15.12.10

MICROSOFT BLOGGERSHIP 2011: YUK, MAIN BERSAMA DILUAR !









MICROSOFT BLOGGERSHIP 2011: YUK, MAIN BERSAMA DILUAR !

Tidak diragukan lagi kawan, sekarang ini, kita sedang berada pada era globalisasi yang borderless- alias tanpa batas, sudah bukan hal biasa lagi untuk mempunyai teman dari berbagai negara, perjalanan semakin mudah dilakukan, informasi datang dan pergi silih berganti, cepat sekali, wuss wuss wusss, bayangkan saja, contohnya, infotainment yang “hanya” membahas masalah dunia hiburan saja tidak akan kehabisan berita walu sehari tayang 3 kali dengan durasi (yang rata-rata) lebih lama dari program berita pada umumnya. Contoh lainnya, Undangan Pernikahan. Ulang Tahun, Sunatan, dan lain sebagainya melalui jejaring sosial mulai marak dilakukan, tak butuh undangan cetak tinggal invite dan di tag –tag in, sekali berkicau, informasi sudah melebar kemana-mana, bahkan “pertemuan” sudah tak “sacral” lagi, seperti saat bermaafan pas Hari Raya, sms, telpon, sudah cukup.

Well, tidak usah berlama-lama di pembukaan, langsung pada intinya saja, yak, Sudah bukan wacana baru lagi fenomena “ Globablisasi” pastinya punya damnpak positif dan negatif, dalam contoh kasus diatas, positifnya adalah informasi lebih cepat tersebar, efektif, irit, efisien tanpa ribet. Nah, Dampak negatifnya ini yang harus dihindari atau diwaspadai, walaupun saya ga ada data yang akurat, pasti kawan kawan pembaca (yang sempet baca , maksudnya) sepakat sama saya kalau sekarang anak –anak usia sekolah atau bahkan sampai remaja lebih asik dengan gadget nya sendiri diri, di kamar nonton TV lah, sms-an, facebookan, twitteran, atau hal –hal lain semacam itu semua, dan apabila terlalu addict alias keseringan, akibatnya mereka hanya fasih bergaul dalam dunia tersebut dan rata-rata sulit bergaul di dunia nyata (susah juga nih milih kata kata, hhe) mereka jadi kesulitan dalam hal “problem solving” karena jarang berinteraksi secara “real” dengan orang lain.

Fenomena lainnya adalah kareba sibuk sama akunnya di dunia maya, kebanyakan bahkan menjadi tidak (begitu) mengenal tetangganya, pada jaman saya dulu, ehm, sering sekali saya main petak umpet, lari larian, hujan-hujanan, bekelan, tau gak? -Semacam besi besi kecil dan bola (gitu deh pokoknya, susah njelasinnya) Tetapi euphoria mengasyikkan tersebut terganti dengan kehadiran game-game yang bisa dimainkan, lagi-lagi sendiri, baik offline maupun online (walau ada yang bisa berdua, atau bertiga sih). Sudah jarang ada lagi anak anak bermain di jalan-jalan di sekitar rumah, taman, lapangan dan sebagainya. Jadi wajar toh, susahnya ,nyari 11 orang diantara berjuta- juta orang buat majuin sepak bola tanah air, (ya, walau sekarang TIMNAS uda kerennn bangettt sih, hhe).

Oleh karena itu menurut saya solusi yang bisa dilaksanakan adalah dengan memberdayakan lapangan-lapangan bermain di kampung- kampung, taman –taman di kota –kota dan memanfaatkan ruang hijau terbuka dengan berbagai fasilitas agar nyaman di buat sarana bermain dan belajar anak –anak (anak-anak lho ya, bukan ABG) Selain itu pemerintah kota dapat membantu dalam penyedian fasilitas tersebut serta sosialisasi ke warga, terlebih dengan adanya perpustakaan keliling yang aktif beroperasi (dengan dilengkapi pembimbing tentunya) sehingga tempat –tempat tersebut tidak hanya nyamen untuk bermain saja, tetapi juga belajar. Dengan terwujudnya sarana belajar dan bermain tersebut diharapkan akan membiasakan anak-anak untuk mengenal dan bersosialisasi dengan lingkungan, bukannya asik sendiri dirumah, tiduran, dengan gadget di tangannya.


(bee)

Paragraf Pertama
Semua Paragrap yang di sembunyikan

13.12.10

Piano Recital by Geoffrey Saba




Aku mendapatkan undangan recital piano FREE dari CCCL, wow, aku exited banget, secara, aku suka sama musik klasik, apalagi itu yang main orang London, jadi kebetulan skali, malam ini aku lagi ga ada acara apa-apa jadi aku merencakan untuk datang. Acara dimulai pukul setengah delapan malam. dan hari itu sudah maghrib, tapi aku belum dapet temen buat ksana, padahal udah banyak temen yang ku sms buat nemenin aku ksana, tapi nihil, ga ada yang bisa, ada yang pulang lah, ato ada kerjaan lah, dan di etik detik terakhir, kerika aku uda pasrah, akhirnya temen BEM ku nia, mau nemenin aku kesana, and... here we go ...

Acara di gelar di Gedung SSO (Surabaya Symphony Orchestra) di daerah genteng kali, setelah lama muter2 akhirnya nyampe juga, well, gedungnya terletak di samping hotel weta, dan ternyatra ga seperti yamg aku bayangkan sebelumnya, gedungnya ga begitu bagus, gelap, biasa aja, dan ga ada semacam umbul-umbul yang bilang klo disana lagi ada recital piano, ya secara yang main kan orang london, pikirku, masak ga ada meriah-meriahnya sih, alias suremmm,..

Ya begitulah, kita pun naik ke lantai empat. wah ternyata udah mau mulai, sudah ada gemuruh tepuk tangan dari dalam, kitapun masuk, nyerahin undangan, dan memburu tempat terdepan, ruangan yang dipenuhi karpet merah tersebut luasnya mungkin 6 kali indomaret itu sudah penuh orang, dan untungnya ada beberapa di depan yang kosong, kitapun langsung duduk di depan. nah, disaat itulah kita merasa ada yang ga beres, Mr. Geoffrey sudah mulai bermain piano, salut banget beliau memakai batik lo... ;) dan... disamping tuh piano ada pohon natal lengakpa dengan dekorasinya, dan setelah melempar pandang ke seluruh ruangan, sejauh mata memandang ternyata cuma kami berdua yang pake jilbab, dan sebagian besar yang ada disana itu orang chinese. dan berbagai penafsiranpun timbul,

" hah, ga salah nih ? "
"undangannya bener. kan?
" tapiii, ini kayaknya acara natal deh"
"acara natal, bukan sih ?!"

well 15 menit pertama bener bener ngerasa ga pewe, udah jilbaban sendiri di depan lagi. jadi ngerasa diliatin, semua mata tertuju pada kita. temenku uda bingung dewe dengan ber piye piye,

"piye nih? piye nih?"
"wesss stay cool ae, hahahah" aku sok menghibur diri

yak, begitulah kita tersiksa dengan pikiran kita sendiri, tapi lama -kelamaan semuanya jadi enak, gara gara mr. saba mainnya enaakkk bangeettt, jadi kebawa, jadi lupa klo kita jadi minoriotas tadi, semuanya bercampur jadi satu, ga ada islam atau kristen yang ada hanya orang-orang yang berkumpul liat recital piano, ;)

well, di balik semua keseruan itu, ada pelajaran yang bisa kuambil, emang bener, rasanya jadi minoritas tuh ga enak banget, berasa asing, tertindas, terdiskriminasi, well, that's why klo ada yang berbeda sama kita, kita ga boleh malah semakin membuat mereka ga nyaman. yang perlu kita lakukan adalah sedikit bergeser, dan memberi sedikit ruang, yang tentram dan damai untuk bersama,, l:)

'' ... make a better place for you and for me.. "



yang di mainin mr.saba 19.30 - 21.30 :

opening

Polonaise - Fantasy Op 61 in A Flat

Three marzukas

Sonata no 2 Op 35 in B flat minor

-interval-

The four Scherzi

closing.
(bee)


Paragraf Pertama
Semua Paragrap yang di sembunyikan

11.12.10

curcol : i'm askin GOd, why me?

i prefer to write on my daily book than on this page just because there's no one can read inside, so private n ekslusif. No lie, free without secret. I can't tell any pRoblem or what happen on me or how my feeling to other easily. I can't share it. I usually wrote in my diary, just my diary, me and GOD, i just share it with HIM, even i know, HE can't change our destiny before we (want) to (try) and do the change by ourselves. I regard just HE can solve my pRoblem instanly. Without doing nothing. Like magic. Simsalabim. And the pRoblem is i dont know how to change. Sound weird, huh? This year so hard. Full of tears. I'm powerless. Degradation in many aspect. I know that Allah loves me, by give me many problems to make me more matUre. But i have not mature yet by now. I'm askin GOD, why me?
*mobile blogging
sat 111210 8h45 Paragraf Pertama
Semua Paragrap yang di sembunyikan

10.12.10

Short Track - FK & CCCL






This day so.... well, undefined. Our lecture has been cancelled just now, so we’re free today. To kill our “free day” me, double dinar, trully, ratna, wulan and unyil wanna do short traveling, we went to Medical Museum at campus A (FK) and we see a lot of medical prototype and old photo , but unfortunately we didn’t take picture there (maybe, saking terpesonanya) although the place is not really wide, Just small place. There’s a history about this prestigious major “medicine faculty” that follow medical faculty at Indonesia University before. There’s Soekarno, Dr.Sutomo and the other Indonesian Playmaker"s history there, and I just know that Dr.Soetomo’s wife was Nederland nurse. after getting around old building, we take picture in front of the gate, me and dinar o continue our trip to CCCl (pusat budaya n bahasa), we'll we 'Full" with CCCL last semester (halah, ga bgitu ahli padahal). n i "borrow" faisal's password to use it wi-fi . (thank's to faisal, ;D) n now check our pictures out !!!!
sorry b. inggris nya ancur, harap maklum
Paragraf Pertama
Semua Paragrap yang di sembunyikan

9.12.10

mobile blogging *1st time

hey, this is my first time to write on my blog from my cellphone, that's litTle bit Difficult, but maybe this will be easier if i use qwerty mode. Yeah i just back from 3 days holiday, tuesday 7 dec was islamic new year, 1 muharram 1432, hope this year better than b4. and i'm at home till this morning. I'm so sleepy there's no class just now. I wanna sleep. oh ya, I've lost my bicycle :'(
maybe that's enough.
*sakit trnyata lama2 nh tangan kLO nulis pke hape. .
Paragraf Pertama
Semua Paragrap yang di sembunyikan

4.12.10

Sedih tiada terkira

sedih, memang judul tulisan ini, tapi sebenarnya juga bukan itu sebenarnya yang terjadi, aku bingung bagaimana menamai suasana hati seperti ini, galau, hmm, lalu, apa yang kau galaukan, tidak tahu. . ., mmmm trus apa dong, bingung ! yasudah , mungkin situasi sekarang ini lebih cocok dinamakan bingung, tapi apa yang dibingungkan? BANYAK, hingga tak terdefinisi, brarti "bingung" juga salah , ayo, siapa kira kira yang bisa menamai situasi ini ? resah ? Gundah ? Gulana ? Gulma.... sudahlah, sang -empunya situasi saja ga tau, apa perlu penelitian objektif, atau hanya tafsiran seperti kata om derrida ? lho ? kok tiba tiba derrida? siapa itu ? aaahhh, ga penting, itu nama pak becak yang dapat piala kalpataru kemarin itu looo,

ahhhhhhhhhhhhhhhh, hentikan, untung tak ada barang berharga disekitarku yang bisa kubanting, hanya ada laptop, - ya, tapi saya masih cukup waras untuk tidak melemparnya.
hati ini sudah mengkristal, cukup sudah, aku lelah .. ..
i do really apologize . . . . really, T.T
Paragraf Pertama
Semua Paragrap yang di sembunyikan

20.11.10

Semua yang bernyawa pasti kembali padaNya

Paragraf Pertama


New Message

Sender : +6281252588***

Innalillahi Wa Inna Ilaihi Rojiun

Ibuku sudah kembali kepada yang punya ba’da magrib tadi malam,

mohon doa smg amal dan ibadah beliau diterima

dan dosa2 nya di ampuni oleh Allah

17 November 2010

06.07 a.m


“Deg” aku baru membaca sms ini di kamar, sekitar jam delapan pagi, tepat setelah berjalan pulang sholat idul adha dari Alun-alun Gresik, euforia idul adha pun mendadak berubah, nomer siapa ini ? sepertinya ku kenal nomernya. Ingin kubalas sms nya dan bertanya, tapi ku merasa tak enak hati, kuputuskan bertanya pada beberapa kawan, kawan SMA, Organisasi, teman main dan kuliah, tak ada yang tahu, akhirnya kuputuskan langsung bertanya pada nomer tersebut


Innalillahi wa inna ilaihi Rojiunn, smg amal ibadah beliau diterima di sisi-Nya...., Maaf .. Ini siapa ya ?



Lama tak dibalas, semakin penasaran rasanya, tapi akhirnya hampir duhur isi sms yang masuk membuatku luar biasa shock


New Message

Sender : +6281252588***

Maulida bitha..


Innalillahi wa inna ilaihi Rojiunn... , aku benar benar kaget, sedih sekali aku mendengarnya, kalian tahu kawan ? Maulida adalah kawan SMAku di MAN 3 dulu, kami sekelas saat kelas satu dan seorganisasi sampai kelas 3, hal yang membuatku tidak tega mendengarnya adalah karena belum genap 3 tahun Ayahnya di panggil sang Kholiq dan sekarang Sang Ibu telah meninggalkannya. Saat itu ingat sekali, dia tidak bisa hadir dalam acara ”Muwadda’ah” – perpisahan anak asrama- karena harus kembali ke Banjarmasin, Ayahnya meninggal dunia. Aku menagis kawan, Maulida, temanku ke toko buku, Maulida yang meminjamkanku banyak buku,, Maulida yang begitu polos dan sangat baik hati, dia teguh sekali memegang prinsipnya.


Satu lagi cerita kawan, Maulida suka sekali menulis, pernah ku minta menulis cerpen untuk majalah asrama, dengan senang dia menerima, setelah ini akan ku posting naskahnya, Maulida juga pernah menjanjikan aku untuk menulis sebuah novel pendek yang didalamnya memakai namaku sebagai salah satu tokohnya, dan dia berhasil menulisnya, naskah novel 89 halaman itu sudah ada di tanganku dan dia sudah mengirimnya ke salah satu penerbit, tetapi sayangnya, belum ada kabar sampai sekarang. Walau begitu aku sudah sangat gembira sekali karena dia berhasil menulisnya.


Sekarang, dia telah yatim piatu kawan, tapi aku yakin, dia tak butuh dikasihani, Maulida anak yang patuh pada orang tua, aku percaya dia ikhlas, aku percaya dia kuat, Terdapat kekuatan besar dalam dirinya dan aku percaya dia bisa tegar.

Semoga Beliau di terima di sisi Allah

Semoga kamu bisa menjadi ladang pahala bagi kedua orang tuamu,

Kamu pasti bisa, mol. Kamu anak baik.

May Allah SWT always bless you, Aminn


Semua Paragrap yang di sembunyikan

14.11.10

Menilik Suasana Pengungsian posko UPN Jogjakarta


































Paragraf Pertama

Foto 1 : Jemuran Pengungsian
Foto 2 : Relawan (Peneliti/Reporter) asing
Foto 3 : Bersama anak-anak pengungsian
Foto 4 : Nenek, Di dalam Aula
Foto 5 : Suasana pengungsia, dalam Aula

Reporter : Tsabita shabrina
Foto : Dinar Okti
Guide: Mas Choki
Lokasi : Posko UPN Jogja

Minggu, 14 November 2010, Saya, dinar dan mas choki mengunjungi salah satu posko Bencana Merapi di UPN jogjakarta. Jam sudah menunjukkan hampir pukul 8 pagi, tetapi suasana masih terlihat sepi. Setelah masuk lebih dalam mulai terdengar suara lagu-lagu anak-anak, oh, ternyata beberapa kakak kakak relawan dari UGM sedang mengisi acara untuk anak-anak, yaitu senam pagi. Pada menit menit awal tampak anak- anak terlihat antusias mengikuti salah satu gerakan perwakilan relawan tersebut, tetapi pada akhirnya mereka sibuk bermain sendiri-sendiri. Aula UPN sendiri sudah hampir 2 minggu menjadi posko pengungsian korban bencana, dan saat kami kesana, sudah hampir setengah total pengungsi sudah kembali, mengingat beberapa hari ini aktivitas merapi mulai normal, dan polusi dari debu-debu vulkanik sudah agak mereda.

Lain anak-anak , lain pula orang dewasa, setiap posko mempunyai program tersendiri untuk pengungsi anak, selain untuk mengisi waktu, kegiatan-kegiatan sengaja dirancang sedemikian rupa, agar anak-anak tidak bosan lalu menjadi stress. Kegiatan tersebut contohnya seperti senam pagi, makan bersama, sekolah cerdas, games-games edukatif, hiburan sampai bimbingan agama. Terlihat orang dewasa dan manula rata rata Membantu menyiapkan makanan, mencuci dan menjemur baju, - mereka membuat jemuran dari tali atau menjemurnya langsung diatas rumput, ada juga yang sedang istirahat, menonton TV dan membaca koran. Di dalam aula tersebut terdapat satu televisi kecil di tengah - yang kami rasa tidak cukup untuk dibagi ribuan orang, tetapi beberapa koran lokal maupun nasional, menyediakan supply koran gratis agar pengungsi dapat mengetahui perkembangan dunia luar, khususnya liputan merapi.

Diluar aula, beberapa tenda medis, dapur umum, serta sekretariat bantuan didirikan. Selain itu tim SAR, TAGANA, dan dari TNI Polri terlihat berjaga disekitar aula UPN. Tidak hanya bantuan dari lembaga- lembaga siaga bencana yang berada di lokasi tersebut , terdapat pula beberapa posko dari produk-produk bisnis, seperti bantuan dari perusahaan rokok, mie instan, dan lain sebagainya. Di sekitar meja kesekretariatan terlihat penuh sekali, berbagai macam tempelan data, seperti data pengungsi, data orang hilang, data wilayah, dan peta wilayah merapi dan sekitarnya tertempel dimana-mana. Beberapa relawan juga terlihat sedang memasok bantuan baru dari luar, Dan kebetulan saat kami berkunjung kesana 2 relawan asing juga hadir disana untukl meliput kegiatan pengungsi, tetapi sayang , kami tidak mendapat celah untuk sekedar melakukan wawancara singkat dengan kedua relawan aing tersbut, tak jarang pula kami melihat ada beberapa bantuan dari industri komersil mengabadikan sendiri secara langsung penyerahan bantuan mereka kepada korban pengungsi dengan seragam dan atribut lengkap produk tersebut.

Begitulah, bencana yang hadir di negeri ini, tidak hanya harus di "sedih" kan saja , selain menjadikan pelajaran agar kita selalu bersyukur dalam menerima apapun angrah dari yang kuasa , dan mempraktekkan syukur itu tidak hanya dalam hati dan ucapan tetapi juga dengan perbuatan, seperti menjaga lingkungan titipan tuhan yang maha esa ini, tinggalkanlah keegoisan semu kita dan mari bersamma-sama belajar untuk memberi sedikit ruang untuk kebersamaan. semoga derita korban bencana dapat segera tersudahi, begitu juga dengan "derita-derita" lain yang dialami bangsa ini.

(bee)


NB : laporan ini ditulis maraton, makanya awut-awutan dan ga terstruktur, karena besok ada uts,
so , bila ada waktu lagi , laporan ini akan dielaborasi,
sekian , semoga laporan ini bermanfaat dan dapat membuka lebih jauh cara pandang kita dalam melihat sesuatu.
terimakasih
- Foto lain ada di Admin,(klo pingin liat)

Semua Paragrap yang di sembunyikan

28.10.10

lalalala lalalalala :old surabaya backpack 2nd season






Paragraf Pertama


huah, gaya banget ya , cerita yang lain pada blum selesai udah mau posting yang ini, yak, ini trip uda lama sebenarnya, tahun lalu akhir 2009, tapi blum ku posting posting dari dulu, ni ceritanya aku, maygy sama dinar puter puter surabaya utara. di daerah jembatan merah, daerah kya kya sama seunan ampel hahahahaha cekidott
Semua Paragrap yang di sembunyikan

Just wanna write

Paragraf Pertama
So long i have not fill in my daily book, maybe it;s interrupted by my duty ? haha, sok sibuk , yep doing journal spending my time. many of book, review that have to be done, make me confuse. sometimes i miss my family, mother, father and my bro, although i am going home twice a month, but i feel enjoy if i meet them. yeahh there is no place like home. i write this in the middle doing my journal, yep economic, that is about supply, demand, labor blablabla oh my God i cant stand economic, help help help, hahahaha tetep semangat pokoe , horas !!! capek i wanna sleep
Semua Paragrap yang di sembunyikan

6.10.10

My Mommy’s Student

Oia guys aku mau nyoba nulis pake English nih, inspired by my friend’s blog, truly aka Esmeralda alamatnya erlyndatrully.blogspot.com I want to practice my English writing because my English is not very well, so –harap maklum- apologize my writing if false in grammar or something like that, ;p

My Mommy’s Student

My mommy is a teacher, she is a headmaster of Islamic school in Gresik in evening he teach about religion , Qura’an, Fiqh, Arabic and so on, but in night, after maghrib this school is become a formal school for who didn’t passed the grade before, it called by (Sekolah Kejar PAket A,B,C) and I’m sure few of you know about ‘kejar paket’

So, it’s little bit hard to teach them, because mostly all of them are –sorry to say – hard to understand and need more struggle to teach, although not all of them, there’s a few of student have another reasons like because having a job or after underwent sickness for a long time.

One of her student, let called him as “Udin” that make me write this.

He lives with his grandmother who very love him, I’m not very sure where is his parent now, but I heard that his mother is work far from gresik. He’s actually about 14/15 years old or in 9 grade (smp 3rd year) now. But he’s not good in school, so he didn’t passed the grade for about three times in elementary school, , Because of that his granny applied him to my mommy school ‘kejar paket b’ (setara SD) to study there and hoping to passed the elementary school and have a pass certificate.

He’s So funny, so –polos- , and always happy and laughing, although many of his friend –bullying- him (saying bad, jahil, etc ). And one of their funny act, he often go to my house, looking for my mom, but never knock the door or push the bell, so he enter my house directly and go inside, to family room, or kitchen to see my mother, and asking the questions to her although the questions are not so urgent I think,

By bahasa

“ bu Aliyah. . , bu Tanya bu”

Kaget “ lho, udin kok bisa disini ?”

‘ ya masuk bu lewat depan”

‘lain kali ketuk pintu ya?”

‘bu kapan ijazah di bagi ?”

“ya nanti habis lebaran, bilang ke mak (nenek) habis lebaran “

“itu ijazahnya dibagi bu? Yang habis ujian itu kan bu ?

“iyaaaa, bilang ke mak habis lebaran ya ? paham ?”

“blablabla” and “ pokoe mbulet terus’’

I don’t know how many times my mother say to him “understand?“ (“paham, din?” “ ulangi, gimana tadi. . “ “ngerti?” )

Then, mommy give him a cookies, After he go home my mother told me that she’s so sad about him , udin is so diligent, he rarely to absent in class, and always never late to paying a school fee , but he’s still hard to understand, looks like dilemma to pass him in this school. Yah mommy just prays the best for him. So, we as ‘’unless’’ or not lack of something like this, must be thankful to Allah, by working n studying hard in our life. Paragraf Pertama
Semua Paragrap yang di sembunyikan

1.10.10

Doraemon The Movie : The Legend of The Sun King (Legenda Raja Matahari )

Movie yang satu ini emang udah lama keluar, dari tahun 2000, 10 tahun yang lalu, ingat sekali saat itu aku masi kelas 3 SD, Doraemon merupakan salah satu dari 3 film anime Jepang yang aku suka, yaitu Detective Conan dan Cardcaptor Sakura. Aku memang gak terlalu gila Jepang atau Animeholic banget, ya Cuma itu-itu aja yang aku tau, mungkin klo ada anime yang lain mungkin Cuma ngikutin aja, tapi buat yang 3 itu aku suka banget.

Doraemon emang sudah eksis di TV sejak lama, ini adalah kartun masa kecil aku, aku jarang sekali ngelewatin hari minggu jam 8, kalau pas ga lagi keluar atau ada acara, jam itu aku pasti duduk manis di rumah liat Doraemon. Apalgi kesamaan namaku sama Nobita, Nobita miripkan sama Tsabita, ;p. temen2 juga sering manggil aku nobita.

Inti Cerita movie ini tentang petualangan Nobita dkk di Negeri Mayana yang Pangerannya berwajah mirip dengan Nobita, Mereka bertukar peran, dan bersama-sama menumpas sihir kegelapan kerajaan kematian, ya pokoknya gitu lah, klo ringkasan cerita pasti banyak kan di web, ;p ni aku sekedar mau nulis-nulis aja.

HAri ini, tanggal 7 September 2010 pagi tadi, RCTI kembali nayangin Movie ini, menurutku movie yang satu ini emang keren banget -dibanding yang lain (kaya robot2an / dinosaurus2an) ceritanya mengharukan, ga sekedar cerita, banyak hal yang dapat diambil hikmah, tentang saling menghormati, kerjasama, persahabatan, dan banyak lagi, apalagi ending ostnya yang bagus banget. Satu lagi yang bikin berkesan, setting film ini juga bagus banget, kerajaan kerajaan masa lalu, yang kaya di meksiko atu peru , suku maya, Aztec , ya semacam itu lah , sangar , hehehehe,

Pokoknya mengharu biru deh pas liat nih film =D

Bali Bromo





oia , sebenarnya pulang dari lombok aku mampir ke bali ma bromo juga, dah kubikin ceritanya sbenarnya, tapi ke delete, hiks padahal lumayan banyak tuh, ada ceritaku ma si elliot dsb, huahhh , ntar deh ku bikin lagi , T.T, ku aplod fotonya dulu aja deh yaaaa.... Paragraf Pertama
Semua Paragrap yang di sembunyikan

Goes to Lombok






foto 1 : pantai pelangi dan noval, aku yang poto ;D
foto 2 : jebby my brotha ;D
foto 3 :
aku, bude dan noval gaya pak tarno ;p
foto 4 : mommy n bude @ dharma ferry
foto 5 : jebby @ dharma ferry IX



NYEBRANG 4 JAM (lagi), LEMBAR – PADANG BAI by DHARMA FERY IX

Harga Sama, Kapal standard Eropa !!!!

Untungnya, Nyebrang kali ini kita gak mati gaya, karena kita pake kapal Dharma Ferry IX, jauh ma kapal yang pas berangkat, di sini ada semacam kabin yang dalamnya ada box tempat tidur, ber AC, bersih, ada tv, bar, karaoke, interiornya juga cakep banget dah. Dan yang istimewa “ HARGANYA SAMA KAYAK FERRY BIASA”. Klo pengen murah naek ni kapal ada jadwal di selebaran yang di bagi tiap bulan, tapi masalahya jadwalnya ganti2 tiap bulan, missal harga sama setiap tanggal 9, 17, 27 untuk penyebrangan jam 12 malam. So, mungkin kita kudu cari info dulu kapan ni kapal ada. Ya kita sih kebetulan aja, ga tau sebenarnya klo ada yang bginian. Alhamdulillaaaaah.


PANTAI TAK BERNAMA

Ombak seakan bernyawa

Kita nyampe di Padang Bai subuh, trus kita langsung go menuju kuta yang ditaksir memakan waktu 4 jam, di awal perjalanan kita berhenti bentar buat masak air dan masak nasi. Abah (pakde) ku pas sekali memilih tempat buat istirahat sejenak, di pinggir pantai yang gak tau namanya apa, yang pasti itu bukan tempat wisata, tepatnya masi di ujung barat bali, masi di deket daerah padang bai, klungkung paling, pantai nya di deket jalan raya, dibatasi pagar pembatas, sementara golongan ibu2 memasak air, kaum muda langsung merosot aja lewat bawah pagar n maen di pantai itu. WONDERFUL, ombaknya kereeen, buihnya yang tertinggal kaya busa waktu kita mencuci baju, putiiiih banget, walau aslinya airnya warna item. Semakin siang tuh ombak semakin ngajak main, pas kita deketin dia tenang, pas kita balik menjauh, si Ombak langsung tiba2 datang gede bergulung –gulung. Bener2 memacu adrenalin *beneran lo so, kita jadinya main2 sama si ombak, yang sampai sau ketika tu ombak gedenya diatas tinggi abah yang barusan datang nimbrung maen bareng, otomatis budeku langsung jejeritan gak karuan, kita secara dramatic berlari menjauh dan untungnya tak terjadi apa2 Cuma sandal jepit abah yang hanyut ditelan ombak (kita smua ngelepas sendal). Setelah itu kita ga berani deket2 bibir pantai. Menurutku disini bagus juga buat foto, apalgi kebetulan ada pelangi ma fenomena matahari terbit. Aku berhasil ngabadiin beberapa foto yang kubilang keren walau Cuma diambil pake Hape. ;D
Paragraf Pertama
Semua Paragrap yang di sembunyikan

25.9.10

Goes to Lombok





foto 1-4 : aku cuma ada di poto no 2
di dominasi para ibu2, coz pas itu akulg bergerilya sendiri ;D



SUKU SASAK
Penduduk asli dari Lombok, Dalam perjalanan menuju kuta Lombok, kita ngelewatin desa wisata sasak gitu, so, kita ngerencanain buat mampir ksana pas pulang, well dengan tiket masuk seikhlasnya (donasi) kita ber 7 pun masuk kesana. Sangar juga, rumah rumah disana dibangun pake tanah liat, n mbersiinnya pake tai kebo.. ihh waawww. Disana juga first time bagi aku ngeliat alat pintal yang kayaknya biasa tapi spektakuler menurutku, karena aku liat sendiri gimana kapas yang Cuma di tarik n digulung2 pake alat pemintal itu bisda jadi benang. Oia FYI walaupun banyak anjing berkeliaran ternyata semua penduduk disana islam (based on penduduk asli said) dan anjing2 disana itu adalah anjing2 liar yang masuk ke kampung mereka. Tetapi saran buat yang bokek jangan beli oleh2 disini guys , harganya beda jauh, gelang dan gantungan kunci yang biasanya sekitar 3000an disini bisa 10.000 Kain songket yang berhasil di borong budeku dengan harga 25 per pcs disini nawarin sampe 150rb per pcs, tapi ya emang sih motif2nya lebih bagus disini, hehehe, tapi menurutku kualitas mungkin ga beda jauh.



SENGGIGI
Udah pernah kesini pas tahun 2004, dan kesanku adalah pantai ini kotor, banyak sampah.airnya juga ga asik, berhubung klo ditanya tentang Lombok pas dulu, ingetku ya Cuma tentang ni pantaii, makanya aku ga pernah promosiin Lombok karena intrepretasiku akan senggigi 6 tahun lalu, kali ini kita nyampe senggigi agak malem,kesalahan deh pokoknya, sumpah gelap ga ada lampu, jadinya kita kagak masuk, Cuma liat senggigi dari atas sambil makan jagung bakar, what the…

Goes to Lombok






KUTA LOMBOK
terpesona oleh hijaunya dunia laut
Ternyata pantai kuta ga hanya ada di Bali lo guys, di Lombok juga ada, dan kubilang yang di Lombok, jauh lebih keren alias buagus banget pemandangannya dibanding kuta Bali, like a description about paradise, airnya hijau berpadu dengan hamparan langit biru, batu karang yang keren, pasir pantai, dan yang paling penting that’s naturally nature, minim banget sentuhan dunia modern atau pengaruh negative globalisasi disini *alah
Pas datang ibu sama budeku langsung diserbu penjual aksesoris kayak gelang2 sama kain songket, dan walhasil beliau berdua ngabisin waktu buat belanja sedangkan kaum muda seperti saya asik sendiri menimbun diri dengan pasir dan bermain air. Oia ayah pengen kesini coz terprofokasi temen2nya klo di kute lombom bisa liat Australia, tapi pas nyampe, tet tot anda belum beruntung, mana australianya ?????, ya gapapa deh, at least pemandangannya cakep abis. Yap semakin nyatalah ‘pepatah’ semakin sedikit sentuhan manusia, semakin bagus tempatnya.

Goas to Lombok


padang bai bali, dari plabuhan inilah aku bakal nyebrang selat lombok 4,5 jam =.=

BALI BALI BALI

6 JAM DARI UJUNG BARAT KE UJUNG TIMUR BALI

Hari selasa kita habiskan waktu menyusuri bali, yep dari gilimanuk menuju padang bai



GJ DI ATAS KAPAL (padang bai – Lembar )
Wow, agak shock sebenarnya ketika tau klo kita bakal 4 setengah jam diatas Kapal, penyebrangan dari bali ke lombok sementara ini jadi penyebrangan terlama selama aku hidup, (hhaaa, dibandingkan nyebrang bali, lampung, ma madura) Aku ga ngantuk, makannya boring, ayah, ibu, pakde bude, adek dan sepupuku semua udah pada tidur. Ya untung ada TV, jadinya nonton get married sampe 2 jam, dan 2 jam berikutnya muter –muter GJ, untung barengan ma rombongan rekreasi tionghoa indonesia, lumayan bisa lihat wajah2 korea semacam jay chou dan dong hae, hhahaa, aku juga ngobrol2 n knalan beberapa anak2 tionghoa tadi, yang paling inget ma nadia dan chatrine. ;D


LLOOMMBBOOKK
Kita nyampe di pelabuhan Lembar (Lombok) malem jam 8 trus kita langsung menuju daerah Cakranegara buat istirahat, di Lombok walau banyak kendaraan lewat, tapi alhamdulillah ga macet. Yang aku sesalkan Cuma satu, lombok gelap banget, walau uda di daerah mataram, tetep aja gelap, mall, hotel , pertokoan , tetep aja gelap, padahal masi jam 8 malem, yah semoga lombok suda banyak lampu pas aku datang lagi kesana

Goes to Bali - Lombok

East java, part 1


Setelah terombang ambing dalam ketidakpastian akhirnya aku dan keluarga berangkat juga ke Lombok, Ke Lombok sebenarnya suda tradisi keluargaku sejak sekitar tahun 2000an karena ayah punya rekan bisnis disana (baca : langganan peci), ayah dan ibuku hampir tiap tahun ksana, tapi aku hanya diajak kesana dulu waktu aku kelas satu smp, tahun 2004, apa kabarmu mbok after six years left, ahhhhaaaa

Biasanya ayah dan ibu, juga aku pas 2004 dulu naek pesawat klo ke Lombok, tapi setelah sukses ke Lampung bawa Mobil, kami jadi “berani” bawa mobil juga buat ke Lombok kali ini, whehehei and here we go



Kita brangkat dari Gresik senin jam 20.30 malam menuju Pasuruan, Probolinggo dan Terus ke Banyuwangi, target kami sampai Banyuwangi Subuh, Wah baru ini ada tambal ban gratis di SPBU, fasilitas mudik paling , , , ,

3 JAM DI BANYUWANGI

Kita nyampe pas adzan Subuh, disini kita ngunjungi Bu Ning (nenek tiriku), ini istri keduanya kakekku, kakek nenekku udah meninggal, jadi anak anak Bu Ning masih seumuranku, yang satu Om Ruhan, umur 25 an, yang satu Zaki masi kelas 3 SMA, ya disana ngobrol tentang keadaan beliau, kuliahnya si zaki ama makan, aseeek.
Oia, Letak rumahnya Bu Ning yang super strategis, membuat keluarga kami, hampir selalu sekalian ke Bali, dekat dengan pelabuhan ketapang, rumahnya di gang disamping masjid agung depan pelabuhan ketapang, gampang kan, klo mau ke Bali tinggal nyebrang aja, hihihiihi

Gak penting sakjane, tapi Narsis dikit, boleh dong

Kata mbah Shakespeare : Apalah Arti Sebuah Nama?

(pentiingggg bangeeeeeet, kata gue)


Tsabita Shabrina
Tsabita Shabrina Alfanani
Tsabitah Shabrina Alfanani
Tsabitah Shobrina Alfanani

Mana yang benar ? terserah,

Namaku, dilihat dari sisi historisnya, diceritakan oleh kedua orang tua saya, bahwa sebenarnya anak pertamanya yang imut ini awalnya namanya bukan tsabita, tapi NABILA, panggilannya Nabil, ya, jadi klo bukan kakek dari ayah yang ngotot ga mau pake nama NABILA maka kalian ga akan manggil aku “bit”, tapi “bil”, “abil” “bila” atau mungkin “nab” (hha, zaenab kali! ;p) ayah ga tau pastinya knapa sang kakek bersikeras mengganti namaku jadi Tsabita, padahal dirumah sudah ada kaligrafi namaku yang pertama “NABILA SHOBRINA ALFANANI” yang sekarang jadi teronggok di gudang, bgitu,, dan kata ayah, ya suda, ga perlu tau, ya di syukuri saja.

Sodara sodara, Perlu diketahui klo semua unsur namaku diambil dari bahasa arab, latar belakang keluargaku memang agamis, wajarlah jadinya namaku ber bau-bau arab, ya gapapalah mumpung ni hidung masih tergolong yang bisa di bagi-bagi ke orang, agak mancung gituu maksudnyaa. (lha, kok PD !!, hha) Yep, Tsabitah Shobrina Alfanani, itulah penulisan di Akte, lahir di Malang,25 April 1991 atau 9 Syawal, 9 hari habis lebaran gitu deh. Sampai SMP kelas 1 aku masih rajin nulis namaku lengkap, tapi sejak smp kelas dua, entah karena pengen bekenan dikit, aku merasa terganggu dengan huruf h dibelakang tsabitaH, sama shObrina, yang pake huruf O, kuganti jadi ShAbrina pake A, , hha, ya bgitu sampai SMA, so, di Absen, nulis nama dibuku atau pas ulangan nulisnya Tsabita Shabrina Alfanani, tapi lambat laun nama Alfanani gak kutulis, kpanjangan sihh, dan akhirnya di FB,di Blog, ngisi data apa apa aku nulisnya Cuma Tsabita Shabrina, tapi ya tetep aja di KTP n di Kartu ujian Nasional namaku tetap ditulis pake H, tsabitaH lengkap sampai Alfanani, hha, ya iyalahh


Aku senang sama arti namaku, Tsabita/tsabitah berasal dari kata “Tsabit”
Banyak yang ngira klo aku tuh lahirnya pas bulan sabit, dengan kekuatan bulan (lho?) tapi bukan bgitu kenyataannya, “tsabit” itu artinya Tetap atau Teguh., bukannya bulan sabit atau sabit, arit sawah itu.. Yang kedua, Shabrina, oke Shobrina , pake shod. Ya jelas sekali artinya adalah sabar, dan yang terakhir, masi terdapat perdebatan, “ Alfanani” sebenarnya itu nama ayah yang ditempelkan dibelakang, maksud ayah dulu biar orang2 tau, klo aku yang keren ini adalah anaknya. (=.=’’ @.@ tuing2) ya gitudeh pokoknya, kata ayah sih alfanani artinya ranting yang lurus, tapi guru bahasa arabku pas SMP kelas 1 (baca: Gontor- aku dulu pernah setahun di gontor guys ceritanya) bilang klo artinya dalam bhasa inggris adalah ‘Artist’ yang berarti Seniman, berasal dari kata “Funun” yang artinya seni atau kesenian, pas aku bilang ke ayah, ayah tetep bilang klo artinya ranting yang lurus, Nah berarti ada 2 kemugkinan, yang pertama Orang yang Sabar dan Teguh seperti ranting yang lurus (tak sambung sambungin dewe iki critane, hhe) atau Seniman yang teguh dan sabar (heh, aneh ga sih?)
secara yang satu ayahku yang satu guru bahasa arab, made in gontor lagi, jadi bingung mau percaya yang mana, walahh yowes lah, duaduanya bagus menurutku, ya di syukuri saja,,

Apa yang diharapkan orangtuaku tercermin dari nama pemberian mereka ini, berharap anaknya ini jadi orang yang teguh dan sabar, tapi bila dilihat sehari-harinya aku ini orangnya masih suka ngikut, masih gampang terpengaruh, trus masalah sabar, kadang-kadang aku juga suka marah-marah, apalagi pas di organisasi pas SMA, lha, klo masalah ‘seniman’ tadi, ya gak malu-maluin lah, aku pernah jadi coordinator sie mading di Asrama pas kelas 3, trus aku jg pernah jadi juara 1 lomba gambar pake krayon di kampung pas lomba 17 agustusan jaman SD dulu, =p hahhaahha lho, serius lho ini guys,

ya semoga harapan orangtuaku bisa direalisasikan secara bertahap, dan nama ini benarbenar mengandung doa dan saya benar2 jadi orang yang teguh dan sabar, , , aminnn read more

20.9.10

pusing gara gara lapar

hey, i'm in warnet now, hungry, dizzy, i don't know, i still thinking about my mom said yesterday and this morning, i dont know,
siapa sebenarnya yang salah ?
sorry for blaming you, for everything i just couldnt do,
sudah terlanjur,
can't stand it, sooo sooorrryyyyyy T.T Paragraf Pertama
Semua Paragrap yang di sembunyikan

14.8.10

Rona Warna Sebuah Perjalanan :

Paragraf Pertama

“Peri Baik Hati dan Gerombolan Si Berat”

Semarang, 20-22 juli 2010

Sesaat judul diatas terlihat childish banget ya guys, smacam judul-judul yang biasa ada di cerpen-cerpen majalah anak-anak, tapi dibalik itu semua, judul tersebut aku kira mewakili unek-unek yang bakal aku tulis disini, yep, ini akan sedikit berbeda pada review-review bekpek aku yang biasanya lebih ke teknis dan cerita wisata perjalanannya. Pada perjalanan ke semarang kemarin, bukan ngerinya muterin lawang sewu walau pas siang hari, simpang lima yang crowded dan seru, uniknya kuil Sam Poo Kong ataupun kerennya ngelihat kota semarang dari atas masjid agung jawa tengah yang beraksitektur modern. Tetapi Catatan kali ini akan lebih emosional, karena aku bakal nyeritain hitam putihnya orang-orang yang kutemui pada perjalanan singkat ini.

1st Episode

“Angels without wings are really exist “

(maap klo grammarnya mgkn salah,;p)

Nah, Orang – orang yang baik dan sangat menolong, buat lebih gampangnya aku sebut dia peri. Peri yang lembut hatinya yang kehadirannya membuat cerita perjalanan ini menjadi “lain”.kaya waktu itu misalnya, pas di Jogja sama si Dino dan Marlin, kami nemuin ibu peri yang menolong kami saat “kepagian” datang ke Taman Sari (Wisata Bangunan Cagar budaya/ puri Kesultanan selain Keraton) ceritanya, kami yang harus mengejar kereta jam 10.30 berusaha gak ngelewatin obyek wisata yang satu ini , so kami putusin ke sana pagi-pagi, well, kami ksana jam 7 padahal baru buka setengah 9 dan kami gak mungkin nungguin coz ada target lain buat dilakuin sebelum pulang.

Tetapi Allah masih sayang sama kami, kami dikirimi ibu peri yang baik hati tadi, Bu Hajar namanya, beliau menyapa kami, menolong kami, menyuruh kami masuk kerumahnya yang memang berada di komplek wisata Taman Sari, dan yang paling seru, beliau menunjukkan jalan ke sisi lain Taman Sari yang belum di konservasi (Jadi, taman wisata ini Cuma sebagian kecil yang telah dikonservasi, diperbaiki dan diperindah, dan kami berkesempatan melihat reruntuhan aslinya yang masi berupa puing2) beliau mempersilahkan kami menitipkan tas bekpek kami yang berat di rumahnya biar kami bisa santai berkeliling, bahkan setelah puas meng”eksplorasi’ kami di suguhi jajanan dan minuman. Sebelum pamit kami sempat ngobrol-ngobrol tentang usaha bu Hajar yang kebetulan membuka kursus membatik , melihat beberapa karya batik, foto2 turis yang ‘stay’ disana buat kursus, dll. tetapi kini sudah tidak ramai lagi, selain karena menurunnya jumlah wisatawan baik yang lokal maupun domestik, tenaga bu hajar dan suami yang tidak sebaik dulu.

Wah, kami bener-bener bersyukur, apa jadinya klo ga ada beliau, kami bakal sia-sia jauh jauh ke Taman Sari tanpa ndapetin apa-apa, well, masuk Taman Sari mungkin bisa kapan-kapan, tapi, untuk mengeksplorasi sisi lainnya yang blum di konservasi ? kapan lagi?


foto 1 : Marlin. Bu Hajar, Bitaa, Dino


Selanjutnya, masih di Jogja, pas kami ber3 mencari penginapan di daerah sosrowijayan, sebenarnya kami sudah browsing penginapan2 tipe melati yang tarifnya hanya sekitar 50 ribuan, tapi ternyata yang harganya segitu sudah full semua, karena harus booking dulu jauh hari, nah , disinilah kami ktemu seorang bapak peri , seorang juru parkir sepertinya yang menyakan pada kami mau cari penginapan seperti apa . “murah” tentu itulah jawaban kami, dan kami pun langsung diantar mencari penginapan, beberpa penginapan telah beliau tunjukkan, masih tak sesuai dengan ‘kocek’ kami, tapi beliau masih sabar meng ‘guide’ kami buat nyari penginpan, dan akhirnya ktemu penginapan yang hanya 20ribu rupiah per orang/ hari , alhamdulillah….

Tapi guys…. Kaya di film film gitu pas kita balik badan beliau langsung saja pergi, ilang, Ya Allaah.. padahal kami sudah berencana ngasih –tips bahkan blum sempet ngucapin terima kasih, beliau udah buru-buru pergi, kami cuman speechless, dan berdoa agar Allah membalas semua kebaikan beliau.

Ya itulah beberpa cerita tentang ‘peri’ yang kami temui di Jogja

Lain Jogja, Lain juga Semarang, ideologi yang kami pake pada mbolang kali ini adalah ‘‘pokoe budal’’ yang penting brangkat dulu, yang lain belakangan, perlu diketahui saudara-saudara, awalnya kami berencana naik kereta ekonomi dari pasar turi, tetapi jadwal keberangkatannya sore, dan otomatis akan sampai di Semarang tengah malam, kami ga mau ambil resiko, biar nyampe nya sore kami ambil jalan memutar lewat solo, walhasil Surabaya- Semarang yang aslinya sekitar 5 jam , menjadi 8 jam. Ya bisa dibilang kami mengahabiskan waktu lebih lama di kereta. Nah berbekal ‘pokoe budal’ tadi itulah, kami yang gak tau apa-apa ini bertemu dengan bapak peri yang ternyata juga sama tujuannya dengan kami. Sekali lagi yang kami sesalkan, kami ga tau nama pastinya, Mujtahid, atau Musyafik, ya pokoknya ada ’Mu’ nya didepannya, Umurnya sekamir 60 tahun, memakai kemeja putih dan topi, hal yang pertama beliau katakan pada kami adalah

“ itu termasuk KDRT lo mbak’’

Beliau mengomentari seorang anak kecil yang (diduga di suruh ibunya) menelusuri gerbong demi gerbong kereta api sambil membawa gelas air mineral kosong, dengan wajah melas, yah meminta minta atau –ngemis- bahasa sarkasmenya.

“ ya pak, kasian ya pak.. “

Kami bales dengan komen –yg mugkin- gak penting

Bingung juga kan ya guys, mbedain mana orang yang bener-bener butuh atau yang Cuma ‘manfaatin kesempatan’ buat cari duit , apalagi dengan kita ngasih orang minta-minta sama aja mengajarkan hal yang gak baik, memotivasi mereka klo ngemis tuh adalah ‘kerjaan’ yang menjanjikan, jadi ga ada semangat buat memperbaiki diri. Apalagi klo orangnya masih muda dan masih kelihatan masih bisa kerja, Ya, kaya antara kasian dan curiga gitu sih jadinya.

Yep, Selanjutnya, Beliau benar-benar membunuh kebosanan kami selama di kereta, karena beliau mencoba membahas suatu isu dan meminta pendapat kami , kebetulan kami juga satu blok dengan mas-mas mahasiswa dari kediri, tapi hanya satu nama yang kuingat , agak lupa sih, entah mumtaz, mumayyiz atau tamyiz (mirip2 itulah pokoknya) mulai dari kasus ariel-luna-tari, pergaulan remaja , hukum merokok, sampai dengan keefektifan hubungan dari perjodohan , heh?

Bapak tersebut mengaku sangat prihatin dengan kondisi anak-anak remaja sekarang, yang merasa gak keren klo ga punya pacar, malu klo ga laku, dan bener-bener bangga klo udah nggandeng cowok ato cewek di jalan,

Padahal ngungkapin cinta tuh ga sekedar hal-hal yang bgitu aja. Bergaul dengan oranglain boleh asal tau aturan, tidak merugikan, dan yang paling penting, menghargai dan menghormati orang lain.

Bapak ini, terkenal juga ternyata pemirsa, dari penumpang biasa, pedagang asongan, makanan, sampai ptugas kereta dan pak kondektur menyapa beliau dengan ‘’boss’’ kalo lewat di sampingnya, dan berhenti sejenak buat ngobrol, dari bahas keadaan, keluarga sampai partai (agak nguping, ya denger mereka bicara anggaran tim sukses partai ‘tiittt’ gtu aja sih) heheh, selidik punya selidik, ternyata beliau itu mantan ketua paguyuban pedagang asongan kereta, wah , sayangnya, kami gat au di tingkat apa, hehehe

Ya, jadinya waktu 5 jam penuh dengan perbincangan, tidak begitu terasa,

Belum selesai, saudara-saudara , selanjutnya, beliau benar benar mendampingi dan memastikan kami untuk benar2 turun di stasiun yang benar dan oper di kereta yang benar, jadi nih bapak bemar-benar kaya induk ayam kami lah, kami di giring, ditunjukin, diajakin, (tapi ga dibayarin lo guys) baik banget, dan kami juga di nasehatin tentang macem macem juga tentang keadaan di Semarang yang ‘agak’ tidak aman agar kami lebih hati-hati.

Dari turun di Solo Jebres, nunggu Kereta prameks, Sholat, sampai Oper Kereta Semarang , kami bareng-bareng sama bapak ini, dan Akhirnya kami turun duluan di Tawang, dan berpisah dengan beliau Karena tujuannya yang ke Jepara.

Thanks so much, ya pak. . . :D
foto 2 : Me n Pak "Mu"


foto 3 : Satiti's Mom, teatea, akuuuu, dinoo

Brotha n Sista, Bisa dikatakan perjalanan kami kali ini ‘bonek’ alias ‘bondo nekat’. coz ‘rencana perjalanan’nya tidak sedetil ketika mbolang ke Jogja, awalnya, kami memang memutuskan untuk menginap di penginapan seperti saat di Jogja, dan kami punya satu refensi, penginapan SAHARA, kami pilih tempat tersebut karena dekat dengan pusat kota semarang, tetapi rencana seketika berubah , kami memutuskan untuk menginap di rumah salah satu teman kami, Satiti namanya, Rumah Satiti berada di Semarang atas, lumayan jauh dari pusat kota, kami ganti rencana karena ternyata hari sudah lumayan sore ketika kami sampai di Semarang dan kami tidak tahu persis dimana tempat penginapan ‘SAHARA’ itu berada, so, rumah Satiti adalah pilihannya. Kami di sambut, kami ga tau apa jadinya klo kami ga punya temen di semarang, ibunya satiti baik banget, bener bener deh, jadi kaya rumah sendiri di rumah Satiti, kami datang, suruh istirahat, di masakin enak, di traktir Kuliner di “ Bakso Krebo Semarang” ,di tunjukin tempat-tempat bagus di Semarang plus gimana caranya buat nyampe ksana, dan kami tertolong sekali, karena Semarang bukanlah kota wisata ‘sekaliber’ Jogja yang jelas tempatnya dan gampang mau kmana-mana,. Kami juga sempet ditawarin ibunya Satiti buat pake motornya keliling Semarang, karena angkutan di Semarang agak ruwet katanya, wah , tapi kami masih ga ada nyali buat bawa motor orang di jalanan yang ga kami kenal, dan alasan yang lain adalah karena ‘sungkan’ lebih tepatnya, thanks sooo much buat Satiti dan Keluarga . . . . . . . . . . ., ga tau gimana nasib kami klo ga ada kalian… ..

Well, Ksimpulannyaaa, masi ada orang yang baaiiiik, di dunia yang udah g lagi muda ini :D