimpa matahari, sebagian rawa yang menghijau tetutup eceng gondok, beberapa rumah sungai dan perahu nelayan yang menjala ikan, amazing ! yang kata dinar prisca mirip banget kaya landskap lukisan, bener bangett, subhanallahhh, eksotis sekali. Total perjalanan tersebut 13 km pulang pergi, di tempuh sekitar satu jam plus berhenti sekitar 10 menit di stasiun tuntang, stasiun kuno ambarawa yang sudah tidak dipakai lagi, what an exotic trip, kami benar-benar tidak menyesali naik kereta kelinci ini.

Budget :
Tiket Musum KA : 5000
Wisata Kereta Lori : 200.000 sekali jalan, kuota 20 orang, saat itu hanya ada 10 orang yang berangkat, jadi dengan terpaksa kami merogoh kocek 20.000/ orang untuk ini, padahal sebelumnya ada rombongan anak2 TK, kalau kita agak lebih cepat datang, pasti lebih murah.
Sebenarnya ada wisata kereta uap yang lebih keren dan eksotis melintasi gunung, tapi untuk naik itu, kita harus sewa, trus minimal ada 100 orang yang naik, coz sekali jalan tuh kereta butuh duit skitar 3,5 jeti, yassalamm... >,<

bersambung ke episode 2 .... cekidott

Paragraf Pertama
Semua Paragrap yang di sembunyikan