8.5.13

Belanda : Salah Satu Perintis Jalan Menuju Komunitas Eropa

Regionalisme sebagai jalan menuju kesejahteraan kawasan memang banyak dilakukan oleh negara – negara yang berada dalam satu lingkup regional yang sama pada era global. Uni Eropa Contohnya, siapa yang tidak mengenal komunitas besar yang beranggotakan negara- negara eropa ini. Uni Eropa yang berdiri sejak 1992 ini telah memiliki 27 anggota negara dan dengan adanya Komunitas tersebut berbagai kemajuan di bidang ekonomi, sosial dan kebijakan lainnya telah banyak dicapai. Terbentuknya Uni Eropa juga telah memudahkan terjalinnya hubungan antarnegara baik didalam atau diluar komunitasnya, seperti kerjasama dalam menghadapi isu lingkungan, peningkatan standard kesehatan dan ketenagakerjaan. Dalam hal ini, Belanda memiliki peran penting sebagai salah satu pionir terbentuknya komunitas eropa tersebut.

Lambang Uni Eropa
Sebelum berdiri pada tahun 1992 sebagai komunitas Eropa, Uni Eropa telah mengalami perjalanan panjang yang bisa di retas sejak pasca Perang Dunia kedua. Kiprah Belanda terlihat dengan di awali dari dibentuknya Komunitas Benelux (Belgia, Netherland, Luxemburg) yang merupakan persatuan tiga negara bertetangga dengan anggota Belgia, Belanda dan Luxemburg yang bertujuan untuk membangun kembali kondisi perekonomian pasca Perang Dunia II, hingga akhirnya pada 1951 Belanda, bersama dua negara lainnya dalam Benelux bergabung dengan Jerman Barat, Prancis dan Italia yang pada akhirnya disebut sebagai the inner six untuk mebentuk suatu komunitas Baja dan Batu Bara (European Coal and Stell Community) yang merupakan cikal bakal dari terbentuknya masyarakat ekonomi eropa dan Uni Eropa yang ada pada saat ini. 

Belanda merupakan salah satu "the inner six" , perintis Uni Eropa

Negara Negara Anggota Uni Eropa
Dengan perkembangan dan pencapaian Uni Eropa dari tahun ketahun, Belanda bersama Benelux menjadi suatu “experimental garden” yang pas bagi Uni Eropa dikarenakan kolaborasi negara – negara Benelux tersebut memberikan banyak input bagi pola kerjasama Eropa yang lebih luas dan membuktikan bahwa kerjasama antar negara yang berbeda karakter memungkinkan untuk terjadi. Salah satu prestasinya adalah pada saat penerapan awal diberlakukannya visa schengen yang dirintis sejak 1985, dimana visa tidak dibutuhkan lagi untuk memasuki wilayah anggota yang meratifikasi, dan berkembang cakupan wilayahnya hingga sekarang.  Dalam hal tersebut, Belanda bersama negara Benelux lainnya menjadi contoh awal dalam penerapan pemberlakuan visa schengen, Tak hanya itu, Belanda juga merupakan salah satu dari 5 negara yang menjadi penggagas adanya visa yang membuat gerak dan mobilisasi dalam negara negara di Eropa menjadi tanpa batas.

Belanda menjadi salah satu penggagas adanya visa schengen

visa schengen

Dalam konteks yang berbeda, sama halnya dengan Belanda, Indonesia juga merupakan salah satu perintis Komunitas Asia Tenggara bersama Malaysia, Thailand, Singapura dan Filipina yaitu ASEAN (Association of South East Asia Nation) yang juga bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan negara anggotanya. Walaupun diklasifikasikan sebagai low countries di tengah raksasa-raksasa Eropa seperti Jerman, Perancis, dan Inggris, bukan berarti Belanda tidak memiliki peran yang signifikan di Eropa. Terlepas dari berbagai macam pencapaian dalam hal kerjasama beserta hambatan dan tantangan yang dialami oleh kedua komunitas regional tersebut, Belanda dan Indonesia sama-sama merupakan pionir bagi komunitasnya. Hal tersebut menunjukan karakter negara yang selalu memiliki inisiatif dan keinginan kuat dalam berupaya menjadi yang terdepan untuk mencapai tujuan.



References :
______, European Union, dalam  http://en.wikipedia.org/wiki/European_Union
______, Schengen Agreement, dalam  http://en.wikipedia.org/wiki/Schengen_Agreement
______, European Union History dalam  http://www.bbc.co.uk/news/world-europe-19921072


Paragraf Pertama
Semua Paragrap yang di sembunyikan

2 komentar: