24.12.13

A friend told me that she missed my guts, and honestly me too.
But, i've already said in many times (again) that i'm redefining myself.

1.12.13

Trapped on random talks, hey it's been a long time, why dont you just straight to tHe point? its truly tiring

15.11.13

Salah golongan darah

This is surprised me much. I ever did a blood test when i was 13, and i surely believe that my blood type is B type. After i read about "people characteristic based on blood type" I become more certain that I'm a B type. Especially in some parts it tell  that b type has some characteristic such as having a lot of passions, hard to focus and off course "messy" although Sometimes I can be super tidy and perfectionist.

but this mornings when I tried to tidy up my file in my board, I found my blood test card and it shows that my blood type is A type !!!! OMG !!!

I ever think that I match with B type characteristic and sometimes with O. So I guess I was a mix product of B and O  type. But I never think that I match with A  type characteristics which is full of focus,  perfectionist,  tend to be introvert and tidy.

Hahahha, and now I begin to  believe that stereotypes are not always true, it can be wrong in some  person, and it happen to me.

I ever said to my friends that my future husband should have a dilligent-focus-tidy A blood type to balancing my hardtofocus and messy B type.

And now, knowing that myself is A type made me laugh hard. It's unbelievable. LOL

Forgive my bad grammar.  :)

1.11.13

Ya gak bit ?

Masih sering di share -in  link beasiswa/ intl event  sama temen2, Jadi inget dulu pas SMA suka baca blog nya anak anak AFS. pas itu belum jamannya langsung baca via smartphone, belum trend modem, wifi sekolah juga belum settle2 amat.  Nah, makanya ada warnet deket sekolah ( ga deket2 amat sih) namanya evergreen yg jadi tempat favorit temen2 sma dulu. Buat aku, untuk menghindari lama2 di warnet (hemat) aku suka ngumpulin tulisan2 di blog, aku copy, paste di word, terus tak edit jadi 2 column biar hemat page dan enak dibaca lalu di print buat di baca di asrama. Print print an tulisan tulisan itu bahkan masih ada sampek sekarang lho hhaaha, lucu juga si kalo inget gimana riweuhnya  pengalamanku buat tes afs dan gimana super down nya aku pas tau kalau aku gak lolos tahap 3. Tapi kalo dipikirpikir tiap orang bakal dapat bagiannya masing masing kan ya ?

Mungkin kamu bisa kagum sama pencapaian si ini si itu yang dapet beasiswa kesini kesitu, dapat penghargaan ini itu, tapi mgkn kamu belum tau Kalau mereka juga punya saat up and down mereka. So, berdamailah dengan dirimu, ya mungkin mimpi mimpi mu dulu bisa terwujud dalam bentuk lain yang lebih pas dan cocok buat kamu, Pas dan cocok ! ,ya gak bit?  :)

Eh eh kayaknya kedepan aku bakal sering ngepost kinda contemplative writing deh, maafkan bahasa ku yang mbulet. Hhe

9.10.13

Keantusiasan yang menguap begitu saja

Did you ever crave too much or crazy to  pursue  something ?
And how was your feel  when  anything-that-you-were-crazy-about-before  seems not interesting anymore.

Tweet dari akun sebelah bilang: 

Terus menerus manusia mengejar apa yang dia inginkan | hingga mereka terlambat menyadari bahwa itu semua bukan yang mereka perlukan.

Allah juga berfirman: 

Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu baik untukmu. Boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahalbitu buruk bagimu. Sesungguhnya Allah mengetahui dan kamu tidak mengetahui.

Sebenarnya, aku nggak tau tulisan ini sebenarnya suatu bentuk keikhlasan (pasrah) atau pembenaran karena tertutupnya kemungkinan (untuk saat ini sih)

Hhha ribet banget yah bahasanya
Hope the best lah.

1.10.13

Please say something

Everyone have their own life, and they come from various kind of backgrounds. Some people can choose their own life, they can live their life flow like water, let the stream guide them wherever can be, but some people couldnt, because they have to follow Some "rules".

Absolutely, I'm a big dreamer, and ambitious girl, I've already write my target and dream since I was in high school, having my master degree overseas and a  dream job as diplomat and traveling around the world

I already write this kinda contemplative Writing for many times and about an egoistic dream too, yes, I ever think that my ambitions was soon egois, it just thinking about myself, my pride and my happiness.  But I begin to understand that I have to go back to the basic, think about my family and family is everything

To be honest,  I didn't really love to do (continuing) a family job, it's kinda not fair if you should alwaaaays do a same thing as your mother, your father and your ancestor do, I really wanna make my own life and try another experiences and opportunities.

But again, it sound soo egois huh ?
And now, I begin to listen to my parent, follow their will and start to redefine my life and my vision

So, could you support me? please say something

22.8.13

Happy graduation, bit !

Alhamdulillah, kemarin tepatnya tanggal 20 agustus aku resmi jadi sarjana hubungan internasional..walaupun aku akhirnya sadar kalo HI itu jurusan yang out of my expectation hhe. Yahh  Akhirnya wisuda juga ya, setelah perjuangan tes masuk , keterima,  berkutat dengan jurnal, aktifitas kampus, puyeng skripsi , sidang dan akhirnya Wisss Sudaaaah WISUDA!

terimakasih pada ayah, ibuk,  jebi, keluarga, sahabat, teman2,/dosen2 dan semmuuaa pihak yang udah dukung bita selama ini

Semoga ilmu yang bita dapat bermanfaat dan bisa menghadapi tantangan after-graduation-Life dengan baik

Happy graduation,  lets begin another journey xoxoxox

24.6.13

Kesiapan Indonesia dalam Pusaran Komunitas Ekonomi ASEAN 2015

     Bulan kemarin saya ikutan kompetisi menulis oleh PCIM Rusia dengan tema Potret Indonesia tahun 2014 , iseng pingin ikut (hadiah utamanya ke rusia soalnya :p), maka lahirlah tulisan tentang AEC ini. Walaupun akhirnya ga masuk jajaran pemenang alhamdulillah dapet sertifikat hhhe.
 

suka alfabet rusianya :)))))

walau masih berantakan, semoga tulisan saya  bermanfaat :) 



Kesiapan Indonesia dalam Pusaran Komunitas Ekonomi ASEAN 2015
Oleh : Tsabita Shabrina

Kurang dari 2 tahun mendatang, Indonesia dan negara negara ASEAN lainnya akan memasuki suatu tahap perubahan dalam hal integrasi ekonomi regional melalui Asean Economic Comunity (AEC) atau Komunitas Ekonomi ASEAN. Pembentukan AEC merupakan salah satu dari 3 gagasan yang teruang didalam ASEAN Community yang telah digagas sejak KTT Informal ASEAN tahun 1997 dan direncanakan untuk mulai diimplementasikan tahun 2015 mendatang. Tujuan dari digagasnya AEC ini adalah dalam rangka peningkatan daya saing kawasan di pasar global, peningkatan pertumbuhan ekonomi dan standar hidup penduduk di negara-negara ASEAN. Indonesia merupakan salah satu negara yang berpengaruh di kawasan ASEAN, dan AEC merupakan momentum Indonesia dalam mengembangkan perekonomiannya, namun pada kenyataannya banyak pihak yang merasa bahwa Indonesia belum siap untuk menghadapi keterbukaan pasar dalam AEC tersebut.
Dalam Cetak Biru Asean Economic Community tersebut memuat karakteristik sebuah komunitas ekonomi dalam 4 pilar AEC, yaitu 1. Single Market and Production Base ; 2. Competitive Economic Region; 3. Equitable Economic Development; serta 4. Full Integration into Global Economy yang inti dari keempat pilar tersebut sebagaimana yang tersebut dalam Bali Concord II tahun 2003 adalah perluasan integrasi ekonomi ke semua negara anggota ASEAN dan membangun ASEAN sebagai sebuah pasar tunggal yang berbasiskan produksi dengan mendorong ASEAN menjadi lebih dinamis dan kompetitif dalam sektor barang, jasa, investasi, tenaga kerja ahli, dan modal.
Rencana Pelaksanaan Komunitas Ekonomi ASEAN ini, tidak hanya berbicara tentang hubungan ekonomi antarnegara yang lebih terbuka, karena pada dasarnya bukanlah negara yang punya hajat disini, tetapi masyarakat didalamnya. Tidak dapat dipungkiri bahwa globalisasi telah mebuat batas-batas negara menjadi kabur (borderless), melalui AEC tersebut semua individu akan memiliki kesempatan yang sama untuk meraih sesuatu, untuk meningkatkan kesejahteraan hidup. Walaupun begitu terbukanya kesempatan tersebut tentunya tidak sertamerta tanpa tantangan yang apabila kita tidak bersiap dari sekarang, kesempatan tersebut akan terbuang sia-sia atau bahkan malah menimbulkan kerugian.
Tidak perlu menunggu hingga tahun 2015, 2014 atau bulan depan untuk mulai menyadari proses globalisasi ini. Pemerintah dan Masyarakat lebih baik untuk tidak terlalu terlena dengan euforia pemilu 2014 mendatang dan perlu untuk segera bersiap dan bertindak agar tidak hanya menerima kerugian dalam pengimplementasian AEC mendatang. Terdapat beberapa poin yang kiranya bisa dilakukan baik pemerintah dan masyarakat untuk persiapan AEC tersebut, yaitu Pemaksimalan Upaya Sosialisasi; Pengembangan Kapasitas Sumber Daya Manusia; dan Penyelesaian Permasalahan Internal.
Pertama, Pemaksimalan Upaya Sosialisasi, Tidak dapat dipungkiri bahwa pengetahuan masyarakat Indonesia terkait hajatan besar AEC ini belum merata. Bila dibandingkan dengan Thailand, Indonesia, sebagai salah satu kekuatan ASEAN benar-benar masih jauh dibelakang Thailand untuk masalah sosialisasi. Hal tersebutlah yang melatarbelakangi ditulisnya tulisan ini, yaitu ketika saya berkesempatan untuk melaksanakan magang selama sekitar 6 minggu di Thailand, atmosfir ASEAN dan AEC di Thailand sangatlah terasa. Pemerintah Thailand terlihat tak menganggap remeh pelaksanaan AEC, banyak sekali spanduk, umbul umbul dan papan-papan diberbagai fasilitas umum yang menginformasikan pelaksanaan AEC, media cetak dan televisi juga aktif mengabarkan berita ini melalui countdown yang dihitung mundur setiap harinya. Terkait pengedukasiannya, sosialisasi AEC juga dilakukan sejak dini dengan mengenalkan konsep ASEAN mulai dari taman kanak-kanak. Saya sendiri juga dibuat heran ketika beberapa kali bertemu penjual kaki lima dan penumpang lain di bus yang saya naiki selalu menanyakan tanggapan saya, sebagai warga negara Indonesia terkait pelaksanaan AEC.
Faktanya di Indonesia, beberapa pelaku ekonomi maupun akademisi pun bahkan masih banyak yang belum mengerti apakah ASEAN dan apa tujuannya. Maka dari itu, dalam waktu yang singkat seperti sekarang ini, sasaran sosialisasi yang krusial menurut saya adalah kepada pelaku ekonomi khususnya pengusaha kecil, kemudian mahasiswa dan pelajar yang akan memasuki masa kerja, kendati demikian pengenalan konsep ASEAN sejak dini juga perlu untuk diterapkan sesegera mungkin di Indonesia.
Kedua, Pengembangan Kapasitas Sumber Daya Manusia, Dengan kualitas SDM yang baik tentunya Indonesia bisa bersaing dengan tenaga kerja profesional asing lainnya. Pemerintah memang perlu membangun sarana dan prasarana dalam menunjang kegiatan ekonomi namun peningkatan kualitas SDM juga harus menjadi prioritas karena SDM tersebutlah yang nantinya akan mengelola jalannya perekonomian. Kemudian, penguasaan akan bahasa asing seperti bahasa Inggris, Arab dan Mandarin merupakan hal yang penting dalam komunikasi pada masyarakat internasional, kesulitan dalam memahami bahasa asing, terutama bahasa Inggris akan menyulitkan interaksi ekonomi antarnegra. Selain pengembangan skill dan bahasa, pengembangan networking akan memantapkan langkah masyarakat untuk mengenal dan beradaptasi dalam iklim yang kompetitif ini, pengembangan networking tersebut mungkin bisa dilakukan dengan mengadakan pertukaran pelajar ASEAN atau pertemuan pertemuan rutin antara seperti pengusaha kecil, investor dan pelaku ekonomi lainnya.
Ketiga, Penguatan Ekonomi Internal, Agar tidak tergerus aliran produk dari luar, pemerintah tentu perlu untuk mengembangankan dan memberdayaan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Indonesia, dengan memberikan informasi dan kemudahan untuk pengembangan produk mereka, seperti informasi terkait bagaimana memperoleh sertifikat halal atau pembelajaran untuk membuat label dan kemasan produk yang menarik. Poin yang penting adalah, pemerintah juga harus mempunyai kebijakan ekonomi yang dapat mendukung tenaga kerja dan pelaku, dunia usaha yang belum siap untuk menghadapi persaingan dalam AEC. Lebih jauh, Penguatan disini, bukan hanya pemberdayaan ekonomi lokal tetapi juga penyelesaian dan penuntasan peraturan –peraturan ekonomi. Pada dasarnya, bukan kapasitas saya dalam pemberian solusi secara detail terkait permasalahan ekonomi, namun dalam konteks AEC, banyak sekali pekerjaan yang harus di selesaikan pemerintah, seperti penyelesaian undang undang perburuhan, tenaga kerja, serta hal lain yang dalam perundang-undangannnya masih tumpang tindih. Jangan sampai nantinya Indonesia hanya bisa menguasai pasar buruh, sedangkan level profesional dan manajerialnya dikuasai oleh asing. Belum terlalu terlambat untuk memulai dari sekarang, apalagi dengan kemajuan teknologi komunikasi dan transportasi, upaya upaya tersebut bisa dengan cepat, mudah dan murah untuk dilaksanakan.
Pada dasarnya, poin yang paling penting adalah bagaimana kita sebagai masyarakat Indonesia secara umum dalam menyikapi proses perubahan tersebut. 2015 memang bukanlah masih lama datangnya, tetapi belum terlambat untuk memulainya sekarang, saatnya kita mempunyai inisiatif dan kesadaran diri untuk maju. Masyarakat Indonesia harus mulai membangun karakter manusia yang selalu berkeinginan untuk maju dan meningkatkan kualitas diri. Kendati demikian, kita juga tidak boleh terlalu sibuk berfokus pada peningkatan diri sendiri dan terlalu individualistik dengan mengabaikan lingkungan disekitar kita, namun tetap merangsang dan memberdayakan lingkungan tersebut dengan saling membantu dan gotong royong. Oleh karena itu, dalam menyongsong AEC yang penuh peluang sekaligus tantangan tersebut, maka kita hanya memiliki dua pilihan, yaitu terlambat untuk menyadari, terlambat beraksi dan menjadi tertinggal atau peduli mulai kini, menggali potensi, dan siap untuk memanfaatkan serta menghadapi tantangan globalisasi.




Paragraf Pertama
Semua Paragrap yang di sembunyikan

23.5.13

Communication Student Summit 2013 report :)



Communication Student Summit 2013 : Wujudkan Ide untuk Indonesia Baru !
with : @isfansyah , @bukik & @maswaditya
Sun, 19 -05- 2013. at Aula Garuda Mukti Kampus C Unair Surabaya.
Krisis terbesar yang sedang kita hadapi bukanlah krisis ekonomi, politik, bahkan moral. Namun, krisis imajinasi. Jansen H. Sinamo

Untuk merayakan hari ulang tahunnya yang ke 25, Jurusan Komunikasi FISIP Universitas Airlangga menyelenggarakan “Communication Student Summit 2013” yang berlokasi di Aula Garuda Mukti Kampus C Unair, Surabaya. Acara yang mengusung tema utama ‘Menuju Indonesia Baru’ tersebut menghadirkan 3 pembicara yang ciamik, yaitu Mas Budi Setiawan, Seorang pendidik, Penggiat social media dan founder Indonesia Bercerita, ; Mas Ifa Isfansyah, sutradara film Sang Penari, Garuda di Dadaku, 9summer10autums dan beberapa karya lainnya; serta Mas Wahyu Aditya, Founder & CEO of HelloMotion, HelloFest & KDRI. Penulis Buku Sila ke 6 : Kreatif Sampai Mati! dengan di moderatori oleh dosen ilmu komunikasi Universitas Airlangga, Igak Satrya. 
                Pada Sesi pertama Mas Budi Setiawan yang lebih akrab dipanggil mas @bukik ini menyampaikan gagasan tentang apakah yang dimaksud dengan “Indonesia Baru”. Mas Bukik menganalogikan konsep “Indonesia Baru” tersebut dengan “Indonesia yang move on” alias Indonesia yang mau Berubah dan tidak takut dengan Perubahan. Gagasan utama pada materi yang beliau sampaikan adalah bagaimana cara mengatasi krisis utama yang sedang dihadapi oleh bangsa Indonesia, yaitu krisis imajinasi. Imajinasi yang dimaksud adalah sebuah mimpi dan keyakinan akan suatu perubahan yang lebih baik. Di contohkan dengan bagaimana Tan Malaka yang pada tahun 1927 sudah menelurkan buku yang berjudul “Menuju Republik Indonesia” dimana pada tahun tersebut memimpikan suatu bangsa yang merdeka merupakan hal yang ‘gila’ atau sangat sulit untuk dicapai, namun akhirnya mimpi tersebut dapat terealisasikan. Oleh karena itu pemuda masa kini tidak boleh kehilangan mimpi dan imajinasi, dalam segala aspek. Mas Bukik juga memaparkan bahwa, Sebagai bangsa yang besar, masyarakat Indonesia harus berorientasi pada kekuatan yang dimiliki serta memanfaatkannya untuk hal positif, bukannya berlarut pada kekurangan – kekurangannya.
pembicara : @isfansyah, @bukik @maswaditya (maaf, cuma bawa kamera hp :''' )
                Selanjutnya menuju pada Pembicara kedua, Mas Ifa Ifansyah yang membahas tentang kekuatan media dan teknologi serta bagaimana cara memanfaatkannya menjadi suatu hal yang positif. Menurut mas ifa, Dalam era digital saat ini bukanlah model atau spesifikasi sebuah teknologi yang merupakan hal yang terpenting, namun “konten” & “Value” yang dibawa melalui teknologi tersebut. Tidak peduli bagaimana pesatnya perkembangan teknologi, apabila konten & value yang dibawa tidak memiliki arti apa-apa maka yang terjadi adalah suatu stagnansi. Sebagai seseorang yang bekerja di bidang perfilm-an, Idealisme mas ifa juga beliau pegang dengan selalu mengedepankan ‘value’ pada tiap karyanya, bukannya untuk mengejar untung semata. Begitu juga dalam berkarya di bidang yang lain, apapun, suatu karya sebaiknya tidak semata mata berorientasi pada profit sehingga menghalalkan segala cara untuk menimbun keuntungan yang banyak, karena menurut mas ifa materi bisa saja habis, namun jika karya yang dibuat membawa manfaat, maka value tersebut akan terus melekat dan menjadi ‘kekayaan’ kita yang lain. Secara tidak langsung mas ifa juga mengajak untuk bersama sama menjadi pengguna teknologi (khususnya social media) untuk lebih cerdas untuk memanfaatkan kemudahan dan kebebasan berekspresi tersebut secara positif dan bertanggung jawab. 
mas ifa isfansyah
                Di sesi akhir, mas wahyu aditya yang berlatar belakang seni dan desain ini mewacanakan sebuah model baru dalam konsep nasionalisme, yaitu “nasionalisme gaul” alias cinta indonesia yang keren dan ga ketinggalan jaman. Dengan “nasionalisme gaul” tersebut, Kakak yang lebih suka dipanggil mas wadit ini melihat “indonesia baru” sebagai indonesia yang “baru” secara visual. Mas Wadit melihat bahwa Indonesia  saat ini perlu revolusi dalam hal desain, mengingat banyaknya simbol-simbol umum serta logo logo resmi yang dirasa membingungkan dan kurang friendly. Dicontohkan mas wadit dengan simbol visit indonesia yang tidak praktis dan ribet serta logo resmi kemerdekaan republik Indonesia yang monoton serta banyak contoh lainnya, mas wadit akhirnya secara konsisten banyak melahirkan karya desain baru untuk simbol dan logo-logo tersebut agar lebih fresh dan lebih banyak diambil manfaatnya. Presentasi Mas Wadit menggugah pemuda Indonesia untuk berani berkarya dan berekspresi secara positif serta menunjukkan bagaimana kekuatan visual dalam kreatifitas desain dapat meningkatkan kepercayaan diri dan membawa efek yang besar dalam upaya suatu pergerakan ke arah yang lebih baik. (menyebar ide kreatif)
nasionalisme gaul dalam revolusi simbol dan logo ala mas waditya
Sebuah bangsa tidak boleh kehilangan ‘imajinasi’ untuk menuju suatu “perubahan positif”, dan proses perubahan tersebut bisa melalui media apa saja, asal fokus dan konsisten dalam setiap proses yang dilakukan. Nah, keren keren kan pembicaranya ? So, pemuda indonesia, jangan takut untuk memulai perubahan yang positif :)
@tsabitabee

Dan Lain Lain :)))  :

setiap penanya di bikin sketsa nya dilayar sama mas wadit :))
goody bag + bonus majalah marketeers hhe
setelah berdesakan, buku KSM saya akhirnya  di ttd + digambarin mas wadit :))
karya rilla mawwala :))

ril, maafkan aku ga bisa mintain ttd buat gambarmu :(, smoga bisa ketemu mas waditya lagi kapan2, kita ajak rujak an hhhe :))

Paragraf Pertama
Semua Paragrap yang di sembunyikan

8.5.13

just another birthday :)



Just another routine,
ini sudah 25 april ke 22 kalinya yang aku lewati, bukan umur main main lagi ya kayaknya,
setelah beberapa tahun belakangan, ada beberapa capaian dan juga banyak penyesalan, gak mau banyak2 resolusi, tahun ini doaku simple, semoga aku bisa menjadi manusia yang lebih baik dari sebelumnya.
well, i begin to redefine my self, my life and my vision
semoga Allah memberkahi aku, kamu, kita semua :) , amin

 Dengan postingan ini juga, aku mau ngucapin terimakasih for all greet, wishes, wall, tweets, surprises and everything , makasih banyak semuanyaaaa, i"m so grateful bisa punya kalian semua, thank you so much :"""))

ah, you guys always rock !!!!!



muchas graciass!!! amigo X siempre :D


sekedar pengingat ultah yang terlewat :)))

last year  -->  http://tsabitabee.blogspot.com/2012/06/bday-blast-susulan-d.html  

               --->  http://tsabitabee.blogspot.com/2012/05/21st-bday-blast.html

              ---> http://tsabitabee.blogspot.com/2011/04/happy-birthday.html





Paragraf Pertama
Semua Paragrap yang di sembunyikan

another quote

dan jalan raya pos anyer - panarukan, 1000 km yg penuh peluh, pengorbanan dan kerja keras pribumi itu merupakan 'jasa' dan inisiatif gub, jendral daendels,
 
akses terhadap internet dan teknologi di Afrika juga karena 'jasa' eksporter e-waste trade yg membawa sampah elektronik untuk didaur ulang dengan standar minimum diafrika. 

Begitulah, Penguasaan ttg ilmu pengetahuan memang sangatlah penting, agar suatu pencapaian terhadap kemajuan tidak perlu menunggu 'jasa' dari bangsa lain, 'jasa'  yg seringkali menimbulkan suatu perkara yg dilematis.

 -lahir ketika garap skripsi hhe

Paragraf Pertama
Semua Paragrap yang di sembunyikan

Belanda : Salah Satu Perintis Jalan Menuju Komunitas Eropa

Regionalisme sebagai jalan menuju kesejahteraan kawasan memang banyak dilakukan oleh negara – negara yang berada dalam satu lingkup regional yang sama pada era global. Uni Eropa Contohnya, siapa yang tidak mengenal komunitas besar yang beranggotakan negara- negara eropa ini. Uni Eropa yang berdiri sejak 1992 ini telah memiliki 27 anggota negara dan dengan adanya Komunitas tersebut berbagai kemajuan di bidang ekonomi, sosial dan kebijakan lainnya telah banyak dicapai. Terbentuknya Uni Eropa juga telah memudahkan terjalinnya hubungan antarnegara baik didalam atau diluar komunitasnya, seperti kerjasama dalam menghadapi isu lingkungan, peningkatan standard kesehatan dan ketenagakerjaan. Dalam hal ini, Belanda memiliki peran penting sebagai salah satu pionir terbentuknya komunitas eropa tersebut.

Lambang Uni Eropa
Sebelum berdiri pada tahun 1992 sebagai komunitas Eropa, Uni Eropa telah mengalami perjalanan panjang yang bisa di retas sejak pasca Perang Dunia kedua. Kiprah Belanda terlihat dengan di awali dari dibentuknya Komunitas Benelux (Belgia, Netherland, Luxemburg) yang merupakan persatuan tiga negara bertetangga dengan anggota Belgia, Belanda dan Luxemburg yang bertujuan untuk membangun kembali kondisi perekonomian pasca Perang Dunia II, hingga akhirnya pada 1951 Belanda, bersama dua negara lainnya dalam Benelux bergabung dengan Jerman Barat, Prancis dan Italia yang pada akhirnya disebut sebagai the inner six untuk mebentuk suatu komunitas Baja dan Batu Bara (European Coal and Stell Community) yang merupakan cikal bakal dari terbentuknya masyarakat ekonomi eropa dan Uni Eropa yang ada pada saat ini. 

Belanda merupakan salah satu "the inner six" , perintis Uni Eropa

Negara Negara Anggota Uni Eropa
Dengan perkembangan dan pencapaian Uni Eropa dari tahun ketahun, Belanda bersama Benelux menjadi suatu “experimental garden” yang pas bagi Uni Eropa dikarenakan kolaborasi negara – negara Benelux tersebut memberikan banyak input bagi pola kerjasama Eropa yang lebih luas dan membuktikan bahwa kerjasama antar negara yang berbeda karakter memungkinkan untuk terjadi. Salah satu prestasinya adalah pada saat penerapan awal diberlakukannya visa schengen yang dirintis sejak 1985, dimana visa tidak dibutuhkan lagi untuk memasuki wilayah anggota yang meratifikasi, dan berkembang cakupan wilayahnya hingga sekarang.  Dalam hal tersebut, Belanda bersama negara Benelux lainnya menjadi contoh awal dalam penerapan pemberlakuan visa schengen, Tak hanya itu, Belanda juga merupakan salah satu dari 5 negara yang menjadi penggagas adanya visa yang membuat gerak dan mobilisasi dalam negara negara di Eropa menjadi tanpa batas.

Belanda menjadi salah satu penggagas adanya visa schengen

visa schengen

Dalam konteks yang berbeda, sama halnya dengan Belanda, Indonesia juga merupakan salah satu perintis Komunitas Asia Tenggara bersama Malaysia, Thailand, Singapura dan Filipina yaitu ASEAN (Association of South East Asia Nation) yang juga bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan negara anggotanya. Walaupun diklasifikasikan sebagai low countries di tengah raksasa-raksasa Eropa seperti Jerman, Perancis, dan Inggris, bukan berarti Belanda tidak memiliki peran yang signifikan di Eropa. Terlepas dari berbagai macam pencapaian dalam hal kerjasama beserta hambatan dan tantangan yang dialami oleh kedua komunitas regional tersebut, Belanda dan Indonesia sama-sama merupakan pionir bagi komunitasnya. Hal tersebut menunjukan karakter negara yang selalu memiliki inisiatif dan keinginan kuat dalam berupaya menjadi yang terdepan untuk mencapai tujuan.



References :
______, European Union, dalam  http://en.wikipedia.org/wiki/European_Union
______, Schengen Agreement, dalam  http://en.wikipedia.org/wiki/Schengen_Agreement
______, European Union History dalam  http://www.bbc.co.uk/news/world-europe-19921072


Paragraf Pertama
Semua Paragrap yang di sembunyikan