5.8.11

Pare’s Short Trip : Candi dan Gua Surowono (2)

Caving at Surowono Cave : Journey to the Center of the earth, eh ?

Setelah puas mengeksplore candi Surowono, kita lanjutkan perjalanan ke Gua Surowono, Lokasinya sendiri gak seberapa jauh dari candi, hanya perlu bersepeda lagi skitar 1 kilo . Suasana sudah lumayan rame pas kita nyampe disana, ternyata hari itu banyak juga sekelompok arek arek pare yang ngantri mau masuk ke gua. Mengapa harus antri? Karena , klo kita mau masuk, ga boleh sendiri2, harus berkelompok skitar 20 orang, dan WAJIB pake guide, karena jalan di dalam gua yang bercabang dan gelap (takutnya nyasar).

Sama seperti sebelumnya, Gua ini sedikit melenceng dari ekspektasi, kukira kita akan masuk objek wisata gua yang ada semacam stalaktit dan stalagmitnya kayak gua Maharani gitu, ternyata eh ternyata, I’m totally wrong. Gua Surowono ini ternyata dialiri oleh sungai kecil , yang tingginya sekitar seperut (perutku, lho ya I am about 155cm :p) yang berarti kita harus rela basah-basahan kalo mau nyusur gua ini. Yak, awalnya kita ragu mau masuk, apalagi kalau bukan karena saltum . tapi berbekal pepatah “wes adoh adoh rene, ga dilakoni, kapan maneh !” (sudah jauh2 ksini, ga ngapa2in, kapan lagi) kita pun memutuskan untuk ikut susur gua.

bergaya sebelum masuk :D

Akhirnya, giliran rombongan kami yang masuk, kami berempat, ditambah beberapa anak kursus bahasa Jepang, dan 4 bocah petualang (3 cowok 1 cewek , SD/SMP mungkin) , 20 Orang inilah yang jadi team caving kali ini (ceile caving). Satu persatu kami menuruni tangga buatan menuju mulut gua, dan “byurrrr” mulailah kami nyemplung ke sana dan masuk ke dalam gua dengan kaki telanjang (harusnya pakai sepatu boot, iya ga?). samar samar cahaya matahari hilang perlahan, awalnya agak gelap, trus tambah gelap, dan akhirnya gelap total.

Pak Guide memimpin kami di depan, diikuti 4 bolang, terus akyu, hhe dan belakangku cewek cewek, dan paling belakang cowok cowok, semakin ke dalam, gua semakin gelap dan sempit, oleh karena itu, kita harus berbaris biar bisa cukup masuknya. Yah, begitulah kami, sepur sepuran didalam, minimnya equipment yang kami punya bikin tambah merinding, bayangin, senternya Cuma satu guys, dan itu dipegang pak guide di depan, sedangkan kita hanya berbekal hp yang dibungkus plastik biar ga kena air. Dan itu satusatunya sumber cahaya kita di dalam.

Dalam perjalanan tak hentihentinya aku berdoa, serem pek, udah sempit , gelap, basah, dingin pisan. Disana pun aku jadi kepikiran yang engga engga, gimana klo longsor, gimana klo terjebak di dalam, gimana klo guidenya salah jalan trus ga bias keluar2 alias nyasar #abaikan . Tetapi suer kok, Kusaranin deh , klo kalian punya sindrom klaustrophobia alias takut tempat sempit dan gelap, jangan coba2 deh ikut masuk nih gua. Sesekali emang agak sesak napas disana , karena emang ruangan yang sempit dengan banyak orang bikin oksigen juga menipis (sok sience) hhaha.






team : aku, rila, soka, dinur plus anak les jepang, pak guide dan si bolang :D

Dan Selama perjalanan dalam gua yang lumayan jauh itu, bapak guide juga banyak bercerita, bahwa ni gua sudah ada sejak lama, sejak jaman majapahit dulu. Dan sebenarnya banyak cabang –cabang jalan yang lain di dalam gua ini, tetapi para sesepuh yang nemuin dulu gak berani mbongkar jalan yang tertutup, soalnya pas itu ada yang nyoba mbongkar akhirnya terkena semacam penyakit, jadi sampai sekarangpun ga ada yang berani mbongkar cabang – cabang gua yang lain karena kejadian tersebut, padahal menurut cerita yang beredar di masa lalu, gua gua yang menyebar di seantero Kediri ini, saling menyambung satu sama lain. Setelah guidenya cerita gitu aku jadi mikir, mungkin hal tersebut mirip kayak cerita cerita di mesir gitu, pas ada arkeolog yang mau mbongkar pintu/ jalan atau mindahin barang di dalam pyramid bakal kena semacam kutukan, hehehehe terlepas itu bener ato engga, ya terserah pemirsa menanggapinya, yap, that’s life, that’s history.

Nah, Gua Surowono ini, modelnya ada 3 gua yang menyambung jadi 1, ada 3 celah mulut gua untuk keluar dan masuk, jadi klo tman2 sekalian sudah mempunyai perasaan yang ga enak ketika susur gua pertama bisa berhenti di pintu gua kedua dan tidak meneruskan, tetapi klo ngerasa asik asik aja, bisa diteruskan sampai gua ketiga , and our team, sukses sampai gua ketiga, tanpa kekurangan suatu apa, Alhamdulillah

Sorry guys, malah banyak fotonya kita ya, hehe gak bisa poto2 didalem guanya sihh, :D

Finally selesai juga, petualangan kita hari ini tepat pukul 11 kita pun keluar dari gua, dilanjutkan foto2 diluar gua (didalem gua, kita gak bisa poto2 nih, basah soalnya) dan tentunya perjalanan akan terasa berbeda kalo kita ga saltum , pake boot, pake senter yang nempel dikepala, sarung tangan, bawa semacam handycam yang tahan air dan lain sebagainya. Hehehe

Setelah puas bernarsis ria, kitapun bersepeda (lagi) pulang, That’s kinda short time trip, but, that’s worth and really nice :D, kagak nyesel dah

-Budget :

Masuk gua dan parkir : 1000 rupiah

Guide : 10.000 rupiah sekali jalan/team (20 orang) , jadi ya 500an per orang :D murah meriah

Paragraf Pertama
Semua Paragrap yang di sembunyikan

Pare’s Short Trip : Candi dan Gua Surowono (1)






Visit Candi Surowono

Selama masa kursus bahasa Inggris di Pare, kuhabiskan weekend dengan nyambi “blusukan” di sekitar kota kecil ini. Setelah Alun –Alun pare dan keliling Kota Kediri di weekend yang pertama, weekend selanjutnya kuputuskan untuk mengunjungi Candi dan Gua Surowono. Akhirnya, Sabtu pukul 7.30 pagi berangkatlah kami (Aku, Rila, Soka dan Dinur) menuju lokasi tersebut, yang berjarak sekitar 6 kilo dari wilayah kursus kami dan tahukah kawan? Kami kesana pake sepeda lo, asik kan? :D Sepanjang perjalanan mata kami dimanjakan dengan pemandangan a la pedesaan yang kereen banget, penuh sawah sawah, maklum , sudah lama ga ngelihat hamparan ijo-ijoan selama di Surabaya. Terlebih udara pare yang masih bersih , jarak yang panjang menjadi agak tak terasa.

Sekitar 45 menit kemudian, setelah Tanya sana sini, sampailah kita di Candi Surowono, dan wow, sebenarnya agak diluar ekspektasi, candinya tidak seberapa besar, hanya ada 1 komplek bangunan candi serta beberapa batu bagian candi yang ditata memanjang sebelum dipasang untuk melengkapi candi. Walaupun begitu kita tetep aja narsis, dan foto foto disekitar candi, duduk di taman dan mencoba nerjemahin relief-relief candi (sok sok an jadi arkeolog, kayak yang film the mummy, :p) tapi sayang sekali, waktu disana kita belum sempat nanya-nanya ke penduduk lokal tentang sejarah candi ini, kami hanya tahu klo nih candi dibangun di Era Majapahit.

Klo kita lihat secara umum, pengelolaan wisata budaya candi ini sudah cukup bagus, terbukti dengan dibangunnya areal pertamanan yang terlihat rapi dan lumayan bagus disekitar candi. Ada juga Informasi tentang sejarah candi yang ditempel di Papan pengumuman walaupun kurang begitu mewakili, karena penataan papan informasi yang kotor dan kurang menarik, makanya kita jadi males baca sejarahnya, hehhehe. But, At least, Kami cukup senang menghabiskan waktu disana, suasananya asri dan menenangkan (halah). :D

-Budget :

Transport = 0 rupiah (sepedaan)

Tiket masuk dan Parkir = 1000 rupiah

Paragraf Pertama
Semua Paragrap yang di sembunyikan

Crazy Class, Crazy Pals, Crazy adventures =D

Pare, 14 hari Pertama

Warning Alert: Don’t blame my grammar!

The First two weeks, i take my course in ELFAST and I joined confident speaking program. Actually this program still in the basic stage, the program showed us how to be confident to speak English, we do our introduction and basic speaking, we tell stories, share experience, presenting something by English and debating. I really enjoyed the Class, coz we’re having fun a lot, with the craziest and NARSIS teacher, his name, Mr. Abdul. Well yeah, Everyday full with jokes and silliness, hhahha . Since I just take one program, there are a lot of spare times to kill, Usually, I , Wulan and Putra (My Classmate in IR) spent time to walking around, breaklunch and Dinner together in ELFAST Canteen or the other canteen , And Sometimes Our Classmate in ELFAST joined too, like Hasan, Gamal, Miss Eka, Miss Chaca, April, Dina, etc. We’re talked about anything (not gossiping, ehm), ngopi at Bali House, Playing card like poker or play magic trick. And at weekend, we traveled to Kediri by Angkot. If wulan n me back to our lodging house, yeah, we can watch movies or reading a book. Our Roommate bring a several book, Like Marmut Merah Jambu, Chiken Soup, Understand Grammar & TOEFL (ehm) and, when I and other friend went to Kediri, we visit Togamas and we bought discount book, Imagine, Wulan got Hard Cover Digital Fortress by Dan Brown just IDR 20rb and I got a Novel “TRUST” (thriller, about banking criminal and money laundering) just 12rb rupiah Wow, that’s great. So we didn’t confuse how to kill time here with much fun :D


foto session : ELFAST - confident class b :D
(yang di Global E , blum dapet file fotonya T.T)

14 hari kedua

The Second two weeks, I take my course in Global English , I think I’ve to force my self more than before, since I’ve did too much fun yesterday. And that’s it, After got a placement test , I enter in Speaking 3 stage, the material now, harder than before and the Teacher was more serious, because there, we didn’t study for fun, but to improve our skill to be a public speaker. So, we have to done our presentation in 7 minutes plus 5 minute question and answer 3 times during 2 weeks. So, this week, I become more serious because I have to prepare the presentation in free topic. At the first presentation i choose “ History of United State” , and i though it’s good enough :D, The second presentation about “ Globalization and Culture” but, in this time , little but confusing because my friend have different perspective with me about globalization it self. As the Final test, it’s little bit hard to find the proper topic , finally I choose “ The Comparison between North and South Korea Ideology” hhehhe, and guess what? I become one of few students who get highest score, aseeek. Overall I enjoyed to study here, although the tutor (Mr. Kurniawan) little bit serious , he was a good tutor, full of motivation, maybe the lack, just because number of student that too much, (18 student for speaking was too much I think) and our class become less effective. But, once again.. I enjoyed it :D

Paragraf Pertama
Semua Paragrap yang di sembunyikan